Telantarkan 4 Anak, Dadan-Yanti Sering Membuat Masalah
Sabtu, 26/12/2009 18:03 WIB
Rumah Dadan-Yanti (Foto: Moksa H/Detikcom
Depok -
Dadan dan Yanti, suami istri warga Sukmajaya, Depok, yang menelantarkan 4 anaknya, belum diketahui keberadaannya. Menurut tetangga, pasangan suami istri tersebut memang kerap bermasalah.
Informasi mengenai tabiat Dadan dan Yanti itu diungkapkan, Sadianto (35), salah satu tetangga pasangan tersebut. Sadianto tinggal di rumah petak di sebelah rumah petak yang dikontrak Dadan, Jl SMP Segara RT 003/001, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sukmajaya, Depok.
Sadianto menuturkan, Dadan menjadi tetangganya sejak 3 Desember 2009 lalu. Saat pertama kali mengontrak, Dadan bersama keempat anaknya, Windy (8), Rizki (5), Lina (3) dan seorang bayi perempuan (4 bulan). Istrinya, Yanti, baru datang seminggu kemudian.
Menurut Sadianto, Dadan bekerja sebagai sopir angkot. Pria tersebut jarang terlihat sebab pulangnya selalu larut malam. Meski agak tertutup, Dadan selalu membalas sapaan warga.
"Saya juga tidak pernah mendengar mereka bertengkar. Hubungan Dadan dan keluarganya, termasuk anak-anak, wajar saja. Dia tidak pernah marah-marah yang berlebih," ungkap Sadianto, Sabtu (26/12/2009).
Sampai akhirnya pada tanggal 14 Desember 2009, datang seorang pegawai sebuah Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) ke rumah pasangan tersebut, sekitar pukul 11.00 WIB. Namun entah mengapa, melihat kedatangan pegawai PJTKI itu Yanti pergi lewat pintu belakang. Sedangkan Dadan masih bekerja.
Meski tak ditemui tuan rumah, pegawai PJTKI tidak langsung pergi. Dia memilih untuk tetap tinggal dan menunggu Dadan. Penantiannya tidak sia-sia. Sebab tak lama kemudian Dadan pulang.
"Tapi saat melihat pegawai PJTKI itu Dadan juga pergi. Ada tetangga yang melihat Dadan jalan dengan tergesa-gesa," ujar Sadianto.
Menurut Sadianto, melihat sikap Dadan dan Yanti yang janggal itu, para tetangga kemudian mencoba bertanya pada pegawai PJTKI tersebut. Akhirnya pegawai PJTKI itu mengatakan pihaknya telah memberikan uang Rp 4 juta kepada Yanti. Uang tersebut sebagai uang tinggal karena Yanti akan bekerja di luar negeri.
Namun kenyataannya, setelah mendapatkan uang itu, Yanti tak juga bersedia berangkat. Karena itulah akhirnya pihak PJTKI berinisiatif mendatangi rumahnya.
"Mungkin Dadan dan Yanti takut uangnya ditagih kembali," ujar Sadianto.
Pasca kepergian Dadan dan Yanti, sambung Sadianto, warga terpaksa merawat keempat anak pasangan tersebut. Mereka bergotong-royong mengumpulkan dana untuk memberi makan dan susu kepada anak-anak tersebut. Beruntung anak bungsu pasangan itu yang masih bayi tidak rewel.
Dikatakan Sadianto, sebenarnya seorang pria yang mengaku kerabat Dadang pernah datang menengok keempatnya. Pria tersebut mengaku akan mengambil anak-anak Dadan. Namun setelah duduk persoalan yang menyebabkan Dadan dan Yanti pergi, pria tersebut tak jadi membawa pergi anak-anak Dadan.
"Dadan memang biasa menipu. Jadi tidak heran kalau keempat anaknya terlantar seperti ini," ujar Sadianto, menirukan omongan kerabat Dadan tersebut.
Sadianto yakin Dadan dan Yanti belum pergi jauh. Sebab beberapa waktu lalu, Yanti masih terlihat di sekitar daerah itu.
"Bahkan belum lama ada wanita yang datang kemari. Namun saat tahu anak-anak sudah dibawa ke Panti Asuhan, wanita itu buru-buru pergi. Mungkin wanita itu disuruh Yanti untuk menengok anak-anaknya," ujar Sadianto.
Sudianto mengatakan, warga setempat merasa kehilangan keempat bocah tak berdosa itu. Sebab sebelum dibawa ke Panti Asuhan, mereka sudah terlanjur dekat.
Pantauan detikcom, rumah kontrakan Dadan dan Yanti cukup sederhana. Kontrakan tersebut berukuran sekitar 3 X 8 meter. Bagian dalamnya terdiri dari 3 sekat, yakni ruang tamu, kamar tidur dan dapur.
Melalui kaca jendela, tidak terlihat aneka barang-barang atau perabotan rumah tangga di dalam rumah bercat biru muda itu. Hanya ada sebuah sebuah lemari pakaian kayu yang sudah usang dan dispenser air mineral.
Warga setempat mengaku tidak mengenal dengan baik siapa Dadan dan Yanti. Mereka hanya tahu, Dadan berasal dari Citeureup, Bogor. (djo/fay)
Informasi mengenai tabiat Dadan dan Yanti itu diungkapkan, Sadianto (35), salah satu tetangga pasangan tersebut. Sadianto tinggal di rumah petak di sebelah rumah petak yang dikontrak Dadan, Jl SMP Segara RT 003/001, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sukmajaya, Depok.
Sadianto menuturkan, Dadan menjadi tetangganya sejak 3 Desember 2009 lalu. Saat pertama kali mengontrak, Dadan bersama keempat anaknya, Windy (8), Rizki (5), Lina (3) dan seorang bayi perempuan (4 bulan). Istrinya, Yanti, baru datang seminggu kemudian.
Menurut Sadianto, Dadan bekerja sebagai sopir angkot. Pria tersebut jarang terlihat sebab pulangnya selalu larut malam. Meski agak tertutup, Dadan selalu membalas sapaan warga.
"Saya juga tidak pernah mendengar mereka bertengkar. Hubungan Dadan dan keluarganya, termasuk anak-anak, wajar saja. Dia tidak pernah marah-marah yang berlebih," ungkap Sadianto, Sabtu (26/12/2009).
Sampai akhirnya pada tanggal 14 Desember 2009, datang seorang pegawai sebuah Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) ke rumah pasangan tersebut, sekitar pukul 11.00 WIB. Namun entah mengapa, melihat kedatangan pegawai PJTKI itu Yanti pergi lewat pintu belakang. Sedangkan Dadan masih bekerja.
Meski tak ditemui tuan rumah, pegawai PJTKI tidak langsung pergi. Dia memilih untuk tetap tinggal dan menunggu Dadan. Penantiannya tidak sia-sia. Sebab tak lama kemudian Dadan pulang.
"Tapi saat melihat pegawai PJTKI itu Dadan juga pergi. Ada tetangga yang melihat Dadan jalan dengan tergesa-gesa," ujar Sadianto.
Menurut Sadianto, melihat sikap Dadan dan Yanti yang janggal itu, para tetangga kemudian mencoba bertanya pada pegawai PJTKI tersebut. Akhirnya pegawai PJTKI itu mengatakan pihaknya telah memberikan uang Rp 4 juta kepada Yanti. Uang tersebut sebagai uang tinggal karena Yanti akan bekerja di luar negeri.
Namun kenyataannya, setelah mendapatkan uang itu, Yanti tak juga bersedia berangkat. Karena itulah akhirnya pihak PJTKI berinisiatif mendatangi rumahnya.
"Mungkin Dadan dan Yanti takut uangnya ditagih kembali," ujar Sadianto.
Pasca kepergian Dadan dan Yanti, sambung Sadianto, warga terpaksa merawat keempat anak pasangan tersebut. Mereka bergotong-royong mengumpulkan dana untuk memberi makan dan susu kepada anak-anak tersebut. Beruntung anak bungsu pasangan itu yang masih bayi tidak rewel.
Dikatakan Sadianto, sebenarnya seorang pria yang mengaku kerabat Dadang pernah datang menengok keempatnya. Pria tersebut mengaku akan mengambil anak-anak Dadan. Namun setelah duduk persoalan yang menyebabkan Dadan dan Yanti pergi, pria tersebut tak jadi membawa pergi anak-anak Dadan.
"Dadan memang biasa menipu. Jadi tidak heran kalau keempat anaknya terlantar seperti ini," ujar Sadianto, menirukan omongan kerabat Dadan tersebut.
Sadianto yakin Dadan dan Yanti belum pergi jauh. Sebab beberapa waktu lalu, Yanti masih terlihat di sekitar daerah itu.
"Bahkan belum lama ada wanita yang datang kemari. Namun saat tahu anak-anak sudah dibawa ke Panti Asuhan, wanita itu buru-buru pergi. Mungkin wanita itu disuruh Yanti untuk menengok anak-anaknya," ujar Sadianto.
Sudianto mengatakan, warga setempat merasa kehilangan keempat bocah tak berdosa itu. Sebab sebelum dibawa ke Panti Asuhan, mereka sudah terlanjur dekat.
Pantauan detikcom, rumah kontrakan Dadan dan Yanti cukup sederhana. Kontrakan tersebut berukuran sekitar 3 X 8 meter. Bagian dalamnya terdiri dari 3 sekat, yakni ruang tamu, kamar tidur dan dapur.
Melalui kaca jendela, tidak terlihat aneka barang-barang atau perabotan rumah tangga di dalam rumah bercat biru muda itu. Hanya ada sebuah sebuah lemari pakaian kayu yang sudah usang dan dispenser air mineral.
Warga setempat mengaku tidak mengenal dengan baik siapa Dadan dan Yanti. Mereka hanya tahu, Dadan berasal dari Citeureup, Bogor. (djo/fay)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 17:42 WIB
Hari Raya Kuningan, Pura-Pura Besar di Bali Dipadati Warga
-
Sabtu, 11/02/2012 17:35 WIB
Korban: Sebelum Jatuh, Sopir Teriak Rem Blong
-
Sabtu, 11/02/2012 17:32 WIB
Lika-liku Pengejaran 12 Tahanan Polsek Cempaka Putih
-
Sabtu, 11/02/2012 17:24 WIB
Alasan SBY Tunjuk TB Silalahi Jadi Dewan Kehormatan Demokrat
-
Sabtu, 11/02/2012 17:21 WIB
Dewan Kehormatan PD Surati DPP Soal Kader-kadernya yang Layak Dipecat
-
Sabtu, 11/02/2012 14:15 WIB
Warga Sweeping FPI, 2,5 Jam Bandara Palangkaraya Tak Beroperasi
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 10:29 WIB
Miliki Payudara Alami Ukuran 30L, Wanita Inggris Merana
-
Sabtu, 11/02/2012 17:35 WIB
Korban: Sebelum Jatuh, Sopir Teriak Rem Blong
-
269 Komentar
-
229 Komentar
-
191 Komentar
-
177 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

