Refleksi Akhir Tahun, PBNU Kumpulkan Kader dari Berbagai Parpol
Selasa, 29/12/2009 23:05 WIB
Foto: Hayid (Detikcom)
Jakarta -
Akhir tahun merupakan momentum yang tepat untuk merefleksikan perjalanan yang telah dilakukan. Inilah yang sedang dilakukan PBNU malam ini di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (29/12/2009).
Hadir juga dalam acara ini beberapa tokoh dari NU yang sudah menjadi politikus dan pejabat negara. Mereka antara lain, KH Hasyim Muzadi, KH Tolchah Mansyur, Mahfud MD, Idrus Marham, Ali Masykur Musa, Lukman Edy, para calon ketum PBNU seperti, Said Aqil Siradj, Slamet Effendi Yusuf, Masdar Farid Mas'udi.
Dalam acara yang berlangsung santai dan lesehan ini, para tokoh melakukan refleksi atas peran dan kontribusi NU dalam berbagai persoalan bangsa. Mahfud MD misalnya, menyoroti soal peran NU dalam menciptakan keadilan substansial.
"Bagaimana NU bisa memerankan ini dengan sebaik-baiknya," papar Mahfud.
Hal yang sama juga disampaikan Idrus Marham. Sekjen Golkar ini meminta NU menjadi kekuatan yang bisa mengayomi semua elemen bangsa. Jika hal itu bisa dilakukan, NU akan menjadi kekuatan yang tidak terkalahkan.
"Selama ini ada kesan, NU hanya dijadikan alat. Jangan sampai NU di'ojek'kan," kata Idrus yang disambut tawa para hadirin.
Refleksi akhir tahun yang bertemakan 'politik kebangsaan untuk membangun indonesia yang bermartabat' ini menjadi ajang otokritik bagi NU. Kritik dilakukan dari berbagai sisi mulai urusan sosial, politik, pendidikan dan ekonomi.
"Bagaimana semua peran pendidikan dan mabarrot, sosial. Itu lebih berperan daripada kita di politik terus," papar Ali Masykur.
Refleksi yang bertujuan untuk menyambut Muktamar NU ke-32 di Makassar ini juga menyinggung soal maraknya pemahaman keagamaan yang cenderung ekstrim. Sebagai kekuatan keagamaan yang berfikiran moderat, NU harus ada di garda depan untuk melawan gerakan ekstrimis ini.
"NU harus memainkan peran ini jika kita masih menginginkan Indonesia yang masih menghargai perbedaan," pinta Effendi Choirie.
Ketua PBNU Hasyim Muzadi berharap semua kekuatan yang ada dari kader NU bersatu memperbaiki kondisi dan peran NU yang lebih maksimal. Hasyim juga meminta kepada para kader NU yang sudah menjadi pejabat negara maupun tokoh parpol untuk ikut memikirkan peran strategis NU di tahun-tahun mendatang.
(yid/mok)
Hadir juga dalam acara ini beberapa tokoh dari NU yang sudah menjadi politikus dan pejabat negara. Mereka antara lain, KH Hasyim Muzadi, KH Tolchah Mansyur, Mahfud MD, Idrus Marham, Ali Masykur Musa, Lukman Edy, para calon ketum PBNU seperti, Said Aqil Siradj, Slamet Effendi Yusuf, Masdar Farid Mas'udi.
Dalam acara yang berlangsung santai dan lesehan ini, para tokoh melakukan refleksi atas peran dan kontribusi NU dalam berbagai persoalan bangsa. Mahfud MD misalnya, menyoroti soal peran NU dalam menciptakan keadilan substansial.
"Bagaimana NU bisa memerankan ini dengan sebaik-baiknya," papar Mahfud.
Hal yang sama juga disampaikan Idrus Marham. Sekjen Golkar ini meminta NU menjadi kekuatan yang bisa mengayomi semua elemen bangsa. Jika hal itu bisa dilakukan, NU akan menjadi kekuatan yang tidak terkalahkan.
"Selama ini ada kesan, NU hanya dijadikan alat. Jangan sampai NU di'ojek'kan," kata Idrus yang disambut tawa para hadirin.
Refleksi akhir tahun yang bertemakan 'politik kebangsaan untuk membangun indonesia yang bermartabat' ini menjadi ajang otokritik bagi NU. Kritik dilakukan dari berbagai sisi mulai urusan sosial, politik, pendidikan dan ekonomi.
"Bagaimana semua peran pendidikan dan mabarrot, sosial. Itu lebih berperan daripada kita di politik terus," papar Ali Masykur.
Refleksi yang bertujuan untuk menyambut Muktamar NU ke-32 di Makassar ini juga menyinggung soal maraknya pemahaman keagamaan yang cenderung ekstrim. Sebagai kekuatan keagamaan yang berfikiran moderat, NU harus ada di garda depan untuk melawan gerakan ekstrimis ini.
"NU harus memainkan peran ini jika kita masih menginginkan Indonesia yang masih menghargai perbedaan," pinta Effendi Choirie.
Ketua PBNU Hasyim Muzadi berharap semua kekuatan yang ada dari kader NU bersatu memperbaiki kondisi dan peran NU yang lebih maksimal. Hasyim juga meminta kepada para kader NU yang sudah menjadi pejabat negara maupun tokoh parpol untuk ikut memikirkan peran strategis NU di tahun-tahun mendatang.
(yid/mok)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 00:52 WIB
Kecelakaan Maut di Puncak
Sopir Bus Bernama Lukman Iskandar, Nasibnya Belum Jelas
-
Sabtu, 11/02/2012 00:52 WIB
Laporan dari Den Haag
Wartawan Rakyat Merdeka Tutup Usia di Belanda
-
Sabtu, 11/02/2012 00:52 WIB
Kecelakaan Maut di Puncak
Jalur ke Arah Puncak dari Jakarta Ditutup untuk Kepentingan Evakuasi
-
Sabtu, 11/02/2012 00:15 WIB
Kecelakaan Maut di Puncak
Sopir Bus Karunia Bakti Misterius, Diduga Terjepit
-
Sabtu, 11/02/2012 00:05 WIB
Korban Luka Kecelakaan Cisarua 47 Orang, Semua Dirujuk ke RS PMI Bogor
-
Jumat, 10/02/2012 22:57 WIB
Kronologi Kecelakaan Bus Maut di Puncak Bogor
-
Sabtu, 11/02/2012 00:15 WIB
Sopir Bus Karunia Bakti Misterius, Diduga Terjepit
-
Jumat, 10/02/2012 21:30 WIB
Ini Dia Kendaraan yang Diseruduk Bus Karunia Bakti di Puncak
-
Jumat, 10/02/2012 23:13 WIB
Korban Tewas Kecelakaan Maut Bertambah Jadi 14 Orang
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

