KPK: Survei Integritas Bukan Menyudutkan Polri

Aprizal Rahmatullah - detikNews
Rabu, 23/12/2009 18:22 WIB
Jakarta - KPK menegaskan survei integritas yang dirilis mereka bukan untuk membidik instansi tertentu. Dengan adanya survei tersebut, semua instansi harus bisa memperbaiki.

"Bukan untuk menyudutkan Polri, tapi ini PR bersama bangsa. Masyakat yang tidak puas harus kita layani dengan baik," kata Wakil Ketua KPK M Jasin usai bedah buku 'Korupsi di Daerah' di Warung Daun, Jl Cikini, Jakarta, Rabu (23/12/2009).

Jasin menjelaskan, KPK percaya semua institusi termasuk kepolisian bisa menanggapi positif survei integritas tersebut. KPK tidak memiliki sedikit pun niat untuk menyudutkan salah satu instansi.

"Kita hanya melalui pengukuran ilmiah. Survei itu kan bukan KPK yang ngomong tapi berdasarkan masyarakat. Yang secara nyata-nyata mengurus pelayanan publik tertentu sesuai dengan pengalamannya," jelasnya.

Menurut Jasin, peluncuran survei integritas merupakan hal yang biasa dilakukan dan tidak perlu diributkan. Bahkan, sebagian instansi sudah banyak yang melakukan perbaikan karena hasil survei tersebut.

"Ini kan sifatnya pencegahan. Seperti yang kita lakukan pada Depkeu, itu kan nilainya rendah. Imigrasi juga rendah, kemudian LP juga rendah. Instansi mana pun akan welcome dan akan melakukan perbaikan," imbuhnya.

Jasin mengatakan masyarakat yang menilai hingga menempatkan polisi dalam urutan kedua terendah. "Masyakat yang kurang puas. Harus dilayani dengan baik. Dimana letak ketidakpuasan masyarakat, itu harus kita gali bersama," terangnya.

Menurutnya kepolisian harus memperbaiki pelayanan dan KPK menjadi pendorong. Masyarakat masih menilai layanan publik di kepolisian masih terdapat banyak masalah.

"Pelayanan publik itu seperti layanan SIM, bagaimana supaya antreannya urut, tidak ada biaya tambahan," pungkasnya.

Sebelumnya, KPK merilis survei integritas publik yang menempatkan kepolisian menempati urutan kedua terendah setelah Departemen Perindustrian. Polri sendiri mengaku enggan berkomentar terkait hal tersebut karena belum mendapatkan data dari KPK.

(ape/fay)

Share:

Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel