Pengedar Uang Palsu Dibekuk
Sabtu, 26/12/2009 16:14 WIB
Jakarta -
Peredaran uang palsu kian marak. Suhendra, pengedar uang palsu ditangkap kepolisian di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Sebanyak Rp 6,1 juta uang palsu disita.
Demikian keterangan yang disampaikan Kapolsek Jagakarasa, Kompol Udik Tanang, kepada wartawan, Sabtu (26/12/2009).
Udik mengatakan, Suhendra tepatnya ditangkap di Jalan Nangka, Tanjung Barat, Jakarta Selatan pada 25 Desember 2009 pukul 17.00 WIB. Saat dibekuk, Suhendra membawa 26 lembar uang Rp 50 ribu dan 15 lembar uang Rp 20 ribu.
Suhendra lalu dibawa ke kediamannya di Gang Cemara, Srengseng sawah, Jakarta Selatan. Di rumah itu, ditemukan 47 lembar uang Rp 50 ribu dan 100 lembar uang Rp 20 ribu. Jadi total uang palsu yang disita sebesar Rp 6,1 juta.
Polisi juga mengamankan 1 set komputer, 1 scanner, 3 printer, 5 botol tinta, 1 alat sablon, 1 tas hitam berisi kertas putih.
"Informasi awal berdasarkan keterangan warga yang sudah banyak menemukan uang palsu. Menurut pengakuan tersangka, uang ini digunakan secara pribadi untuk belanja sehari-hari. Sekarang masih kita kembangkan apakah tersangka sindikat atau bukan." kata Udik
Menurut dia, tidak ada uang palsu dalam bentuk dollar. Suhendra baru mencetak uang palsu belum genap 1 tahun.
Suhendra dikenai pasal 244 tentang pembuatan uang palsu, pasal 245 tentang pengedaran uang palsu dengan ancaman 15 tahun penjara.
"Sampai sekarang peredaraanya masih sebatas di Jakarta," kata Udik.
(aan/djo)
Demikian keterangan yang disampaikan Kapolsek Jagakarasa, Kompol Udik Tanang, kepada wartawan, Sabtu (26/12/2009).
Udik mengatakan, Suhendra tepatnya ditangkap di Jalan Nangka, Tanjung Barat, Jakarta Selatan pada 25 Desember 2009 pukul 17.00 WIB. Saat dibekuk, Suhendra membawa 26 lembar uang Rp 50 ribu dan 15 lembar uang Rp 20 ribu.
Suhendra lalu dibawa ke kediamannya di Gang Cemara, Srengseng sawah, Jakarta Selatan. Di rumah itu, ditemukan 47 lembar uang Rp 50 ribu dan 100 lembar uang Rp 20 ribu. Jadi total uang palsu yang disita sebesar Rp 6,1 juta.
Polisi juga mengamankan 1 set komputer, 1 scanner, 3 printer, 5 botol tinta, 1 alat sablon, 1 tas hitam berisi kertas putih.
"Informasi awal berdasarkan keterangan warga yang sudah banyak menemukan uang palsu. Menurut pengakuan tersangka, uang ini digunakan secara pribadi untuk belanja sehari-hari. Sekarang masih kita kembangkan apakah tersangka sindikat atau bukan." kata Udik
Menurut dia, tidak ada uang palsu dalam bentuk dollar. Suhendra baru mencetak uang palsu belum genap 1 tahun.
Suhendra dikenai pasal 244 tentang pembuatan uang palsu, pasal 245 tentang pengedaran uang palsu dengan ancaman 15 tahun penjara.
"Sampai sekarang peredaraanya masih sebatas di Jakarta," kata Udik.
(aan/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 00:56 WIB
Cari Penyebab Kecelakaan, KNKT Terjun Langsung Ke Cisarua
-
Sabtu, 11/02/2012 00:52 WIB
Kecelakaan Maut di Puncak
Sopir Bus Bernama Lukman Iskandar, Nasibnya Belum Jelas
-
Sabtu, 11/02/2012 00:52 WIB
Laporan dari Den Haag
Wartawan Rakyat Merdeka Tutup Usia di Belanda
-
Sabtu, 11/02/2012 00:52 WIB
Kecelakaan Maut di Puncak
Jalur ke Arah Puncak dari Jakarta Ditutup untuk Kepentingan Evakuasi
-
Sabtu, 11/02/2012 00:15 WIB
Kecelakaan Maut di Puncak
Sopir Bus Karunia Bakti Misterius, Diduga Terjepit
-
Sabtu, 11/02/2012 00:15 WIB
Sopir Bus Karunia Bakti Misterius, Diduga Terjepit
-
Jumat, 10/02/2012 22:57 WIB
Kronologi Kecelakaan Bus Maut di Puncak Bogor
-
Jumat, 10/02/2012 21:30 WIB
Ini Dia Kendaraan yang Diseruduk Bus Karunia Bakti di Puncak
-
Jumat, 10/02/2012 23:13 WIB
Korban Tewas Kecelakaan Maut Bertambah Jadi 14 Orang
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

