KAI Commuter Lengkapi Seluruh Kereta Ekonomi Dengan AC
Kamis, 07/01/2010 15:28 WIB
Jakarta -
PT KAI Commuter Jabodetabek berencana mengganti seluruh armada kereta kelas ekonomi non AC menjadi ekonomi AC. Ditargetkan semuanya rampung di tahun 2011.
Rencana ini disampaikan oleh Direktur Utama KAI Commuter Jabodetabek Bambang Wibiyanto di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (7/1/2010).
"Rencananya nanti kereta ekonomi non-AC hilang semua. Kita ganti dengan AC paling lambat tahun 2011 selesai," katanya.
Meski fasilitas gerbong diperbaharui, ia berharap hal itu tidak akan mempengaruhi harga tiket. Supaya harga tidak naik, pihaknya berencana meminta kenaikan anggaran Public Service Obligation (PSO) ke pemerintah.
Saat ini, pihaknya masih menghitung biaya yang diperlukan untuk revitalisasi armada tersebut. Ia berharap, pihaknya bisa memenuhi kebutuhan dananya tanpa bantuan dari pemerintah.
"Nanti tergantung PSO-nya juga. Nanti kita negosiasikan dengan pemerintah," ujarnya.
Anak usaha PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu sudah menganggarkan dana sebanyak Rp 105 miliar untuk memesan gerbong dari PT Industri Kereta Api (INKA). Dana itu
akan digunakan untuk membeli 120 gerbong baru.
Tahun ini perseroan menargetkan pendapatan lebih dari Rp 428 miliar, terdiri dari jasa angkutan penumpang Rp 400 miliar dan pendapatan stasiun Rp 28 miliar.
(ang/dnl)
Rencana ini disampaikan oleh Direktur Utama KAI Commuter Jabodetabek Bambang Wibiyanto di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (7/1/2010).
"Rencananya nanti kereta ekonomi non-AC hilang semua. Kita ganti dengan AC paling lambat tahun 2011 selesai," katanya.
Meski fasilitas gerbong diperbaharui, ia berharap hal itu tidak akan mempengaruhi harga tiket. Supaya harga tidak naik, pihaknya berencana meminta kenaikan anggaran Public Service Obligation (PSO) ke pemerintah.
Saat ini, pihaknya masih menghitung biaya yang diperlukan untuk revitalisasi armada tersebut. Ia berharap, pihaknya bisa memenuhi kebutuhan dananya tanpa bantuan dari pemerintah.
"Nanti tergantung PSO-nya juga. Nanti kita negosiasikan dengan pemerintah," ujarnya.
Anak usaha PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu sudah menganggarkan dana sebanyak Rp 105 miliar untuk memesan gerbong dari PT Industri Kereta Api (INKA). Dana itu
akan digunakan untuk membeli 120 gerbong baru.
Tahun ini perseroan menargetkan pendapatan lebih dari Rp 428 miliar, terdiri dari jasa angkutan penumpang Rp 400 miliar dan pendapatan stasiun Rp 28 miliar.
(ang/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 03:12 WIB
10 Korban Tragedi Bus Karunia Bakti Luka Berat, Mayoritas Patah Tulang
-
Minggu, 12/02/2012 02:19 WIB
Polisi Libatkan Saksi Ahli dalam Pengukuran Kecepatan Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 01:19 WIB
Banjir Rendam Komplek Dosen IKIP Jatibening Bekasi
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 04:13 WIB
Asosiasi PTS Tolak Jurnal Ilmiah Jadi Syarat Lulus S1
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
440 Komentar
-
380 Komentar
-
349 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

