PM Brown Kutuk Hukuman Mati Warga Inggris di China
Selasa, 29/12/2009 13:28 WIB
AFP
London -
Seorang warga negara Inggris, Akmal Shaikh dihukum mati di China. Perdana Menteri (PM) Inggris Gordon Brown pun mengecam keras langkah tersebut. Sebab pemerintah Inggris telah berulang kali mengajukan permintaan agar Shaikh diampuni.
Shaikh dihukum mati atas penyelundupan 4 kilogram heroin. Namun menurut keluarganya, Shaikh menderita kepribadian ganda sehingga dia tanpa disadari telah dibujuk melakukan kejahatan itu.
"Saya mengutuk eksekusi Akmal Shaikh sekeras-kerasnya, dan saya terkejut serta kecewa karena permohonan pengampunan dari kita yang terus-menerus tidak dikabulkan," ujar PM Brown dalam statemennya seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (29/12/2009).
"Saya khususnya prihatin karena tak ada penilaian kesehatan mental yang dilakukan," imbuh Brown.
Pemerintah Inggris dan keluarga Shaikh terakhir menyampaikan permohonan pengampunan kepada pemerintah China pada Senin, 28 Desember kemarin. Namun pria itu dihukum mati hari ini.
Menurut keluarganya, Shaikh menderita kepribadian ganda. Pria berusia 53 tahun itu ditangkap pada September 2007 di Urumqi, China dengan kedapatan membawa 4 kg heroin.
Namun menurut para pembela Shaikh, komplotan kriminal narkoba sengaja memanfaatkan penyakit jiwanya untuk mendorong ayah tiga anak dari London itu melakukan penyelundupan tersebut.
Shaikh menjadi warga Eropa pertama yang dihukum mati di China dalam 50 tahun terakhir.
(ita/iy)
Shaikh dihukum mati atas penyelundupan 4 kilogram heroin. Namun menurut keluarganya, Shaikh menderita kepribadian ganda sehingga dia tanpa disadari telah dibujuk melakukan kejahatan itu.
"Saya mengutuk eksekusi Akmal Shaikh sekeras-kerasnya, dan saya terkejut serta kecewa karena permohonan pengampunan dari kita yang terus-menerus tidak dikabulkan," ujar PM Brown dalam statemennya seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (29/12/2009).
"Saya khususnya prihatin karena tak ada penilaian kesehatan mental yang dilakukan," imbuh Brown.
Pemerintah Inggris dan keluarga Shaikh terakhir menyampaikan permohonan pengampunan kepada pemerintah China pada Senin, 28 Desember kemarin. Namun pria itu dihukum mati hari ini.
Menurut keluarganya, Shaikh menderita kepribadian ganda. Pria berusia 53 tahun itu ditangkap pada September 2007 di Urumqi, China dengan kedapatan membawa 4 kg heroin.
Namun menurut para pembela Shaikh, komplotan kriminal narkoba sengaja memanfaatkan penyakit jiwanya untuk mendorong ayah tiga anak dari London itu melakukan penyelundupan tersebut.
Shaikh menjadi warga Eropa pertama yang dihukum mati di China dalam 50 tahun terakhir.
(ita/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 01:19 WIB
Banjir Rendam Komplek Dosen IKIP Jatibening Bekasi
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Minggu, 12/02/2012 00:05 WIB
Masih Saksi, Kernet Bus Karunia Bakti Diamankan di Polres Bogor
-
Sabtu, 11/02/2012 23:07 WIB
Banjir Rendam 750 Rumah dan Lahan Tambak di Bangkalan
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
419 Komentar
-
368 Komentar
-
344 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

