ICW Ultimatum KPK Jadikan Anggodo Tersangka dalam 2 Minggu
Kamis, 31/12/2009 21:32 WIB
Jakarta -
Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai lambatnya KPK menjadikan Anggodo Widjojo sebagai tersangka karena terhambat ditangan direktur penyidikan. ICW mengultimatum KPK agar Anggodo dinaikkan statusnya sebagai tersangka dalam 2 minggu.
"Kalau 2 minggu tidak jadi tersangka, direktur penyidikan mundur saja. Karena dokumen sudah ada saksi sudah ada," ujar wakil koordinator ICW, Emerson Yuntho, di kantornya Jl Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Kamis (31/12/2009).
Menurut pria yang akrab disapa Eson ini, semua unsur untuk menjadikan Anggodo tersangka telah terpenuhi. Maka, dia mempertanyakan apa masalah yang membuat adik Anggoro Widjojo itu tenang-tenang saja.
"Problemnya kan di penyidikan. Dari penyeldiikan kan direktur penyidikannya mau apa nggak. Apa karena dia polisi jadi nggak mau tangani ini?" tanya pria berkacamata ini.
Eson menilai upaya pelemahan terhadap KPK tidak hanya datang dari luar tapi juga dari dalam. Untuk itu, dia meminta agar KPK mampu bersikap tegas atas hal ini.
"Pelemahan KPK datang tidak mesti dari luar, ada kemungkinan datang dari dalam sendiri," tuturnya.
Eson menambahkan, KPK bukanlah lembaga independen karena ada sejumlah posisi yang diisi oleh pejabat dari institusi lain. Maka apabila ada yang menggangu kinerja KPK maka orang tersebut harus ditindak.
"Kalau ada pihak yang menghambat harus dikeluarin," tandasnya.
(ddt/irw)
"Kalau 2 minggu tidak jadi tersangka, direktur penyidikan mundur saja. Karena dokumen sudah ada saksi sudah ada," ujar wakil koordinator ICW, Emerson Yuntho, di kantornya Jl Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Kamis (31/12/2009).
Menurut pria yang akrab disapa Eson ini, semua unsur untuk menjadikan Anggodo tersangka telah terpenuhi. Maka, dia mempertanyakan apa masalah yang membuat adik Anggoro Widjojo itu tenang-tenang saja.
"Problemnya kan di penyidikan. Dari penyeldiikan kan direktur penyidikannya mau apa nggak. Apa karena dia polisi jadi nggak mau tangani ini?" tanya pria berkacamata ini.
Eson menilai upaya pelemahan terhadap KPK tidak hanya datang dari luar tapi juga dari dalam. Untuk itu, dia meminta agar KPK mampu bersikap tegas atas hal ini.
"Pelemahan KPK datang tidak mesti dari luar, ada kemungkinan datang dari dalam sendiri," tuturnya.
Eson menambahkan, KPK bukanlah lembaga independen karena ada sejumlah posisi yang diisi oleh pejabat dari institusi lain. Maka apabila ada yang menggangu kinerja KPK maka orang tersebut harus ditindak.
"Kalau ada pihak yang menghambat harus dikeluarin," tandasnya.
(ddt/irw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 19:02 WIB
Belum Diamankan, Kondektur Bus Karunia Bakti Masih Jalani Rawat Jalan
-
Sabtu, 11/02/2012 18:12 WIB
Keluarga Tersangka Geng Cewek Bali Bakal Minta Maaf Ke Publik
-
Sabtu, 11/02/2012 17:42 WIB
Hari Raya Kuningan, Pura-Pura Besar di Bali Dipadati Warga
-
Sabtu, 11/02/2012 17:35 WIB
Korban: Sebelum Jatuh, Sopir Teriak Rem Blong
-
Sabtu, 11/02/2012 17:32 WIB
Lika-liku Pengejaran 12 Tahanan Polsek Cempaka Putih
-
Sabtu, 11/02/2012 14:15 WIB
Warga Sweeping FPI, 2,5 Jam Bandara Palangkaraya Tak Beroperasi
-
Sabtu, 11/02/2012 17:47 WIB
Keluarga Tersangka Geng Cewek Bali Bakal Minta Maaf Ke Publik
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
304 Komentar
-
229 Komentar
-
191 Komentar
-
177 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

