Menengok 'Ning', Penyu Hijau Raksasa yang Nyaris Punah
Minggu, 27/12/2009 06:21 WIB
Foto: Mega/detikcom
Sukabumi -
Suara hantaman ombak menggelegar memecah keheningan malam. Angin laut berhembus kencang merasuk ke dalam raga.
Temaram cahaya lampu senter menemani perjalanan di pesisir pantai yang gelap gulita. Kelembutan pasir pantai membuat setiap langkah lebih berat dibandingkan berjalan di tanah datar.
Sesosok makhluk dengan ukuran kurang lebih panjangnya 1 meter dengan lebar 50 cm terlihat sedang menggali pasir. Makhluk itu bernama Ning. Jangan berpikir bahwa Ning ini adalah manusia, tapi dia adalah seekor penyu hijau raksasa dengan berat badan sekitar 200 kg.
"Setiap penyu memang diberi nama. Untuk membedakannya bisa dilihat dari corak tempurung di mana setiap penyu memiliki ciri khas yang berbeda," ujar salah satu pemandu, Makmun (47) di Taman Pelestarian Penyu Pantai Pengumbahan, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (26//12/2009).
Ketika didekati, Ning ternyata sedang bertelur. Jumlah telurnya bisa mencapai seratusan butir. Wajahnya tampak letih, hembusan nafasnya terdengar jelas bahkan sesekali terlihat tetesan air mata mengalir di pipinya yang bersisik.
Seperempat tubuhnya terpendam, keempat kakinya tidak berhenti mengais pasir untuk membuat lubang berdiamater 25 cm dengan kedalaman rata-rata 50 cm. Usianya diperkirakan 80 tahun.
"Butuh waktu sekitar 2 jam untuk melakukan proses bertelur," kata Makmun.
Seratusan butir telur mirip dengan bola pingpong itu ditimbunnya di dalam kehangatan pasir yang berjarak sekitar 50 meter dari bibir pantai. Waktu yang dibutuhkan telur-telur itu untuk menetas berkisar 55 hingga 60 hari dengan suhu sekitar 27 hingga 30 derajat celcius.
"Hasil penetasan mencapai 90 persen tingkat keberhasilannya," ujar pria yang sudah 10 tahun mencermati siklus bertelurnya penyu.
Usai menjalani tugasnya sebagai induk, Ning kembali ke lautan lepas. Dia meninggalkan telur-telurnya kemudian menyerahkan sepenuhnya kepada alam dan takdir.
Penangkaran Telur Penyu
Keberadaan penyu hijau saat ini berada diambang kepunahan. Selain karena terancam oleh predator seperti biawak, burung laut dan ikan, hal yang paling mengancam keberadaan penyu-penyu itu adalah keserakahan manusia itu sendiri.
Sebagian masyarakat percaya telur penyu mampu meningkatkan stamina dan vitalitas. Daging penyu banyak dijadikan sup atau sate. Namun tanpa disadari, hal itu mengancam keberadaan penyu-penyu tersebut untuk terus berkembang biak.
Untuk menghindari ancaman itu, dibuatlah Taman Pelestarian Penyu Pengumbahan. Pusat konservasi yang baru satu tahun dikelola oleh Pemerintah Daerah Sukabumi ini menangkarkan telur-telur penyu agar terindar dari berbagai ancaman keberlangsungan kehidupan penyu hijau.
"Supaya menghindari predator, terutama manusia itu sendiri," tutup Makmun.
(mpr/mad)
Temaram cahaya lampu senter menemani perjalanan di pesisir pantai yang gelap gulita. Kelembutan pasir pantai membuat setiap langkah lebih berat dibandingkan berjalan di tanah datar.
Sesosok makhluk dengan ukuran kurang lebih panjangnya 1 meter dengan lebar 50 cm terlihat sedang menggali pasir. Makhluk itu bernama Ning. Jangan berpikir bahwa Ning ini adalah manusia, tapi dia adalah seekor penyu hijau raksasa dengan berat badan sekitar 200 kg.
"Setiap penyu memang diberi nama. Untuk membedakannya bisa dilihat dari corak tempurung di mana setiap penyu memiliki ciri khas yang berbeda," ujar salah satu pemandu, Makmun (47) di Taman Pelestarian Penyu Pantai Pengumbahan, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (26//12/2009).
Ketika didekati, Ning ternyata sedang bertelur. Jumlah telurnya bisa mencapai seratusan butir. Wajahnya tampak letih, hembusan nafasnya terdengar jelas bahkan sesekali terlihat tetesan air mata mengalir di pipinya yang bersisik.
Seperempat tubuhnya terpendam, keempat kakinya tidak berhenti mengais pasir untuk membuat lubang berdiamater 25 cm dengan kedalaman rata-rata 50 cm. Usianya diperkirakan 80 tahun.
"Butuh waktu sekitar 2 jam untuk melakukan proses bertelur," kata Makmun.
Seratusan butir telur mirip dengan bola pingpong itu ditimbunnya di dalam kehangatan pasir yang berjarak sekitar 50 meter dari bibir pantai. Waktu yang dibutuhkan telur-telur itu untuk menetas berkisar 55 hingga 60 hari dengan suhu sekitar 27 hingga 30 derajat celcius.
"Hasil penetasan mencapai 90 persen tingkat keberhasilannya," ujar pria yang sudah 10 tahun mencermati siklus bertelurnya penyu.
Usai menjalani tugasnya sebagai induk, Ning kembali ke lautan lepas. Dia meninggalkan telur-telurnya kemudian menyerahkan sepenuhnya kepada alam dan takdir.
Penangkaran Telur Penyu
Keberadaan penyu hijau saat ini berada diambang kepunahan. Selain karena terancam oleh predator seperti biawak, burung laut dan ikan, hal yang paling mengancam keberadaan penyu-penyu itu adalah keserakahan manusia itu sendiri.
Sebagian masyarakat percaya telur penyu mampu meningkatkan stamina dan vitalitas. Daging penyu banyak dijadikan sup atau sate. Namun tanpa disadari, hal itu mengancam keberadaan penyu-penyu tersebut untuk terus berkembang biak.
Untuk menghindari ancaman itu, dibuatlah Taman Pelestarian Penyu Pengumbahan. Pusat konservasi yang baru satu tahun dikelola oleh Pemerintah Daerah Sukabumi ini menangkarkan telur-telur penyu agar terindar dari berbagai ancaman keberlangsungan kehidupan penyu hijau.
"Supaya menghindari predator, terutama manusia itu sendiri," tutup Makmun.
(mpr/mad)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 03:12 WIB
10 Korban Tragedi Bus Karunia Bakti Luka Berat, Mayoritas Patah Tulang
-
Minggu, 12/02/2012 02:19 WIB
Polisi Libatkan Saksi Ahli dalam Pengukuran Kecepatan Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 01:19 WIB
Banjir Rendam Komplek Dosen IKIP Jatibening Bekasi
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
438 Komentar
-
376 Komentar
-
348 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

