Gus Dur Wafat
Kopiah Gus Dur 'Presiden RI' Tersimpan Rapat di Sidoarjo
Rabu, 30/12/2009 23:14 WIB
(Foto: Budi Sugiharto/detikcom)
Sidoarjo -
Salah satu yang tak bisa melupakan Gus Dur adalah keluarga Alm Abdul Mudjib Manan. Mereka merasa sangat kehilangan dengan meninggalnya Gus Dur. Keluarga Abdul Mudjib masih menyimpan peninggalan Gus Dur: kopiah 'presiden'.
Saat Gus Dur menjadi presiden, Abdul Mudjib Manan diangkat menjadi sekretaris presiden pada tahun 1 Desember 2000. Sebelumnya, Abdul Manan dipercaya Gus Dur menduduki posisi staf ahli.
Nah, setelah Gus Dur lengser, kopiah yang biasa dikenakan saat menjadi presiden diserahkan kepada Abdul Mudjib Manan. Kopiah berwarna coklat yang terdapat tulisan 'Presiden RI'. Gus Dur memberikan kopiah itu sebagai kenang-kenangan.
Sejak tahun 2001 hingga sekarang, kopiah yang dikenakan Gus Dur saat mengeluarkan deklarasi dekrit pembubaran DPR itu disimpan di lemari keluarga Alm Abdul Mudjib Manan yang sekarang tinggal di Perumahan Delta Sari, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur.
Abdul Mudjib Manan telah meninggal dunia pada 26 Juni 2006. "Tidak ada yang tahu kalau kopiah bersejarah ini diberikan ke bapak. Mungkin hanya keluarga saja yang tahu," kata
Achmad Seno Aldinata, putra kedua Alm Abdul Mudjib Manan, saat ditemui detikcom di rumahnya, Rabu malam (30/12/2009).
Bagi Seno, demikian biasa dipanggil, sampai kapan pun keluarganya akan menjaga kopiah tersebut. "Ini pesan bapak agar kopiah yang diberikan setelah GuS Dur lengser ini dijaga," katanya didampingi ibundanya, Hj Sri Safarin.
Menurut Seno, almarhum Abdul Mudjib memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Gus Dur sejak remaja. "Saat kuliah di Kairo pun satu kamar. Istilah orang Jawa sakliwetan," kata Seno mengenang. Namun setelah usai kuliah, keduanya sempat putus kontak.
"Saat Gus Dur jadi presiden dan sedang acara di Surabaya, menyatakan kangen dengan temannya yang tinggal di Surabaya. Lalu setelah disebutkan namanya, kemudian stafnya melacak nama bapak saya," kata Sri Wahyuni alias Yuyun, putri pertama almarhum menambahkan.
Setelah dilacak, akhirnya Abdul Mudjib Manan yuang menjadi salah satu dosen di IAIN Sunan Ampel bisa bertemu Gus Dur dan akhirnya diajak ke Jakarta. Menurut Yuyun, kopiah yang terbuat dari anyaman akar ini menjadi barang yang berharga bagi keluarganya.
"Kami sangat kehilangan Gus Dur. Gus Dur telah membuat sejarah bagi keluarga saya," kata dia.
(bdh/asy)
Saat Gus Dur menjadi presiden, Abdul Mudjib Manan diangkat menjadi sekretaris presiden pada tahun 1 Desember 2000. Sebelumnya, Abdul Manan dipercaya Gus Dur menduduki posisi staf ahli.
Nah, setelah Gus Dur lengser, kopiah yang biasa dikenakan saat menjadi presiden diserahkan kepada Abdul Mudjib Manan. Kopiah berwarna coklat yang terdapat tulisan 'Presiden RI'. Gus Dur memberikan kopiah itu sebagai kenang-kenangan.
Sejak tahun 2001 hingga sekarang, kopiah yang dikenakan Gus Dur saat mengeluarkan deklarasi dekrit pembubaran DPR itu disimpan di lemari keluarga Alm Abdul Mudjib Manan yang sekarang tinggal di Perumahan Delta Sari, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur.
Abdul Mudjib Manan telah meninggal dunia pada 26 Juni 2006. "Tidak ada yang tahu kalau kopiah bersejarah ini diberikan ke bapak. Mungkin hanya keluarga saja yang tahu," kata
Achmad Seno Aldinata, putra kedua Alm Abdul Mudjib Manan, saat ditemui detikcom di rumahnya, Rabu malam (30/12/2009).
Bagi Seno, demikian biasa dipanggil, sampai kapan pun keluarganya akan menjaga kopiah tersebut. "Ini pesan bapak agar kopiah yang diberikan setelah GuS Dur lengser ini dijaga," katanya didampingi ibundanya, Hj Sri Safarin.
Menurut Seno, almarhum Abdul Mudjib memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Gus Dur sejak remaja. "Saat kuliah di Kairo pun satu kamar. Istilah orang Jawa sakliwetan," kata Seno mengenang. Namun setelah usai kuliah, keduanya sempat putus kontak.
"Saat Gus Dur jadi presiden dan sedang acara di Surabaya, menyatakan kangen dengan temannya yang tinggal di Surabaya. Lalu setelah disebutkan namanya, kemudian stafnya melacak nama bapak saya," kata Sri Wahyuni alias Yuyun, putri pertama almarhum menambahkan.
Setelah dilacak, akhirnya Abdul Mudjib Manan yuang menjadi salah satu dosen di IAIN Sunan Ampel bisa bertemu Gus Dur dan akhirnya diajak ke Jakarta. Menurut Yuyun, kopiah yang terbuat dari anyaman akar ini menjadi barang yang berharga bagi keluarganya.
"Kami sangat kehilangan Gus Dur. Gus Dur telah membuat sejarah bagi keluarga saya," kata dia.
(bdh/asy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 02:19 WIB
Polisi Libatkan Saksi Ahli dalam Pengukuran Kecepatan Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 01:19 WIB
Banjir Rendam Komplek Dosen IKIP Jatibening Bekasi
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Minggu, 12/02/2012 00:05 WIB
Masih Saksi, Kernet Bus Karunia Bakti Diamankan di Polres Bogor
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
431 Komentar
-
373 Komentar
-
344 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

