Catatan Akhir Tahun
DPD Soroti Soal Listrik, Infrastruktur Hingga UN
Selasa, 29/12/2009 13:38 WIB
Jakarta -
Menjelang pergantian tahun, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) juga membuat catatan untuk bahan evaluasi dan program di tahun-tahun mendatang. Dalam catatannya, persoalan listrik dan Ujian Nasional (UN).
"DPD mempersoalkan pembangunan kelistrikan terutama di daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam," kata Ketua DPD Irman Gusman saat menyampaikan catatan DPD Menyambut Tahun 2010 di Lobi DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (29/12/2009).
Irman berharap pemerintah lebih serius mengurus persoalan listrik. Pemadaman bergilir sudah cukup menyiksa rakyat di sejumlah wilayah di tanah air. "Krisi listrik yang berujung pada pemadaman bergilir diharapkan segera berakhir ditahun 2010," harap Irman.
Irman juga meminta pemerintah kembali mengkaji pelaksanaan UU kelistrikan yang perlu diluruskan lagi. Mengingat pengelolaan sumberdaya kelistrikan mulai melenceng dari aturan yang ada.
"DPD menunggu langkah kongkrit pemerintah serta perincian jelas UU No 20 Tahun 2002 tentang kelistrikan yang menyatakan usaha penyediaan listrik dikuasai negara," pinta Irman.
Selain kelistrikan, DPD juga melakukan kompilasi permasalahan infrastruktur dasar jalan dan jembatan di daerah-daerah. Permasalahan yang mendominasi dinilai pada kualitas jalan yang menurun di sejumlah daerah.
"Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur harus terkoordinasi antara pemerintah pusat dan daerah," tutupnya.
DPD Tolak UN
DPD dalam catatan akhir tahunnya juga menyinggung soal polemik Ujian Nasional (UN). Secara tegas DPD menolak keberadaan ujian nasional (UN) karena UN dianggap telah mengurangi makna sebenarnya dari pendidikan itu sendiri.
"Secara konsisten penolakan DPD atas UN merupakan keberpihakan realitas di daerah," ujar Ketua DPD Irman Gusman dalam acara Catatan DPD RI Menyambut Tahun 2010, di DPR, Senayan, Selasa (29/12/2009).
Kebijakan UN hanya mengujikan tiga sampai lima mata pelajaran dan semuanya mengukur aspek kognitif. Ini telah mereduksi makna dan hakikat pendidikan serta mengabaikan arti penting mata pelajaran lain," jelasnya.
Menurut Irman, ada hal-hal lain di luar akademik yang perlu diperhatikan dalam menentukan kelulusan siswa didik. Salah satunya seperti nilai spiritual dan emosional. "Sehingga kita
ingin merubahnya," usulnya.
(van/yid)
"DPD mempersoalkan pembangunan kelistrikan terutama di daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam," kata Ketua DPD Irman Gusman saat menyampaikan catatan DPD Menyambut Tahun 2010 di Lobi DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (29/12/2009).
Irman berharap pemerintah lebih serius mengurus persoalan listrik. Pemadaman bergilir sudah cukup menyiksa rakyat di sejumlah wilayah di tanah air. "Krisi listrik yang berujung pada pemadaman bergilir diharapkan segera berakhir ditahun 2010," harap Irman.
Irman juga meminta pemerintah kembali mengkaji pelaksanaan UU kelistrikan yang perlu diluruskan lagi. Mengingat pengelolaan sumberdaya kelistrikan mulai melenceng dari aturan yang ada.
"DPD menunggu langkah kongkrit pemerintah serta perincian jelas UU No 20 Tahun 2002 tentang kelistrikan yang menyatakan usaha penyediaan listrik dikuasai negara," pinta Irman.
Selain kelistrikan, DPD juga melakukan kompilasi permasalahan infrastruktur dasar jalan dan jembatan di daerah-daerah. Permasalahan yang mendominasi dinilai pada kualitas jalan yang menurun di sejumlah daerah.
"Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur harus terkoordinasi antara pemerintah pusat dan daerah," tutupnya.
DPD Tolak UN
DPD dalam catatan akhir tahunnya juga menyinggung soal polemik Ujian Nasional (UN). Secara tegas DPD menolak keberadaan ujian nasional (UN) karena UN dianggap telah mengurangi makna sebenarnya dari pendidikan itu sendiri.
"Secara konsisten penolakan DPD atas UN merupakan keberpihakan realitas di daerah," ujar Ketua DPD Irman Gusman dalam acara Catatan DPD RI Menyambut Tahun 2010, di DPR, Senayan, Selasa (29/12/2009).
Kebijakan UN hanya mengujikan tiga sampai lima mata pelajaran dan semuanya mengukur aspek kognitif. Ini telah mereduksi makna dan hakikat pendidikan serta mengabaikan arti penting mata pelajaran lain," jelasnya.
Menurut Irman, ada hal-hal lain di luar akademik yang perlu diperhatikan dalam menentukan kelulusan siswa didik. Salah satunya seperti nilai spiritual dan emosional. "Sehingga kita
ingin merubahnya," usulnya.
(van/yid)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 01:19 WIB
Banjir Rendam Komplek Dosen IKIP Jatibening Bekasi
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Minggu, 12/02/2012 00:05 WIB
Masih Saksi, Kernet Bus Karunia Bakti Diamankan di Polres Bogor
-
Sabtu, 11/02/2012 23:07 WIB
Banjir Rendam 750 Rumah dan Lahan Tambak di Bangkalan
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
419 Komentar
-
368 Komentar
-
344 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

