Denny: SKPP Hanya untuk Bibit-Chandra, Tidak Kasus Lain
Rabu, 06/01/2010 19:13 WIB
Jakarta -
Permintaan penghentian kasus Anggodo Widjojo dengan alasan arahan Presiden SBY dinilai tidak tepat. Preferensi penghentian kasus Chandra dan Bibit yang dianjurkan presiden tidak terkait kasus hukum yang lain.
"Jelas sekali yang dihentikan melalui SKPP hanyalah kasus Chandra dan Bibit," kata staf khusus presiden bidang hukum Denny Indrayana dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Rabu (6/1/2010).
Dijelaskan Denny, untuk kasus hukum yang membelit Anggodo penanganannya tidak dapat dipersamakan dengan kasus Chandra dan Bibit. Penanganan Anggodo akan sangat tergantung dengan bukti-bukti hukum yang ada, yang dimiliki oleh KPK sebagai penegak hukum yang menangani kasus Anggodo.
Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum ini mendorong KPK mengambil langkah tegas dengan menggunakan alat-alat bukti yang ada.
"Dengan bukti-bukti yang ada KPK pasti dapat mengambil langkah tegas sesuai dengan aturan hukum dan rasa keadilan masyarakat," pungkasnya.
Sebelumnya, kuasa hukum Anggodo Widjojo, Bonaran Situmeang meminta agar kasus Anggodo tidak diteruskan. Bonaran menggunakan dalih Presiden SBY telah memberikan arahan agar kasus tidak dilanjutkan ke pengadilan.
"Artinya selesaikan secara adil, selesaikan seluruhnya. Kami juga menunggu semacam SKP2 dari KPK. Kami masih menunggu," kata Bonaran.
(Rez/ndr)
"Jelas sekali yang dihentikan melalui SKPP hanyalah kasus Chandra dan Bibit," kata staf khusus presiden bidang hukum Denny Indrayana dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Rabu (6/1/2010).
Dijelaskan Denny, untuk kasus hukum yang membelit Anggodo penanganannya tidak dapat dipersamakan dengan kasus Chandra dan Bibit. Penanganan Anggodo akan sangat tergantung dengan bukti-bukti hukum yang ada, yang dimiliki oleh KPK sebagai penegak hukum yang menangani kasus Anggodo.
Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum ini mendorong KPK mengambil langkah tegas dengan menggunakan alat-alat bukti yang ada.
"Dengan bukti-bukti yang ada KPK pasti dapat mengambil langkah tegas sesuai dengan aturan hukum dan rasa keadilan masyarakat," pungkasnya.
Sebelumnya, kuasa hukum Anggodo Widjojo, Bonaran Situmeang meminta agar kasus Anggodo tidak diteruskan. Bonaran menggunakan dalih Presiden SBY telah memberikan arahan agar kasus tidak dilanjutkan ke pengadilan.
"Artinya selesaikan secara adil, selesaikan seluruhnya. Kami juga menunggu semacam SKP2 dari KPK. Kami masih menunggu," kata Bonaran.
(Rez/ndr)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita ยป
-
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
-
Sabtu, 11/02/2012 02:47 WIB
Jasa Raharja Santuni Korban Tewas Kecelakaan Bus Maut Rp 25 Juta
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 02:04 WIB
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak Pukul 2 Dini Hari
-
Sabtu, 11/02/2012 01:38 WIB
TB Silalahi Akan Panggil Diana untuk Buktikan Politik Uang di Kongres PD
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
-
Sabtu, 11/02/2012 01:33 WIB
Kesaksian Penumpang Bus Maut: Saya Hanya Bisa Teriak dan Berdoa
-
Sabtu, 11/02/2012 02:04 WIB
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak Pukul 2 Dini Hari
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index ยป
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message

---125x125.gif)
.gif)

