Infotainment Ghibah Marak Karena Penonton Tak Punya Pilihan
Sabtu, 26/12/2009 12:35 WIB
Jakarta -
Infotainment yang bersifat ghibah menjamur dan dilahap pasar. Hal ini terjadi karena penonton tak punya pilihan.
"Kalau infotainment sifatnya memberikan info yang mencerdaskan bangsa dan yang mengibur masyarakat silakan saja. Tapi sekarang ini infotainment tidak informatif dan menghibur," ujar anggota Dewan Pers Abdullah Alamudi ketika berbincang dengan detikcom, Jumat (25/12/2009) malam.
Dia pun mencontohkan program infotainment yang menghibur seperti Republik Mimpi. Alamudi mengatakan hendaknya infotainment tidak mengungkap masalah keluarga yang berkaitan dengan aib. Seperti kawin cerai artis, atau siapa berpacaran dengan siapa, siapa berselingkuh dengan siapa.
"Infotainment yang isinya seperti itu tidak mencerdaskan bangsa dan masyarakat dan tidak ada nilai kepentingan umumnya," tukas dia.
Kondisi infotainment yang bersifat ghibah itu diperparah dengan sistem infotainment yang umumnya dipesan stasiun TV kepada rumah produksi. Alhasil, yang mengerjakan berita infotainment pun karyawan rumah produksi itu, bukan stasiun media yang menayangkan acaranya. Sifat pekerjanya lebih banyak outsourcing dan minim pengetahuan etika jurnalistik.
Lantas kenapa infotainment malah marak dan dilahap masyarakat?
"Soalnya masyarakat tidak punya pilihan. Setiap ada infotainment, yang lain membuat program yang serupa, kan latah. Kalau satu stasiun bikin program yang beruntun yang lain pada ikut-ikutan," tuturnya.
Masyarakat yang risih dengan infotainment yang tidak mendidik, disarankan Alamudi untuk bisa protes ke Dewan Pers, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) atau media yang menayangkan infotainment itu.
Namun, Abdullah menilai terlalu dini jika infotainment dilarang, kendati banyak melanggar kaidah jurnalistik. "Infotainment barangkali tidak perlu dilarang. Yang penting diarahkan supaya lebih banyak informasi dan hiburan yang berguna buat masyarakat," tandas Alamudi. (nwk/fay)
"Kalau infotainment sifatnya memberikan info yang mencerdaskan bangsa dan yang mengibur masyarakat silakan saja. Tapi sekarang ini infotainment tidak informatif dan menghibur," ujar anggota Dewan Pers Abdullah Alamudi ketika berbincang dengan detikcom, Jumat (25/12/2009) malam.
Dia pun mencontohkan program infotainment yang menghibur seperti Republik Mimpi. Alamudi mengatakan hendaknya infotainment tidak mengungkap masalah keluarga yang berkaitan dengan aib. Seperti kawin cerai artis, atau siapa berpacaran dengan siapa, siapa berselingkuh dengan siapa.
"Infotainment yang isinya seperti itu tidak mencerdaskan bangsa dan masyarakat dan tidak ada nilai kepentingan umumnya," tukas dia.
Kondisi infotainment yang bersifat ghibah itu diperparah dengan sistem infotainment yang umumnya dipesan stasiun TV kepada rumah produksi. Alhasil, yang mengerjakan berita infotainment pun karyawan rumah produksi itu, bukan stasiun media yang menayangkan acaranya. Sifat pekerjanya lebih banyak outsourcing dan minim pengetahuan etika jurnalistik.
Lantas kenapa infotainment malah marak dan dilahap masyarakat?
"Soalnya masyarakat tidak punya pilihan. Setiap ada infotainment, yang lain membuat program yang serupa, kan latah. Kalau satu stasiun bikin program yang beruntun yang lain pada ikut-ikutan," tuturnya.
Masyarakat yang risih dengan infotainment yang tidak mendidik, disarankan Alamudi untuk bisa protes ke Dewan Pers, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) atau media yang menayangkan infotainment itu.
Namun, Abdullah menilai terlalu dini jika infotainment dilarang, kendati banyak melanggar kaidah jurnalistik. "Infotainment barangkali tidak perlu dilarang. Yang penting diarahkan supaya lebih banyak informasi dan hiburan yang berguna buat masyarakat," tandas Alamudi. (nwk/fay)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 19:02 WIB
Belum Diamankan, Kondektur Bus Karunia Bakti Masih Jalani Rawat Jalan
-
Sabtu, 11/02/2012 18:12 WIB
Keluarga Tersangka Geng Cewek Bali Bakal Minta Maaf Ke Publik
-
Sabtu, 11/02/2012 17:42 WIB
Hari Raya Kuningan, Pura-Pura Besar di Bali Dipadati Warga
-
Sabtu, 11/02/2012 17:35 WIB
Korban: Sebelum Jatuh, Sopir Teriak Rem Blong
-
Sabtu, 11/02/2012 17:32 WIB
Lika-liku Pengejaran 12 Tahanan Polsek Cempaka Putih
-
Sabtu, 11/02/2012 14:15 WIB
Warga Sweeping FPI, 2,5 Jam Bandara Palangkaraya Tak Beroperasi
-
Sabtu, 11/02/2012 17:47 WIB
Keluarga Tersangka Geng Cewek Bali Bakal Minta Maaf Ke Publik
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
304 Komentar
-
229 Komentar
-
191 Komentar
-
177 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

