
Atlet Pencak Silat Peraih Emas PON Tewas Dibunuh
Senin, 04/01/2010 21:38 WIB
Jakarta -
Atlet nasional pencak silat asal Bali I Gede Arya Heru Wibawa (40) peraih emas PON tewas dibunuh di sebuah kafe. Ia tewas justru saat melerai perkelahian.
Korban tewas di Kafe Mirama, Sesetan, Denpasar, pukul 23.00 Wita, Minggu
(3/1/2010). Korban meregang nyawa karena terluka parah pada bagian perut akibat tebasan cerurit dan pedang pada dada serta tangan.
Demikian disampaikan Kapoltabes Denpasar Kombes Polisi Gede Alit Widana di
Mapoltabes Denpasar, Senin (4/1/2010).
Arya adalah atlet nasional asal Bali yang sarat prestasi. Ia pernah meraih
medali emas pada PON tahun 1996 di Jakarta dan PON tahun 2000 di Surabaya.
Alit menceritakan, pada malam tersebut Arya melerai keributan di Kafe Mirama. Tersangka Wayan Darta (39) dan anaknya I Made Suastika (21) terlibat perkelahian dengan pengunjung kafe lainnya.
Saat melerai, tanpa sengaja Arya menyenggol Suastika hingga terjatuh. Darta pun dengan emosi menebas perut Arya dengan celurit serta menebaskan pedang ke dada kanan dan lengan korban. Arya tersungkur bersimbah darah.
Korban segera dilarikan ke RSUP Sanglah. "Nyawa korban tidak tertolong karena mengalami pendarahan yang serius," kata Alit.
Kedua tersangka ketakutan dan menyerahkan diri ke polisi. Menurut Alit, tidak ada unsur dendam dalam pembunuhan itu.
Kedua tersangka yang kini mendekam di ruang tahanan Mapoltabes Denpasar dijerat pasal pembunuhan, penganiayaan dan pengeroyokan dengan ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.
(gds/anw)
Korban tewas di Kafe Mirama, Sesetan, Denpasar, pukul 23.00 Wita, Minggu
(3/1/2010). Korban meregang nyawa karena terluka parah pada bagian perut akibat tebasan cerurit dan pedang pada dada serta tangan.
Demikian disampaikan Kapoltabes Denpasar Kombes Polisi Gede Alit Widana di
Mapoltabes Denpasar, Senin (4/1/2010).
Arya adalah atlet nasional asal Bali yang sarat prestasi. Ia pernah meraih
medali emas pada PON tahun 1996 di Jakarta dan PON tahun 2000 di Surabaya.
Alit menceritakan, pada malam tersebut Arya melerai keributan di Kafe Mirama. Tersangka Wayan Darta (39) dan anaknya I Made Suastika (21) terlibat perkelahian dengan pengunjung kafe lainnya.
Saat melerai, tanpa sengaja Arya menyenggol Suastika hingga terjatuh. Darta pun dengan emosi menebas perut Arya dengan celurit serta menebaskan pedang ke dada kanan dan lengan korban. Arya tersungkur bersimbah darah.
Korban segera dilarikan ke RSUP Sanglah. "Nyawa korban tidak tertolong karena mengalami pendarahan yang serius," kata Alit.
Kedua tersangka ketakutan dan menyerahkan diri ke polisi. Menurut Alit, tidak ada unsur dendam dalam pembunuhan itu.
Kedua tersangka yang kini mendekam di ruang tahanan Mapoltabes Denpasar dijerat pasal pembunuhan, penganiayaan dan pengeroyokan dengan ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.
(gds/anw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 13/02/2012 19:52 WIB
Jadi Pengacara Rosa, Mantan Pengacara Bibit-Chandra Siap Buka-bukaan
-
Senin, 13/02/2012 19:38 WIB
Anggota BNN Gadungan Peras Keluarga Pilot Lion Air
-
Senin, 13/02/2012 19:38 WIB
5 Jam Sisir Hutan UI, Densus Gagal Temukan Senpi
-
Senin, 13/02/2012 19:10 WIB
2 Bakal Calon DKI Independen Gagal Ikut Pemilukada
-
Senin, 13/02/2012 19:04 WIB
Duh! SPG di Pematang Siantar Ngaku Diperkosa 3 Pengunjung Karaoke
-
Senin, 13/02/2012 17:42 WIB
Ditolak di Palangkaraya, FPI Polisikan Gubernur & Kapolda
-
Senin, 13/02/2012 16:54 WIB
Dikecam Soal Deportasi Penghina Nabi Muhammad, Malaysia Membela Diri
-
Senin, 13/02/2012 15:45 WIB
Demi Gadis, Pria Tua Tinggalkan Istri yang Sakit Kanker
-
Senin, 13/02/2012 15:51 WIB
Menko Polhukam: Ditolak di Palangkaraya, FPI Harus Introspeksi
-
653 Komentar
-
535 Komentar
-
440 Komentar
-
387 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 13/02/2012 13:30 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Demokrat di Ambang Kiamat
-
Senin, 13/02/2012 13:24 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Angie Membuka Pintu, Siapa Bakal Masuk
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,404.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

