KPK: Bank Daerah Setor Fee ke Pejabat Hingga Rp 360 Miliar
Selasa, 29/12/2009 21:27 WIB
Jakarta -
Bank Pembangunan Daerah (BPD) di sejumlah daerah akan segera ditertibkan. Alasannya, ada praktik-praktik ilegal seperti penyetoran uang ke kepala daerah hingga mencapai Rp 360 miliar.
"Dari 6 BPD yang kita periksa, jumlahnya mencapai Rp 360 miliar," kata Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan Haryono Umar.
Hal tersebut disampaikan usai memberikan laporan akhir tahun KPK di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Selasa (29/12/2009).
Beberapa daerah yang melakukan praktik tersebut di antaranya adalah Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Jawa Barat dan Banten, Sumatera Utara, Jawa Timur dan DKI Jakarta. Jumlahnya bervariasi mulai dari ratusan juta hingga milaran rupiah.
"Mereka mengambil dana dari bunga APBD atau dana lainnya," imbuh pria asal Palembang ini.
Peruntukan uang yang disetorkan ke kepala daerah tersebut biasanya digunakan sebagai ucapan terima kasih atas penyimpanan dana APBD di bank daerah. Uang dikirim langsung ke rekening pribadi kepala daerah untuk fasilitas perjalanan hingga membiayai acara perkawinan.
Namun hingga saat ini, Haryono mengaku belum mengantongi data nama-nama kepala daerah yang menerima uang tersebut. Namun modus seperti ini juga terjadi di daerah lain.
"Hampir di seluruh Indonesia," tegasnya.
Untuk itu, KPK, BPK dan Bank Indonesia akan melakukan penertiban terhadap pemberian fee semacam ini. Diharapkan, para kepala daerah yang sudah menikmati uang tersebut akan mengembalikan ke negara.
"Atas hal ini BI telah mengirimkan surat edaran pada seluruh Bank daerah terkait larangan pemberian fee pada pegawai negeri atau kepala daerah," pungkasnya.
(mad/mok)
"Dari 6 BPD yang kita periksa, jumlahnya mencapai Rp 360 miliar," kata Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan Haryono Umar.
Hal tersebut disampaikan usai memberikan laporan akhir tahun KPK di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Selasa (29/12/2009).
Beberapa daerah yang melakukan praktik tersebut di antaranya adalah Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Jawa Barat dan Banten, Sumatera Utara, Jawa Timur dan DKI Jakarta. Jumlahnya bervariasi mulai dari ratusan juta hingga milaran rupiah.
"Mereka mengambil dana dari bunga APBD atau dana lainnya," imbuh pria asal Palembang ini.
Peruntukan uang yang disetorkan ke kepala daerah tersebut biasanya digunakan sebagai ucapan terima kasih atas penyimpanan dana APBD di bank daerah. Uang dikirim langsung ke rekening pribadi kepala daerah untuk fasilitas perjalanan hingga membiayai acara perkawinan.
Namun hingga saat ini, Haryono mengaku belum mengantongi data nama-nama kepala daerah yang menerima uang tersebut. Namun modus seperti ini juga terjadi di daerah lain.
"Hampir di seluruh Indonesia," tegasnya.
Untuk itu, KPK, BPK dan Bank Indonesia akan melakukan penertiban terhadap pemberian fee semacam ini. Diharapkan, para kepala daerah yang sudah menikmati uang tersebut akan mengembalikan ke negara.
"Atas hal ini BI telah mengirimkan surat edaran pada seluruh Bank daerah terkait larangan pemberian fee pada pegawai negeri atau kepala daerah," pungkasnya.
(mad/mok)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
-
Sabtu, 11/02/2012 02:47 WIB
Jasa Raharja Santuni Korban Tewas Kecelakaan Bus Maut Rp 25 Juta
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 02:04 WIB
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak Pukul 2 Dini Hari
-
Sabtu, 11/02/2012 01:38 WIB
TB Silalahi Akan Panggil Diana untuk Buktikan Politik Uang di Kongres PD
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
-
Sabtu, 11/02/2012 01:33 WIB
Kesaksian Penumpang Bus Maut: Saya Hanya Bisa Teriak dan Berdoa
-
Sabtu, 11/02/2012 02:04 WIB
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak Pukul 2 Dini Hari
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

