
RPP Penyadapan
Kalau Berani, Tifatul Harusnya Beri Masukan ke Presiden
Minggu, 20/12/2009 02:34 WIB
Jakarta -
Sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) baru, Tifatul Sembiring dituntut lebih peka terhadap aspirasi masyarakat terkait RPP penyadapan. Bukan sekedar menerima perintah presiden, Tifatul juga harusnya memberikan masukan kepada Presiden.
"Dia harus mempunyai keberanian moril untuk memberi masukan kepada presiden. Menteri itu bukan pembantu atau pesuruh. Tapi sebagai negarawan berani memberikan masukan, jangan pakai alasan ini kehendak pemerintah dan sudah lama dibahas oleh Menkominfo sebelumnya," kata Adnan Buyung Nasution kepada detikcom melalui telepon, Sabtu (19/12/2009) malam.
Buyung menjelaskan, Tifatul tidak bisa beralasan kalau RPP Penyadapan adalah produk warisan Menkominfo sebelumnya. Sebagai sosok menteri baru yang segar, Tifatul harusnya bisa membuat gebrakan.
"Seharusnya lebih peka dari menteri yang lama. Apalagi dari PKS yang dikenal antikorupsi. Dia harus mempunyai keberanian moril untuk memberi masukan kepada presiden," imbuhnya.
Menurut pendiri YLBHI ini, langkah Tifatul sebagai Menkominfo untuk mengesahkan RPP Penyadapan juga dinilai terlalu aktif. Padahal secara subtansi RPP penyadapan lebih banyak mengatur soal hak asasi manusia dan aturan-aturan hukum teknis.
"RPP Penyadapan itu bukan soal komunikasi biasa. Lebih banyak masalah hak asasi manusia yang masuk ranah Menkum HAM bukan Menkominfo," tandasnya.
(ape/lom)
"Dia harus mempunyai keberanian moril untuk memberi masukan kepada presiden. Menteri itu bukan pembantu atau pesuruh. Tapi sebagai negarawan berani memberikan masukan, jangan pakai alasan ini kehendak pemerintah dan sudah lama dibahas oleh Menkominfo sebelumnya," kata Adnan Buyung Nasution kepada detikcom melalui telepon, Sabtu (19/12/2009) malam.
Buyung menjelaskan, Tifatul tidak bisa beralasan kalau RPP Penyadapan adalah produk warisan Menkominfo sebelumnya. Sebagai sosok menteri baru yang segar, Tifatul harusnya bisa membuat gebrakan.
"Seharusnya lebih peka dari menteri yang lama. Apalagi dari PKS yang dikenal antikorupsi. Dia harus mempunyai keberanian moril untuk memberi masukan kepada presiden," imbuhnya.
Menurut pendiri YLBHI ini, langkah Tifatul sebagai Menkominfo untuk mengesahkan RPP Penyadapan juga dinilai terlalu aktif. Padahal secara subtansi RPP penyadapan lebih banyak mengatur soal hak asasi manusia dan aturan-aturan hukum teknis.
"RPP Penyadapan itu bukan soal komunikasi biasa. Lebih banyak masalah hak asasi manusia yang masuk ranah Menkum HAM bukan Menkominfo," tandasnya.
(ape/lom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 13/02/2012 22:45 WIB
Rosa 'Bernyanyi' Berbagai Macam Proyek Nazaruddin
-
Senin, 13/02/2012 22:14 WIB
Tersangka Geng Cewek Bali Dibela 9 Pengacara
-
Senin, 13/02/2012 22:09 WIB
Direktur Keuangan Elnusa Divonis 8 Tahun Penjara
-
Senin, 13/02/2012 22:00 WIB
SBY: Keluarga Ibu Ani Hanya Nasabah, Tak Terkait Kasus Century
-
Senin, 13/02/2012 21:59 WIB
Soal Penuntasan Kasus Munir, SBY Serahkan ke MA
-
Senin, 13/02/2012 21:43 WIB
SBY: FPI Harus Bertanya Kenapa Bisa Ditolak di Kalteng?
-
Senin, 13/02/2012 17:42 WIB
Ditolak di Palangkaraya, FPI Polisikan Gubernur & Kapolda
-
Senin, 13/02/2012 20:47 WIB
Keluarga Nasrudin: Hanya Mukjizat yang Bisa Bebaskan Antasari
-
Senin, 13/02/2012 16:54 WIB
Dikecam Soal Deportasi Penghina Nabi Muhammad, Malaysia Membela Diri
-
603 Komentar
-
515 Komentar
-
448 Komentar
-
386 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 13/02/2012 13:30 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Demokrat di Ambang Kiamat
-
Senin, 13/02/2012 13:24 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Angie Membuka Pintu, Siapa Bakal Masuk
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 598.000
- Rp 1,404.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

