Saatnya Penyidik KPK dari Luar Polisi dan Jaksa
Selasa, 05/01/2010 04:48 WIB
Jakarta -
Anggodo Widjojo masih terus menghirup udara bebas di tengah desakan publik agar dia dijadikan tersangka dalam kasus korupsi di tubuh PT Masaro Radiokom. KPK pun didesak menghadirkan penyidik dari luar polisi dan jaksa agar bisa lebih profesional.
"Saya mendukung cicak dan ICW agar Anggodo dijadikan tersangka. Tapi saya lebih berpendapat semakin dibutuhkannya penyidik-penyidik yang bukan berasal dari polisi dan jaksa," kata mantan Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas kepada detikcom, Senin (4/1/2010) malam.
Para penyidik tersebut menurut Erry bisa saja berasal dari para pengacara, mantan jaksa, mantan polisi yang dianggap memiliki kemampuan serta profesional dalam melakukan penyidikan.
"Dari mana saja yang penting profesional. Bisa dari mantan polisi, jaksa, atau lawyer yang berpengalaman. Ditambah taining khusus oleh KPK sendiri," imbuhnya.
Untuk melatih para penyidik ini, imbuh Erry, KPK bisa juga melakukan kerjasama dengan pihak-pihak dari luar seperti FBI, negara-negara sahabat seperti Singapura, Australia, Malaysia dan sebagainya.
Dia mengatakan, dibutuhkan penyidik yang handal untuk menangani kasus korupsi yang besar. Dengan memiliki tim penyidik sendiri, justru KPK malah ikut meringankan tugas polisi dan jaksa.
"Dibutuhkan penyidik handal untuk menangani korupsi. Kalau KPK punya jaksa sendiri, nantinya malah bisa meringankan tugas polisi dan jaksa," tandas Erry.
(anw/mpr)
"Saya mendukung cicak dan ICW agar Anggodo dijadikan tersangka. Tapi saya lebih berpendapat semakin dibutuhkannya penyidik-penyidik yang bukan berasal dari polisi dan jaksa," kata mantan Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas kepada detikcom, Senin (4/1/2010) malam.
Para penyidik tersebut menurut Erry bisa saja berasal dari para pengacara, mantan jaksa, mantan polisi yang dianggap memiliki kemampuan serta profesional dalam melakukan penyidikan.
"Dari mana saja yang penting profesional. Bisa dari mantan polisi, jaksa, atau lawyer yang berpengalaman. Ditambah taining khusus oleh KPK sendiri," imbuhnya.
Untuk melatih para penyidik ini, imbuh Erry, KPK bisa juga melakukan kerjasama dengan pihak-pihak dari luar seperti FBI, negara-negara sahabat seperti Singapura, Australia, Malaysia dan sebagainya.
Dia mengatakan, dibutuhkan penyidik yang handal untuk menangani kasus korupsi yang besar. Dengan memiliki tim penyidik sendiri, justru KPK malah ikut meringankan tugas polisi dan jaksa.
"Dibutuhkan penyidik handal untuk menangani korupsi. Kalau KPK punya jaksa sendiri, nantinya malah bisa meringankan tugas polisi dan jaksa," tandas Erry.
(anw/mpr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 23:14 WIB
KPUD Tutup Masa Penyerahan Bukti Dukungan Calon Independen Pilgub DKI
-
Minggu, 12/02/2012 21:25 WIB
Temui Ical, Mantan Panglima OPM Sampaikan Solusi Pembangunan Papua
-
Minggu, 12/02/2012 21:09 WIB
Bus TransJakarta Terbakar Akibat Korslet, Lalu-lintas Sarinah Padat
-
Minggu, 12/02/2012 20:33 WIB
Bus TransJakarta Terbakar di Depan Sarinah, Dua Penumpang Terluka
-
Minggu, 12/02/2012 20:25 WIB
Laporan dari Brussel
Tawaran Pendidikan dari K.U. Leuven, Belgia
-
Minggu, 12/02/2012 18:17 WIB
Usai Razia Kendaraan, Dua Polisi di Bogor Dibacok 7 Pria
-
Minggu, 12/02/2012 19:04 WIB
Seorang 'Atapers' Tewas Terbentur Tiang Listrik di Stasiun Manggarai
-
Minggu, 12/02/2012 21:25 WIB
Temui Ical, Mantan Panglima OPM Sampaikan Solusi Pembangunan Papua
-
Minggu, 12/02/2012 20:33 WIB
Bus TransJakarta Terbakar di Depan Sarinah, Dua Penumpang Terluka
-
589 Komentar
-
496 Komentar
-
382 Komentar
-
231 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

