Kasus Century
Pramono Anung: Boediono & Sri Mulyani Nonaktif Imbauan Moral
Minggu, 20/12/2009 15:10 WIB
Jakarta -
Sekjen DPP PDIP Pramono Anung mengatakan, desakan terhadap Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani untuk nonaktif adalah imbauan moral. Tujuannya adalah bila keduanya diperiksa tidak ada beban psikologis bagi anggota Pansus Century.
Hal itu dikatakan Pramono seusai membuka acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PDIP Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Balai Shinta Gedung Wanitatama, di Jalan Laksda Adisucipto, Yogyakarta, Minggu (20/12/2009).
"Yang esensi adalah moral agar persoalan kasus Century betul-betul bisa digali lebih dalam tanpa ada beban psikologis bagi anggota pansus karena jabatan, siapapun yang diperiksa pansus," katanya.
Dia mengatakan, imbauan nonaktif terhadap Boediono dan Sri Mulyani itu sebenarnya adalah imbauan yang ditujukan tidak hanya kepada presiden saja, tapi juga kepada yang bersangkutan. Tujuannya agar saat diperiksa pansus seyogyanya tidak dalam jabatan yang ada.
Namun kalau SBY menolak, hal itu adalah kewenangan presiden. Sebenarnya dalam kasus ini adalah imbauan bukan keputusan. Kalau SBY menolak, itu adalah kewenangan presiden dan tidak diatur UUD dan UU yang mengatur pemberhentian seorang wapres maupun menteri.
Ini imbauan moral, karena imbauan terserah presiden mau menjalankan atau tidak. Kalau keputusan itu bersifat mengikat. Sanksinya masyarakat ingin menangkap persoalan ini.
"Kita fokus pada tanggungjawab siapa pengambil keputusan bailout dilakukan, pengambilan keputusan sudah benar, apakah memang betul dampaknya sistemis dan apa semua prosedur ada dasar hukumnya," terang pria yang menjabat Wakil Ketua DPR ini.
Menurutnya, dalam kasus Sri Mulyani dan Boediono semua pihak bisa mengambil pelajaran kasus Susno Duadji dan jaksa AH Ritonga. Pada saat keduanya diperiksa oleh Tim 8, keduanya mengundurkan diri.
"Jadi bukan hal baru dalam konteks ini. Meski ini hal yang tidak ada aturan mainnya tapi pernah dilakukan dan pernah terjadi di masyarakat," ungkap Pram, panggilan akrabnya.
Dia juga menyatakan, tidak setuju dengan adanya anggapan bila kasus Century itu karena ada kepentingan dari Partai Golkar. Sebab keputusan itu diambul bersama-sama oleh semua fraksi di DPR. Meski PDIP tidak menjadi inisiator, tapi PDIP menyepakati yang jadi pembahasan di pansus.
"Kalau ada anggapan jadi kepentingan Golkar, itu tidak benarlah. PDIP tak mau jadi pendorong atau stempel kepentingan Golkar. Yang paling utama atau esensi kasus ini adalah apa yang jadi kesalahan dalam kebijakan Century itu bisa diketahui publik dan yang salah harus bertanggung jawab," katanya.
Pram menegaskan, siapapun yang terperiksa atau jadi saksi, maka supaya pansus bisa berjalan baik dalam menggali data, maka yang bersangkutan non aktif dulu. "Ini juga sikap fraksi PDIP," pungkas Pram. (bgs/Rez)
Hal itu dikatakan Pramono seusai membuka acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PDIP Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Balai Shinta Gedung Wanitatama, di Jalan Laksda Adisucipto, Yogyakarta, Minggu (20/12/2009).
"Yang esensi adalah moral agar persoalan kasus Century betul-betul bisa digali lebih dalam tanpa ada beban psikologis bagi anggota pansus karena jabatan, siapapun yang diperiksa pansus," katanya.
Dia mengatakan, imbauan nonaktif terhadap Boediono dan Sri Mulyani itu sebenarnya adalah imbauan yang ditujukan tidak hanya kepada presiden saja, tapi juga kepada yang bersangkutan. Tujuannya agar saat diperiksa pansus seyogyanya tidak dalam jabatan yang ada.
Namun kalau SBY menolak, hal itu adalah kewenangan presiden. Sebenarnya dalam kasus ini adalah imbauan bukan keputusan. Kalau SBY menolak, itu adalah kewenangan presiden dan tidak diatur UUD dan UU yang mengatur pemberhentian seorang wapres maupun menteri.
Ini imbauan moral, karena imbauan terserah presiden mau menjalankan atau tidak. Kalau keputusan itu bersifat mengikat. Sanksinya masyarakat ingin menangkap persoalan ini.
"Kita fokus pada tanggungjawab siapa pengambil keputusan bailout dilakukan, pengambilan keputusan sudah benar, apakah memang betul dampaknya sistemis dan apa semua prosedur ada dasar hukumnya," terang pria yang menjabat Wakil Ketua DPR ini.
Menurutnya, dalam kasus Sri Mulyani dan Boediono semua pihak bisa mengambil pelajaran kasus Susno Duadji dan jaksa AH Ritonga. Pada saat keduanya diperiksa oleh Tim 8, keduanya mengundurkan diri.
"Jadi bukan hal baru dalam konteks ini. Meski ini hal yang tidak ada aturan mainnya tapi pernah dilakukan dan pernah terjadi di masyarakat," ungkap Pram, panggilan akrabnya.
Dia juga menyatakan, tidak setuju dengan adanya anggapan bila kasus Century itu karena ada kepentingan dari Partai Golkar. Sebab keputusan itu diambul bersama-sama oleh semua fraksi di DPR. Meski PDIP tidak menjadi inisiator, tapi PDIP menyepakati yang jadi pembahasan di pansus.
"Kalau ada anggapan jadi kepentingan Golkar, itu tidak benarlah. PDIP tak mau jadi pendorong atau stempel kepentingan Golkar. Yang paling utama atau esensi kasus ini adalah apa yang jadi kesalahan dalam kebijakan Century itu bisa diketahui publik dan yang salah harus bertanggung jawab," katanya.
Pram menegaskan, siapapun yang terperiksa atau jadi saksi, maka supaya pansus bisa berjalan baik dalam menggali data, maka yang bersangkutan non aktif dulu. "Ini juga sikap fraksi PDIP," pungkas Pram. (bgs/Rez)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 15:46 WIB
Bentrok Antarwarga di Ambon, 300 Rumah Terbakar & 5 Tewas
-
Sabtu, 11/02/2012 15:19 WIB
Laporan dari Roma
Indonesia Ruh Lukisan Maestro Romanis, Italia
-
Sabtu, 11/02/2012 15:14 WIB
Menhub: Rem Bus Blong, Bisa Jadi karena Uji Kelayakan Salah
-
Sabtu, 11/02/2012 15:08 WIB
Ruhut: Kunjungan Nasir Bukan Pengawasan, Tapi KKN!
-
Sabtu, 11/02/2012 15:06 WIB
Golkar Godok Lima Calon Cagub DKI, Diumumkan Pekan Depan
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 14:15 WIB
Warga Sweeping FPI, 2,5 Jam Bandara Palangkaraya Tak Beroperasi
-
Sabtu, 11/02/2012 10:29 WIB
Miliki Payudara Alami Ukuran 30L, Wanita Inggris Merana
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
229 Komentar
-
191 Komentar
-
177 Komentar
-
160 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

