KPK Bidik Pemberian Fee oleh Bank Nasional
Jumat, 08/01/2010 10:42 WIB
Jakarta -
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menemukan adanya pemberian fee oleh sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD). Tidak lama lagi, pemeriksaan juga akan dilakukan terhadap bank nasional.
"Itu (bank nasional) juga akan kita bicarakan. Kita akan periksa," kata Wakil Ketua KPK bidang pencegahan Haryono Umar saat dihubungi lewat telepon, Jumat (8/1/2010).
Rencananya, KPK akan membicarakan lebih jauh tentang persoalan tersebut hari ini bersama Bank Indonesia dan BPKP. Bank Indonesia akan diwakili oleh Deputi Pengawasan BI Mulyaman dan salah seorang pejabat BPKP Suraji.
Selain membahas pemeriksaan terhadap bank nasional, KPK juga akan mengaudit lagi 27 bank daerah yang diduga memberi fee pada kepala daerah. "Kemarin kan baru 6. 27 bank lainnya kita minta bersama-sama untuk melanjutkan pemeriksaan," lanjutnya.
Fokus utama pembahasan adalah upaya untuk mengembalikan uang yang sudah diterima oleh para kepala daerah. Jika tidak diberikan lagi, maka artinya telah terjadi pelanggaran undang-undang.
"Uang negara dalam bentuk apa pun harus dikembalikan ke negara," tutupnya.
Sebelumnya KPK menemukan ada aliran dana dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) ke sejumlah kepala daerah dalam bentuk fee pribadi. Jumlahnya mencapai Rp 360 miliar.
(mad/fay)
"Itu (bank nasional) juga akan kita bicarakan. Kita akan periksa," kata Wakil Ketua KPK bidang pencegahan Haryono Umar saat dihubungi lewat telepon, Jumat (8/1/2010).
Rencananya, KPK akan membicarakan lebih jauh tentang persoalan tersebut hari ini bersama Bank Indonesia dan BPKP. Bank Indonesia akan diwakili oleh Deputi Pengawasan BI Mulyaman dan salah seorang pejabat BPKP Suraji.
Selain membahas pemeriksaan terhadap bank nasional, KPK juga akan mengaudit lagi 27 bank daerah yang diduga memberi fee pada kepala daerah. "Kemarin kan baru 6. 27 bank lainnya kita minta bersama-sama untuk melanjutkan pemeriksaan," lanjutnya.
Fokus utama pembahasan adalah upaya untuk mengembalikan uang yang sudah diterima oleh para kepala daerah. Jika tidak diberikan lagi, maka artinya telah terjadi pelanggaran undang-undang.
"Uang negara dalam bentuk apa pun harus dikembalikan ke negara," tutupnya.
Sebelumnya KPK menemukan ada aliran dana dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) ke sejumlah kepala daerah dalam bentuk fee pribadi. Jumlahnya mencapai Rp 360 miliar.
(mad/fay)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 02:19 WIB
Polisi Libatkan Saksi Ahli dalam Pengukuran Kecepatan Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 01:19 WIB
Banjir Rendam Komplek Dosen IKIP Jatibening Bekasi
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Minggu, 12/02/2012 00:05 WIB
Masih Saksi, Kernet Bus Karunia Bakti Diamankan di Polres Bogor
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
431 Komentar
-
373 Komentar
-
344 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

