KPK Didesak Usut Century Mulai dari Pengawasan BI
Rabu, 23/12/2009 14:40 WIB
Jakarta -
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk tidak terlalu lama mengusut kasus Century. Pengusutan harus dilakukan secepatnya mulai dari tubuh Bank Indonesia (BI).
"Seharusnya KPK bergerak lebih cepat. Bisa dimulai dari tubuh BI sendiri," kata Sekjen TII Teten Masduki saat jumpa pers di kantor ICW, Jl Kalibata Raya, Jaksel, Rabu (23/12/2009).
Teten menyoroti fungsi pengawasan BI yang lemah. Kasus Bank Century yang merusak sistem perbankan di Indonesia terjadi karena bobroknya kinerja lembaga independen tersebut.
Beberapa indikasi dugaan korupsi yang berawal dari BI adalah pada proses merger Bank Century. "Bagaimana BI tidak tahu kalau aset Bank CIC itu rasio kecukupan modalnya minus 132?" tegasnya.
Pria pelontos ini juga mencontohkan, kasus yang terjadi dalam pemilihan Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur BI tidak terlepas dari keterlibatan pengusaha. Disebut-sebut ada keterlibata orang lain yang berkepentingan dengan BI untuk memenangkan Miranda.
"Pokoknya jangan sampai pejabat BI jadi peliharaan pengusaha," ungkapnya.
Menurut Teten, seharusnya Pansus Angket DPR juga lebih fokus pada perbaikan fungsi pengawasan BI. Bukan membahas penonaktifan pejabat tertentu.
"Sekarang terlihat DPR sibuk dalam persoalan nonaktif terhadap Sri Mulyani dan Boediono daripada memikirkan kepentingan rakyat," tutupnya.
(mad/irw)
"Seharusnya KPK bergerak lebih cepat. Bisa dimulai dari tubuh BI sendiri," kata Sekjen TII Teten Masduki saat jumpa pers di kantor ICW, Jl Kalibata Raya, Jaksel, Rabu (23/12/2009).
Teten menyoroti fungsi pengawasan BI yang lemah. Kasus Bank Century yang merusak sistem perbankan di Indonesia terjadi karena bobroknya kinerja lembaga independen tersebut.
Beberapa indikasi dugaan korupsi yang berawal dari BI adalah pada proses merger Bank Century. "Bagaimana BI tidak tahu kalau aset Bank CIC itu rasio kecukupan modalnya minus 132?" tegasnya.
Pria pelontos ini juga mencontohkan, kasus yang terjadi dalam pemilihan Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur BI tidak terlepas dari keterlibatan pengusaha. Disebut-sebut ada keterlibata orang lain yang berkepentingan dengan BI untuk memenangkan Miranda.
"Pokoknya jangan sampai pejabat BI jadi peliharaan pengusaha," ungkapnya.
Menurut Teten, seharusnya Pansus Angket DPR juga lebih fokus pada perbaikan fungsi pengawasan BI. Bukan membahas penonaktifan pejabat tertentu.
"Sekarang terlihat DPR sibuk dalam persoalan nonaktif terhadap Sri Mulyani dan Boediono daripada memikirkan kepentingan rakyat," tutupnya.
(mad/irw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 09/02/2012 11:24 WIB
Ratusan Siswa SDN di Garut Belajar di Tenda
-
Kamis, 09/02/2012 11:23 WIB
Politisi PD Sulut Siap Kembalikan Rp 100 Juta & BB ke Anas
-
Kamis, 09/02/2012 11:22 WIB
Gunung Ijen Turun Status dari Siaga ke Waspada
-
Kamis, 09/02/2012 11:20 WIB
BK DPR: Penyidik KPK Kumpulkan Data Proyek Ruang Banggar Rp 20 M
-
Kamis, 09/02/2012 11:09 WIB
Pencuri Motor Ditembak Polisi di Duren Sawit
-
Kamis, 09/02/2012 10:05 WIB
Dewan Kehormatan PD Akan Proses Teguran BK terhadap Ruhut
-
Kamis, 09/02/2012 06:42 WIB
Iran akan Serbu Fasilitas AS di Seluruh Dunia Jika Diserang
-
Kamis, 09/02/2012 10:08 WIB
Deklarator PD: Harusnya Bhatoegana dan Ruhut yang Dipecat, Bukan Anas!
-
Kamis, 09/02/2012 09:17 WIB
ABG yang Tewas di Kebayoran Akibat Dibekap Bantal Kakak Sendiri
-
229 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
166 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 862.000
- Rp 1,419.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_2.gif)


Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

