Politisi PDIP: Belum Saatnya Soeharto Diberi Gelar Pahlawan
Minggu, 03/01/2010 11:26 WIB
Jakarta -
Sikap Fraksi Golkar agar Soeharto diusulkan menjadi pahlawan seperti halnya Gus Dur menuai kritik. Figur Soeharto yang masih penuh dengan kontroversi dinilai belum pantas diberi gelar pahlawan.
"Untuk Pak Harto belum saatnya, luka kita masih banyak terkait dengan kepemimpinan dia," jelas politisi PDI Perjuangan, Eva Sundari, melalui telepon, Minggu (3/1/2009).
Anggota Komisi XI DPR ini melihat Soeharto dan Gus Dur sebagai sosok yang jelas berbeda. Dia berharap agar Golkar tidak memanfaatkan momen ini, yang justru bisa menggagalkan usulan Gus Dur sebagai pahlawan.
"Pak Harto yang menyebabkan reformasi digulirkan. Kita belum setuju bila Pak Harto menjadi pahlawan. Usulan Gus Dur jangan diganggu dengan usulan Pak Harto sehingga nanti menjadi berat dan menggagalkan Gus Dur jadi pahlawan," terangnya.
Menurut Eva, memang jasa Soeharto ada bagi bangsa ini, namun perlu dilihat juga tindakan negatif yang telah dilakukan selama berkuasa. Sedangkan Gus Dur dilihat sebagai sosok pluralis yang benar-benar merepresentasikan nilai Paacasila.
"Gus Dur dan Soeharto sangat berbeda dan tidak kompatibel untuk dibandingkan. Sumbangan Soeharto memang ada, tapi lihat negatifnya. Aktivis saja masih ada yang hilang sampai sekarang," tutup aktivis Kaukus Pancasila ini.
(ndr/nrl)
"Untuk Pak Harto belum saatnya, luka kita masih banyak terkait dengan kepemimpinan dia," jelas politisi PDI Perjuangan, Eva Sundari, melalui telepon, Minggu (3/1/2009).
Anggota Komisi XI DPR ini melihat Soeharto dan Gus Dur sebagai sosok yang jelas berbeda. Dia berharap agar Golkar tidak memanfaatkan momen ini, yang justru bisa menggagalkan usulan Gus Dur sebagai pahlawan.
"Pak Harto yang menyebabkan reformasi digulirkan. Kita belum setuju bila Pak Harto menjadi pahlawan. Usulan Gus Dur jangan diganggu dengan usulan Pak Harto sehingga nanti menjadi berat dan menggagalkan Gus Dur jadi pahlawan," terangnya.
Menurut Eva, memang jasa Soeharto ada bagi bangsa ini, namun perlu dilihat juga tindakan negatif yang telah dilakukan selama berkuasa. Sedangkan Gus Dur dilihat sebagai sosok pluralis yang benar-benar merepresentasikan nilai Paacasila.
"Gus Dur dan Soeharto sangat berbeda dan tidak kompatibel untuk dibandingkan. Sumbangan Soeharto memang ada, tapi lihat negatifnya. Aktivis saja masih ada yang hilang sampai sekarang," tutup aktivis Kaukus Pancasila ini.
(ndr/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Minggu, 12/02/2012 00:05 WIB
Masih Saksi, Kernet Bus Karunia Bakti Diamankan di Polres Bogor
-
Sabtu, 11/02/2012 23:07 WIB
Banjir Rendam 750 Rumah dan Lahan Tambak di Bangkalan
-
Sabtu, 11/02/2012 22:31 WIB
Jenazah Terakhir Korban Kecelakaan Maut di RS Paru Diambil Keluarga
-
Sabtu, 11/02/2012 22:02 WIB
Kaji Pasal Pembunuhan untuk Sopir Karunia Bakti, Polisi Gelar Perkara
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
404 Komentar
-
339 Komentar
-
337 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

