AJI Minta Jurnalis 'Tuyul' Diakui oleh Perusahaan Media
Selasa, 29/12/2009 14:05 WIB
Jakarta -
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menilai keberadaan jurnalis 'tuyul' atau jurnalis yang menjadi 'korespondennya koresponden' selama ini tidak diakui. Untuk itu AJI mendesak perusahaan media agar mengakui keberadaan mereka.
"AJI ingin mereka diakui," ujar Koordinator Divisi Serikat Pekerja AJI, Winuranto Adhi, di kantor AJI, Jl Kembang Raya, Jakartya Pusat, Selasa (29/12/2009).
Menurut Winuranto, para jurnalis 'tuyul' ini bekerja tanpa kontrak kerja yang jelas dan tanpa diberikan jaminan asuransi maupun kesehatan dari perusahaan media. Padahal para jurnalis tuyul tersebut bekerja secara resmi dengan koresponden yang ditunjuk perusahaan media.
"Praktek semacam ini sangat mengganggu hubungan kerja, karena tidak ada kontrak kerja yang jelas dan tidak sesuai dengan kode etik jurnalis," terang dia.
Winuranto menambahkan, AJI sudah menempuh beberapa jalan agar jurnalis 'tuyul' ini diakui. Namun perusahaan media yang ditemui tidak memberikan jaminan akan memberikan status yang jelas bagi jurnalis 'tuyul' tersebut.
"Bayangkan saja satu koresponden di satu kota bisa punya tiga sampai empat tuyul. Tuyul-tuyul itu dibayar berdasarkan hati nurani dari koresponden tersebut. Ini terjadi pada koresponden yang bekerja untuk media televisi," pungkasnya.
(ddt/iy)
"AJI ingin mereka diakui," ujar Koordinator Divisi Serikat Pekerja AJI, Winuranto Adhi, di kantor AJI, Jl Kembang Raya, Jakartya Pusat, Selasa (29/12/2009).
Menurut Winuranto, para jurnalis 'tuyul' ini bekerja tanpa kontrak kerja yang jelas dan tanpa diberikan jaminan asuransi maupun kesehatan dari perusahaan media. Padahal para jurnalis tuyul tersebut bekerja secara resmi dengan koresponden yang ditunjuk perusahaan media.
"Praktek semacam ini sangat mengganggu hubungan kerja, karena tidak ada kontrak kerja yang jelas dan tidak sesuai dengan kode etik jurnalis," terang dia.
Winuranto menambahkan, AJI sudah menempuh beberapa jalan agar jurnalis 'tuyul' ini diakui. Namun perusahaan media yang ditemui tidak memberikan jaminan akan memberikan status yang jelas bagi jurnalis 'tuyul' tersebut.
"Bayangkan saja satu koresponden di satu kota bisa punya tiga sampai empat tuyul. Tuyul-tuyul itu dibayar berdasarkan hati nurani dari koresponden tersebut. Ini terjadi pada koresponden yang bekerja untuk media televisi," pungkasnya.
(ddt/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 11:53 WIB
Takut Diamuk Massa, Armada Karunia Bakti Hari Ini Stop Beroperasi
-
Sabtu, 11/02/2012 11:18 WIB
Terseret Kasus Munir, Doktor HC Undip pada Mantan Waka BIN Disesalkan
-
Sabtu, 11/02/2012 10:54 WIB
PO Karunia Bakti Selalu Cek Kendaraan Sebelum Beroperasi
-
Sabtu, 11/02/2012 10:52 WIB
Daftar DKI-1, Faisal-Biem ke KPU
-
Sabtu, 11/02/2012 10:04 WIB
Kemenkum HAM Jakarta Dalami Dugaan Suap M Nasir ke Sipir Rutan Cipinang
-
Sabtu, 11/02/2012 05:44 WIB
Foto-foto Kecelakaan Maut di Cisarua
-
Sabtu, 11/02/2012 04:17 WIB
Detik-detik Tabrakan Maut di Cisarua: Penjual Bakso Terpental ke Jurang
-
Sabtu, 11/02/2012 10:29 WIB
Miliki Payudara Alami Ukuran 30L, Wanita Inggris Merana
-
Sabtu, 11/02/2012 10:54 WIB
PO Karunia Bakti Selalu Cek Kendaraan Sebelum Beroperasi
-
229 Komentar
-
191 Komentar
-
177 Komentar
-
160 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

