Polri Serahkan Kasus Anggodo ke KPK
Senin, 21/12/2009 15:09 WIB
Jakarta -
Mabes Polri sempat menjerat 6 tuduhan kepada Anggodo Widjaja terkait percakapannya dengan sejumlah pejabat. Namun seluruh unsur yang disangkakan tidak dapat dipenuhi polri. Kasus Anggodo pun diserahkan ke KPK.
"Pokoknya kita serahkan. Sepenuhnya sudah kita katakan, ada enam kemungkinan konstruksi hukum yang kita tuduhkan, semuanya terpatahkan dengan unsur-unsurnya tidak terpenuhi," ujar Wakabareskrim Mabes Polri Irjen Pol Dikdik Mulyana Arief Mansyur di Mabes Polri, Jl Trunojoyo Jakarta Selatan, Senin (21/12/2009).
Dikdik menyampaikan hal ini ketika ditanyakan apakah keseluruhan kasus Anggodo diserahkan oleh polri kepada KPK.
Lebih lanjut Dikdik mengatakan, polri sebenarnya bukan melimpahkan kasus kepada KPK namun memberikan kesempatan kepada KPK untuk menyelidiki kasus Anggodo. Alasannya, kata Dikdik, pidana umum yang coba dijerat ke Anggodo tidak mampu dibuktikan oleh penyidik polri.
"Kita secara terbuka sudah paparan disemua pihak, tidak ada yang bisa dipersangkakan kepada yang bersangkutan," terang jenderal bintang dua tersebut.
Polri, kata Dikdik, sangat mengapresiasi terkait kesedian KPK mengusut kasus Anggodo. Apabila berhasil, maka hal tersebut menurut Dikdik adalah keberhasilan negara.
"Karena itu juga termasuk prestasi negara, kita termasuk didalamnya," tandas mantan kapolda Kepulauan Riau tersebut.
(ddt/ndr)
"Pokoknya kita serahkan. Sepenuhnya sudah kita katakan, ada enam kemungkinan konstruksi hukum yang kita tuduhkan, semuanya terpatahkan dengan unsur-unsurnya tidak terpenuhi," ujar Wakabareskrim Mabes Polri Irjen Pol Dikdik Mulyana Arief Mansyur di Mabes Polri, Jl Trunojoyo Jakarta Selatan, Senin (21/12/2009).
Dikdik menyampaikan hal ini ketika ditanyakan apakah keseluruhan kasus Anggodo diserahkan oleh polri kepada KPK.
Lebih lanjut Dikdik mengatakan, polri sebenarnya bukan melimpahkan kasus kepada KPK namun memberikan kesempatan kepada KPK untuk menyelidiki kasus Anggodo. Alasannya, kata Dikdik, pidana umum yang coba dijerat ke Anggodo tidak mampu dibuktikan oleh penyidik polri.
"Kita secara terbuka sudah paparan disemua pihak, tidak ada yang bisa dipersangkakan kepada yang bersangkutan," terang jenderal bintang dua tersebut.
Polri, kata Dikdik, sangat mengapresiasi terkait kesedian KPK mengusut kasus Anggodo. Apabila berhasil, maka hal tersebut menurut Dikdik adalah keberhasilan negara.
"Karena itu juga termasuk prestasi negara, kita termasuk didalamnya," tandas mantan kapolda Kepulauan Riau tersebut.
(ddt/ndr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 03:12 WIB
10 Korban Tragedi Bus Karunia Bakti Luka Berat, Mayoritas Patah Tulang
-
Minggu, 12/02/2012 02:19 WIB
Polisi Libatkan Saksi Ahli dalam Pengukuran Kecepatan Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 01:19 WIB
Banjir Rendam Komplek Dosen IKIP Jatibening Bekasi
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
439 Komentar
-
377 Komentar
-
348 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

