Membongkar Gurita Cikeas
LKBN Antara Minta George Revisi Buku atau Disomasi
Selasa, 29/12/2009 08:04 WIB
Jakarta -
Buku 'Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Kasus Bank Century' menjadi bola panas di akhir tahun ini. Perum LKBN Antara menyiapkan langkah hukum somasi kepada George Junus Aditjondro yang dalam bukunya menuding kantor berita nasional itu mengalihkan sebagian dana PSO (Public Service Obligation) Antara untuk Bravo Media Centre (BMC).
”Itu sama sekali tidak benar, karena secara substansi dan teknis tidak mungkin pengalihan dana itu dilakukan. Kami minta Aditjondro merevisi buku itu dan meminta maaf karena telah menyebarkan informasi bohong dan menyesatkan. Kalau tidak, kami akan ambil langkah hukum somasi,” kata Dirut Perum LKBN Antara Dr Ahmad Mukhlis Yusuf dalam pernyataan tertulis yang diterima Selasa (29/12/2009).
Direksi LKBN Antara sudah membaca dan membahas substansi buku tersebut, khususnya yang terkait dalam tuduhan pemanfaatan PSO LKBN Antara untuk Bravo Media Center. George menulis bahwa separuh dari dana PSO LKBN Antara yang berjumlah Rp 40,6 miliar mengalir ke Bravo Media Center, salah satu tim kampanye SBY-Boediono. Direksi berkesimpulan informasi tiga halaman (hal 29-31) tersebut tidak ada kebenarannya alias fitnah belaka.
”Tidak ada uang satu sen pun yang dialihkan ke Bravo Media Center. Kalau uang miliaran rupiah itu betul dialihkan, wartawan dan karyawan Antara tidak gajian,” katanya.
Untuk itu, katanya, bagian hukum BUMN itu sedang menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan termasuk langkah hukum somasi. Antara menuntut Aditjondro minta maaf dan merevisi bukunya yang akan dilaunching pada akhir tahun ini.
Mukhlis menjelaskan mekanisme pencairan dana PSO ANTARA dilakukan sebagai pergantian biaya (reimbursement) atas sebagian dana operasianal Antara terhadap tema-tema liputan yang disepakati dengan penyelenggara negara setiap tahun. Jadi penggunaan dana PSO Antara tidak mungkin dialihkan".
Sudah Mengundurkan Diri
Pada kesempatan lain, Direktur Komersial dan IT Rully Ch Iswahyudi LKBN Antara menyatakan dirinya tidak pernah terlibat dalam pengelolaan Bravo Media Center saat Pilpres 2008. Sedangkan dalam keterkaitannya sebagai Tim Sukses SBY-Boediono, Rully sudah mengundurkan diri sebelum pelaksanaan kampanye Pilpres 2009. Hal itu sebagaimana tertuang dalam notulen Rapat Direksi pada 9 Juni 2009.
Dalam notulen tersebut dijelaskan bahwa Rapat mendengar penjelasan Direktur Komersial dan IT yang sedang cuti, dan secara khusus dipanggil mengikuti rapat guna diberitahukan hasil rapat dengan Dewan Pengawas yang meminta direksi menindaklanjuti status Direktur Komersial dan IT dalam tim sukses calon Presiden SBY-Boediono.
Direktur Komersial dan TI menyampaikan, belum mengetahui statusnya secara resmi di tim Kampanye SBY-Boediono, dan selanjutnya menanyakan hal itu kepada Ketua Tim, Hatta Rajasa, setelah itu akan menentukan sikap, apakah mundur dari Tim Kampanye SBY-Boediono atau mundur dari Direktur Komersial dan TI Perum LKBN Antara.
Setelah menghubungi Hatta Rajasa, Direktur Komersial dan TI memastikan bahwa ia terdaftar di tim kampanye SBY-Boediono, dan memutuskan akan mundur dari Tim Kampanye SBY-Boediono tersebut. Surat pengunduran dirinya dibuat segera, ditujukan kepada Ketua Tim Kampanye SBY-Boediono.
Ketua Serikat Pekerja Antara, Theo Yusuf, yang juga wartawan senior Antara menjelaskan bahwa tidak benar ada keresahan di kalangan wartawan seperti dinyatakan George Aditjondro dalam bukunya. "Karyawan dan wartawan mendukung langkah pembenahan manajemen yang sedang dilakukan Direksi sejak tahun 2007, dalam penataan SDM, penguatan sistem dan pembenahan bisnis perusahaaan", ujarnya.
(nrl/anw)
”Itu sama sekali tidak benar, karena secara substansi dan teknis tidak mungkin pengalihan dana itu dilakukan. Kami minta Aditjondro merevisi buku itu dan meminta maaf karena telah menyebarkan informasi bohong dan menyesatkan. Kalau tidak, kami akan ambil langkah hukum somasi,” kata Dirut Perum LKBN Antara Dr Ahmad Mukhlis Yusuf dalam pernyataan tertulis yang diterima Selasa (29/12/2009).
Direksi LKBN Antara sudah membaca dan membahas substansi buku tersebut, khususnya yang terkait dalam tuduhan pemanfaatan PSO LKBN Antara untuk Bravo Media Center. George menulis bahwa separuh dari dana PSO LKBN Antara yang berjumlah Rp 40,6 miliar mengalir ke Bravo Media Center, salah satu tim kampanye SBY-Boediono. Direksi berkesimpulan informasi tiga halaman (hal 29-31) tersebut tidak ada kebenarannya alias fitnah belaka.
”Tidak ada uang satu sen pun yang dialihkan ke Bravo Media Center. Kalau uang miliaran rupiah itu betul dialihkan, wartawan dan karyawan Antara tidak gajian,” katanya.
Untuk itu, katanya, bagian hukum BUMN itu sedang menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan termasuk langkah hukum somasi. Antara menuntut Aditjondro minta maaf dan merevisi bukunya yang akan dilaunching pada akhir tahun ini.
Mukhlis menjelaskan mekanisme pencairan dana PSO ANTARA dilakukan sebagai pergantian biaya (reimbursement) atas sebagian dana operasianal Antara terhadap tema-tema liputan yang disepakati dengan penyelenggara negara setiap tahun. Jadi penggunaan dana PSO Antara tidak mungkin dialihkan".
Sudah Mengundurkan Diri
Pada kesempatan lain, Direktur Komersial dan IT Rully Ch Iswahyudi LKBN Antara menyatakan dirinya tidak pernah terlibat dalam pengelolaan Bravo Media Center saat Pilpres 2008. Sedangkan dalam keterkaitannya sebagai Tim Sukses SBY-Boediono, Rully sudah mengundurkan diri sebelum pelaksanaan kampanye Pilpres 2009. Hal itu sebagaimana tertuang dalam notulen Rapat Direksi pada 9 Juni 2009.
Dalam notulen tersebut dijelaskan bahwa Rapat mendengar penjelasan Direktur Komersial dan IT yang sedang cuti, dan secara khusus dipanggil mengikuti rapat guna diberitahukan hasil rapat dengan Dewan Pengawas yang meminta direksi menindaklanjuti status Direktur Komersial dan IT dalam tim sukses calon Presiden SBY-Boediono.
Direktur Komersial dan TI menyampaikan, belum mengetahui statusnya secara resmi di tim Kampanye SBY-Boediono, dan selanjutnya menanyakan hal itu kepada Ketua Tim, Hatta Rajasa, setelah itu akan menentukan sikap, apakah mundur dari Tim Kampanye SBY-Boediono atau mundur dari Direktur Komersial dan TI Perum LKBN Antara.
Setelah menghubungi Hatta Rajasa, Direktur Komersial dan TI memastikan bahwa ia terdaftar di tim kampanye SBY-Boediono, dan memutuskan akan mundur dari Tim Kampanye SBY-Boediono tersebut. Surat pengunduran dirinya dibuat segera, ditujukan kepada Ketua Tim Kampanye SBY-Boediono.
Ketua Serikat Pekerja Antara, Theo Yusuf, yang juga wartawan senior Antara menjelaskan bahwa tidak benar ada keresahan di kalangan wartawan seperti dinyatakan George Aditjondro dalam bukunya. "Karyawan dan wartawan mendukung langkah pembenahan manajemen yang sedang dilakukan Direksi sejak tahun 2007, dalam penataan SDM, penguatan sistem dan pembenahan bisnis perusahaaan", ujarnya.
(nrl/anw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 09:55 WIB
Hakim Agung: Pura-pura Sakit Trik Menghindari Jeratan Pasal Korupsi
-
Sabtu, 11/02/2012 09:39 WIB
Sopir Sudah Tertangkap, Kernet Bus Maut Masih Buron
-
Sabtu, 11/02/2012 09:35 WIB
Sekjen PBB: Indonesia Berperan Penting dalam Isu Perubahan Iklim
-
Sabtu, 11/02/2012 09:29 WIB
KPK Ekspose Kasus Century Hingga Tengah Malam
-
Sabtu, 11/02/2012 09:03 WIB
Hakim Agung Artidjo: Tikus Koruptor Berkeliaran di Lingkaran Kekuasaan
-
Sabtu, 11/02/2012 05:44 WIB
Foto-foto Kecelakaan Maut di Cisarua
-
Sabtu, 11/02/2012 04:17 WIB
Detik-detik Tabrakan Maut di Cisarua: Penjual Bakso Terpental ke Jurang
-
Sabtu, 11/02/2012 08:43 WIB
Sopir Bus Maut Selamat, Loncat Sebelum Kecelakaan Terjadi
-
Sabtu, 11/02/2012 09:39 WIB
Sopir Sudah Tertangkap, Kernet Bus Maut Masih Buron
-
229 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

