
SBY: Sri Mulyani dan Boediono Tidak Perlu Nonaktif
Jumat, 18/12/2009 22:30 WIB
Kopenhagen -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memerintahkan pada Wapres Bodiono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani agar tetap aktif bekerja sambil menjalankan proses pemeriksaan oleh Pansus Angket Century di DPR. Imbauan untuk nonaktif tidak perlu dilakukan.
"Tentu saja kita memandang, baik Wapres Boediono maupun Menkeu Sri Mulyani tidak perlu berstatus nonaktif dan tidak perlu berhenti sementara atau diberhentikan," kata Presiden SBY saat jumpa pers di Kopenhagen, Denmark, di sela-sela acara KTT Perubahan Iklim, Jumat (18/12/2009). Jumpa pers ditayangkan langsung oleh Metro TV.
SBY menegaskan, keputusan ini diambil setelah dirinya melakukan komunikasi dengan Sri Mulyani dan Boediono lewat telepon. Keduanya memastikan, bisa bekerja dengan maksimal mengurusi pemerintahan sekaligus memenuhi undangan pansus.
"Jawaban kedua beliau sanggup untuk menjalankan kedua. Mereka sanggup melakukan kegiatan ekstra dalam keadaan seperti ini," lanjutnya.
Selain itu, penonaktifan keduanya bisa mengganggu situasi perekonomian dalam negeri. Terutama dalam fokus pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Terakhir, SBY juga menegaskan penonaktifan wakil presiden tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Dalam UUD 1945, tidak ada istilah penonaktifan wapres atau pemberhentian sementara. Sementara untuk Sri Mulyani, istilah penonaktifan sementara hanya bisa dilakukan jika yang bersangkutan berada dalam proses hukum di pengadilan.
"Tentu saja apa yang dihadapi Menkeu kita tidak dalam artian seperti itu. Beliau tidak sedang berstatus terdakwa atau menjalani proses persidangan di pengadilan. Tapi dalam konteks pemeriksaan angket DPR. Itu hal yang berbeda," papar SBY.
(mad/mad)
"Tentu saja kita memandang, baik Wapres Boediono maupun Menkeu Sri Mulyani tidak perlu berstatus nonaktif dan tidak perlu berhenti sementara atau diberhentikan," kata Presiden SBY saat jumpa pers di Kopenhagen, Denmark, di sela-sela acara KTT Perubahan Iklim, Jumat (18/12/2009). Jumpa pers ditayangkan langsung oleh Metro TV.
SBY menegaskan, keputusan ini diambil setelah dirinya melakukan komunikasi dengan Sri Mulyani dan Boediono lewat telepon. Keduanya memastikan, bisa bekerja dengan maksimal mengurusi pemerintahan sekaligus memenuhi undangan pansus.
"Jawaban kedua beliau sanggup untuk menjalankan kedua. Mereka sanggup melakukan kegiatan ekstra dalam keadaan seperti ini," lanjutnya.
Selain itu, penonaktifan keduanya bisa mengganggu situasi perekonomian dalam negeri. Terutama dalam fokus pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Terakhir, SBY juga menegaskan penonaktifan wakil presiden tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Dalam UUD 1945, tidak ada istilah penonaktifan wapres atau pemberhentian sementara. Sementara untuk Sri Mulyani, istilah penonaktifan sementara hanya bisa dilakukan jika yang bersangkutan berada dalam proses hukum di pengadilan.
"Tentu saja apa yang dihadapi Menkeu kita tidak dalam artian seperti itu. Beliau tidak sedang berstatus terdakwa atau menjalani proses persidangan di pengadilan. Tapi dalam konteks pemeriksaan angket DPR. Itu hal yang berbeda," papar SBY.
(mad/mad)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 13/02/2012 21:23 WIB
Cegah Unjuk Rasa Anarkis, SBY Dorong Pemda Lebih Responsif
-
Senin, 13/02/2012 21:19 WIB
SBY: Aksi Blokir Jalan Tidak Dibenarkan
-
Senin, 13/02/2012 21:17 WIB
SBY Kantongi 26 Nama yang Ingin Jadi Presiden 2014
-
Senin, 13/02/2012 21:12 WIB
SBY Perintahkan Pemkot Bogor Segera Selesaikan Kasus GKI Yasmin
-
Senin, 13/02/2012 20:53 WIB
SBY Ingatkan Peserta Pemilukada NAD Tak Ganggu Ketertiban
-
Senin, 13/02/2012 20:26 WIB
Nazaruddin Dipecat Setelah SBY Marah
-
Senin, 13/02/2012 17:42 WIB
Ditolak di Palangkaraya, FPI Polisikan Gubernur & Kapolda
-
Senin, 13/02/2012 19:26 WIB
Penghina Nabi Muhammad Terancam Dipancung Atas Penghujatan Agama
-
Senin, 13/02/2012 16:54 WIB
Dikecam Soal Deportasi Penghina Nabi Muhammad, Malaysia Membela Diri
-
652 Komentar
-
521 Komentar
-
441 Komentar
-
388 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 13/02/2012 13:30 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Demokrat di Ambang Kiamat
-
Senin, 13/02/2012 13:24 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Angie Membuka Pintu, Siapa Bakal Masuk
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 598.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

