Kasus Century
SBY Tolak Imbauan Nonaktif Untuk Hindari Preseden Keliru
Sabtu, 19/12/2009 08:20 WIB
Jakarta -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menolak imbauan dari Pansus Angket Century untuk menonaktifkan Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani. Langkah ini diambil untuk menghindari contoh atau preseden keliru dalam proses penonaktifan tersebut.
"Agar imbauan demikian tidak menjadi preseden keliru yang terus berlanjut, maka Presiden selaku kepala negara, sudah tepat dengan memberikan penegasan, bahwa penonaktifan tidaklah perlu," kata staf khusus Presiden Bidang Hukum, Denny Indrayana saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (19/12/2009).
Menurut Denny, pansus angket sejak awal sudah memahami bahwa tidak ada kewenangan untuk menonaktifkan penyelenggara negara. Terlebih Menkeu Sri Mulyani dan Wapres Boediono.
"Agar semua proses berjalan fair, profesional, obyektif dan akuntabel, sebaiknya semua disiplin berpegang pada aturan hukum bernegara yang telah ada," jelasnya.
Denny juga menambahkan, Presiden SBY jelas ingin menunjukkan bahwa aturan main harus ditegakkan dengan benar agar sejalan dengan prinsip negara hukum dan kepastian hukum. Aturan jangan digunakan untuk mengganggu tujuan pembangunan yang mensejahterakan rakyat.
Saat ditanya pendapatnya jika pansus tetap meminta Sri Mulyani dan Boediono nonaktif, Denny yakin itu tidak akan terjadi. Sebab imbauan pansus sejak awal tidak mengikat. Selain itu, Presiden juga sudah menegaskan mendukung kinerja pansus dan meminta agar Sri Mulyani dan Boediono untuk bekerjasama.
"Saya yakin, panitia angket akan setuju dengan Presiden," tutupnya.
(mad/mad)
"Agar imbauan demikian tidak menjadi preseden keliru yang terus berlanjut, maka Presiden selaku kepala negara, sudah tepat dengan memberikan penegasan, bahwa penonaktifan tidaklah perlu," kata staf khusus Presiden Bidang Hukum, Denny Indrayana saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (19/12/2009).
Menurut Denny, pansus angket sejak awal sudah memahami bahwa tidak ada kewenangan untuk menonaktifkan penyelenggara negara. Terlebih Menkeu Sri Mulyani dan Wapres Boediono.
"Agar semua proses berjalan fair, profesional, obyektif dan akuntabel, sebaiknya semua disiplin berpegang pada aturan hukum bernegara yang telah ada," jelasnya.
Denny juga menambahkan, Presiden SBY jelas ingin menunjukkan bahwa aturan main harus ditegakkan dengan benar agar sejalan dengan prinsip negara hukum dan kepastian hukum. Aturan jangan digunakan untuk mengganggu tujuan pembangunan yang mensejahterakan rakyat.
Saat ditanya pendapatnya jika pansus tetap meminta Sri Mulyani dan Boediono nonaktif, Denny yakin itu tidak akan terjadi. Sebab imbauan pansus sejak awal tidak mengikat. Selain itu, Presiden juga sudah menegaskan mendukung kinerja pansus dan meminta agar Sri Mulyani dan Boediono untuk bekerjasama.
"Saya yakin, panitia angket akan setuju dengan Presiden," tutupnya.
(mad/mad)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita ยป
-
Jumat, 10/02/2012 00:14 WIB
Polisi: Pembunuhan ABG di Kebayoran Baru Tidak Direncanakan
-
Jumat, 10/02/2012 00:08 WIB
Kakak Pembunuh ABG di Kebayoran Baru akan Dites Psikologi
-
Jumat, 10/02/2012 00:02 WIB
Diduga Depresi, Korban Kekerasan Ibu Angkat akan Dibawa ke Psikiater
-
Kamis, 09/02/2012 23:59 WIB
6 Imigran Gelap Asal Afghanistan Ditangkap di Perarian Sumut
-
Kamis, 09/02/2012 23:36 WIB
Aktivitas Gunung Lokon Meningkat, Waspadai Letusan
-
Kamis, 09/02/2012 20:31 WIB
Korban Pencabulan Habib 'H' Diiming-Iming Janji Surga dan Uang
-
Kamis, 09/02/2012 15:49 WIB
Buruh di Jakarta Ancam Demo Besar-besaran, Foke: Buruh Harus Ngaca
-
Kamis, 09/02/2012 21:28 WIB
Tabrak Mobil Walikota Depok, Pemotor Tak Dipolisikan
-
Kamis, 09/02/2012 21:24 WIB
Braak! Mobil Walikota Depok Ditabrak Pemotor
-
230 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
167 Komentar
Lapsus
Index ยป
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,408.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

