Kibarkan Bendera Koyak
Tokoh Masyarakat Riau Desak Sekwan DPRD Riau Dicopot
Rabu, 23/12/2009 19:41 WIB
dok detikcom
Pekanbaru -
Meski sudah diganti, kasus pengibaran Bendera Merah Putih yang koyak di DPRD Riau terus menuai protes keras tokoh masyarakat Riau. Mereka mendesak agar Sekretrasi Dewan (Sekwan) yang paling bertanggungjawab dalam masalah ini segera dicopot.
"Saya membaca di media massa soal bendera koyak itu. Jujur saya katakan, darah saya mendidih. Ini benar-benar penghinaan terhadap bangsa dan negara. Darah dan nyawa taruhan untuk Merah Putih. Mengapa justru lembaga negara kita sendiri yang melecehkan merah putih itu. Copot saja Sekwan-nya, dia paling bertanggungjawab dalam masalah ini," kata Ketua Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR), Abbas Jamil dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (23/12/2009).
Menurut mantan pejuang 45 ini, sekalipun hal itu bukan unsur kesengajaan, namun bukan berarti hal itu dapat dibiarkan begitu saja. Harus ada tindakan tegas atas keteledoran yang menghina simbol perjuangan rakyat Indonesia.
"Mungkin perjuangan saya baru setitik untuk bangsa dan negara ini. Tapi ketika Merah Putih dihina saya sakit hati melihat bendera koyak berkibar di gedung DPRD Riau. Perlu diingat, Merah Putih itu harga diri kita, jangan main-main dalam masalah ini," kata Kolonel Purnawirawan TNI AD itu.
Sekalipun kini bendera koyak itu telah diganti, menurut Abbas Jamil yang pernah ikut bertempur melawan Belanda di Sumatera Barat itu, harus ada sanksi tegas atas pelecehan tersebut. Dia mendesak, kepada Pemprov Riau untuk mencopot Sekwan DPRD Riau, Najief Soesila Dharma.
"Tidak cukup hanya bendera diganti begitu saja, harus ada pencopotan terhadap Sekwan. Kita juga kecewa dengan anggota DPRD Riau yang tidak mengetahui bendera itu sudah koyak namun tetap dikibarkan," kata Abbas.
Dia menyebut, dalam masalah ini, FKPMR sudah mendapat telepon dari sejumlah lembaga bantuan hukum di Riau. Lembaga bantuan hukum meminta dukungan FKPMR untuk melakukan gugatan terhadap DPD Riau atas kasus pengibaran bendera koyak itu.
"Dan saya katakan, kami dari FKPMR siap mendukung langkah yang akan diajukan para lembaga bantuan hukum itu," kata Abbas Jamil.
Gugatan itu perlu dilakukan, katanya, agar kedepan institusi pemerintah atau lembaga apapun di negara ini, untuk menghormati simbol negara yang dulunya diperjuangkan dengan darah dan air mata. "Gugatan itu perlu dilakukan, agar siapapun dia, jangan main-main dengan Merah Putih," tegas Abbas Jamil.
(cha/djo)
"Saya membaca di media massa soal bendera koyak itu. Jujur saya katakan, darah saya mendidih. Ini benar-benar penghinaan terhadap bangsa dan negara. Darah dan nyawa taruhan untuk Merah Putih. Mengapa justru lembaga negara kita sendiri yang melecehkan merah putih itu. Copot saja Sekwan-nya, dia paling bertanggungjawab dalam masalah ini," kata Ketua Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR), Abbas Jamil dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (23/12/2009).
Menurut mantan pejuang 45 ini, sekalipun hal itu bukan unsur kesengajaan, namun bukan berarti hal itu dapat dibiarkan begitu saja. Harus ada tindakan tegas atas keteledoran yang menghina simbol perjuangan rakyat Indonesia.
"Mungkin perjuangan saya baru setitik untuk bangsa dan negara ini. Tapi ketika Merah Putih dihina saya sakit hati melihat bendera koyak berkibar di gedung DPRD Riau. Perlu diingat, Merah Putih itu harga diri kita, jangan main-main dalam masalah ini," kata Kolonel Purnawirawan TNI AD itu.
Sekalipun kini bendera koyak itu telah diganti, menurut Abbas Jamil yang pernah ikut bertempur melawan Belanda di Sumatera Barat itu, harus ada sanksi tegas atas pelecehan tersebut. Dia mendesak, kepada Pemprov Riau untuk mencopot Sekwan DPRD Riau, Najief Soesila Dharma.
"Tidak cukup hanya bendera diganti begitu saja, harus ada pencopotan terhadap Sekwan. Kita juga kecewa dengan anggota DPRD Riau yang tidak mengetahui bendera itu sudah koyak namun tetap dikibarkan," kata Abbas.
Dia menyebut, dalam masalah ini, FKPMR sudah mendapat telepon dari sejumlah lembaga bantuan hukum di Riau. Lembaga bantuan hukum meminta dukungan FKPMR untuk melakukan gugatan terhadap DPD Riau atas kasus pengibaran bendera koyak itu.
"Dan saya katakan, kami dari FKPMR siap mendukung langkah yang akan diajukan para lembaga bantuan hukum itu," kata Abbas Jamil.
Gugatan itu perlu dilakukan, katanya, agar kedepan institusi pemerintah atau lembaga apapun di negara ini, untuk menghormati simbol negara yang dulunya diperjuangkan dengan darah dan air mata. "Gugatan itu perlu dilakukan, agar siapapun dia, jangan main-main dengan Merah Putih," tegas Abbas Jamil.
(cha/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 04:17 WIB
Detik-detik Tabrakan Maut di Cisarua: Penjual Bakso Terpental ke Jurang
-
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
-
Sabtu, 11/02/2012 02:47 WIB
Jasa Raharja Santuni Korban Tewas Kecelakaan Bus Maut Rp 25 Juta
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 02:04 WIB
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak Pukul 2 Dini Hari
-
Sabtu, 11/02/2012 04:17 WIB
Detik-detik Tabrakan Maut di Cisarua: Penjual Bakso Terpental ke Jurang
-
Sabtu, 11/02/2012 01:33 WIB
Kesaksian Penumpang Bus Maut: Saya Hanya Bisa Teriak dan Berdoa
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

