Usulan Pahlawan
Asvi: Gus Dur Memenuhi Syarat, Soeharto Jangan Dulu
Minggu, 03/01/2010 14:03 WIB
Jakarta -
Rencana Partai Golkar untuk mengusulkan Soeharto menjadi pahlawan seperti halnya Gus Dur, menemui tentangan. Salah satunya datang dari sejarahwan LIPI, Asvi Warman Adam. Figur Soeharto masih kontroversial.
"Gus Dur sudah memenuhi syarat, kalau Soeharto jangan dulu. Masih ada penolakan dari korban pelanggaran HAM, selain ada kasus korupsi yang tidak tuntas di pengadilan. Jadi masih jadi kendala," jelas Asvi melalui telepon, Minggu (3/1/2009).
Menurut Asvi, dari pemberian gelar pahlawan ini nantinya bisa dilihat ke arah mana bangsa ini akan dibawa. Untuk Gus Dur, misalnya, dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi demokrasi, kemajemukan, dan HAM.
"Kalau demokrasi yang kita ingin tanamkan tentu Gus Dur, karena kalau Soeharto masih bermasalah. Memang Soeharto memerintah selama 30 tahun dan ada perbaikan ekonomi, tapi ada juga yang ditindas di masa pemerintahannya," tutur Asvi.
Gelar pahlawan bagi Gus Dur bukan dilihat sebagai orang yang pernah duduk sebagai presiden, tetapi melalui organisasi dan tindakan yang pernah dilakukan.
"Tidak semua orang bisa jadi pahlawan nasional, ada yang kita dahulukan, dan ini bergantung pada nilai apa yang ingin dikembangkan bangsa ini," ungkap Asvi.
Asvi juga menyayangkan belum dibentuknya Dewan Tanda Jasa dan Kehormatan, sesuai amanat UU No 20 Tahun 2009 tentang Gelar Tanda Jasa dan Kehormatan. Padahal Dewan yang nantinya diangkat oleh presiden ini bertugas memverifikasi syarat seseorang layak dianugerahi gelar pahlawan.
"UU itu disahkan sejak Juni dan pembentukan Dewan diamanatkan setelah 6 bulan UU disahkan, tapi sampai sekarang belum juga ada," imbuh Asvi.
Anggota Dewan itu terdiri dari 7 orang dengan komposisi 2 akademisi, 2 militer, dan 3 dari tokoh masyarakat. "Nama-nama anggota Dewan ini diusulkan Mensos dan kemudian diangkat oleh Presiden," tutupnya.
(ndr/nrl)
"Gus Dur sudah memenuhi syarat, kalau Soeharto jangan dulu. Masih ada penolakan dari korban pelanggaran HAM, selain ada kasus korupsi yang tidak tuntas di pengadilan. Jadi masih jadi kendala," jelas Asvi melalui telepon, Minggu (3/1/2009).
Menurut Asvi, dari pemberian gelar pahlawan ini nantinya bisa dilihat ke arah mana bangsa ini akan dibawa. Untuk Gus Dur, misalnya, dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi demokrasi, kemajemukan, dan HAM.
"Kalau demokrasi yang kita ingin tanamkan tentu Gus Dur, karena kalau Soeharto masih bermasalah. Memang Soeharto memerintah selama 30 tahun dan ada perbaikan ekonomi, tapi ada juga yang ditindas di masa pemerintahannya," tutur Asvi.
Gelar pahlawan bagi Gus Dur bukan dilihat sebagai orang yang pernah duduk sebagai presiden, tetapi melalui organisasi dan tindakan yang pernah dilakukan.
"Tidak semua orang bisa jadi pahlawan nasional, ada yang kita dahulukan, dan ini bergantung pada nilai apa yang ingin dikembangkan bangsa ini," ungkap Asvi.
Asvi juga menyayangkan belum dibentuknya Dewan Tanda Jasa dan Kehormatan, sesuai amanat UU No 20 Tahun 2009 tentang Gelar Tanda Jasa dan Kehormatan. Padahal Dewan yang nantinya diangkat oleh presiden ini bertugas memverifikasi syarat seseorang layak dianugerahi gelar pahlawan.
"UU itu disahkan sejak Juni dan pembentukan Dewan diamanatkan setelah 6 bulan UU disahkan, tapi sampai sekarang belum juga ada," imbuh Asvi.
Anggota Dewan itu terdiri dari 7 orang dengan komposisi 2 akademisi, 2 militer, dan 3 dari tokoh masyarakat. "Nama-nama anggota Dewan ini diusulkan Mensos dan kemudian diangkat oleh Presiden," tutupnya.
(ndr/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Minggu, 12/02/2012 00:05 WIB
Masih Saksi, Kernet Bus Karunia Bakti Diamankan di Polres Bogor
-
Sabtu, 11/02/2012 23:07 WIB
Banjir Rendam 750 Rumah dan Lahan Tambak di Bangkalan
-
Sabtu, 11/02/2012 22:31 WIB
Jenazah Terakhir Korban Kecelakaan Maut di RS Paru Diambil Keluarga
-
Sabtu, 11/02/2012 22:02 WIB
Kaji Pasal Pembunuhan untuk Sopir Karunia Bakti, Polisi Gelar Perkara
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
404 Komentar
-
339 Komentar
-
337 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

