Masyarakat Diminta Awasi Satgas Pemberantas Markus
Jumat, 08/01/2010 22:39 WIB
Jakarta -
Kinerja satgas pemberantasan mafia hukum atau makelar kasus (markus) yang
dibentuk Presiden SBY harus diawasi oleh seluruh masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Mantan aktifis mahasiswa yang dulu menjabat sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Indonesia, Hendra Ratu Parwira Negara
"Kinerja satgas ini harus diawasi bersama-sama, bukannya kita tidak percaya
dengan mereka, namun selama ini pihak penegak hukum yakni Kejaksaan, Kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak berkoordinasi dengan baik. Sehingga Presiden mebentuk satgas ini," kata Hendra di Cava Cafe Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (8/1/2009).
Menurutnya, Presiden SBY tetap harus mengevaluasi kinerja Satgas ini satu tahun kedepan. Meskipun, satgas ini hanya diberikan waktu 2 tahun untuk menjalankan tugasnya.
"Evaluasi itu penting dilakukan, karena tanpa adanya evaluasi semua tidak akan berjalan dengan benar dan sesuai tujuan," jelasnya.
Kedepan, satgas ini harus lebih intensif lagi bekerjasama dan berkoordinasi
dengan aparat penegak hukum lainnya. Dengan adanya koordinasi yang baik niscaya tujuan pemberantasan mafia hukum akan cepat teratasi.
"Saya percaya presiden SBY membentuk satgas ini dengan tujuan yang baik, yakni untuk memberantas mafia hukum atau makelar kasus yang selama ini di sudah melekat di institusi penegak hukum. Seluruh elemen masyarakat termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat harus tetap mengawasinya. Jangan biarkan uang rakyat terbuang sia-sia dengan dibentuknya satgas pemberantasan mafia hukum ini," pungkasnya.
(zal/rdf)
dibentuk Presiden SBY harus diawasi oleh seluruh masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Mantan aktifis mahasiswa yang dulu menjabat sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Indonesia, Hendra Ratu Parwira Negara
"Kinerja satgas ini harus diawasi bersama-sama, bukannya kita tidak percaya
dengan mereka, namun selama ini pihak penegak hukum yakni Kejaksaan, Kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak berkoordinasi dengan baik. Sehingga Presiden mebentuk satgas ini," kata Hendra di Cava Cafe Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (8/1/2009).
Menurutnya, Presiden SBY tetap harus mengevaluasi kinerja Satgas ini satu tahun kedepan. Meskipun, satgas ini hanya diberikan waktu 2 tahun untuk menjalankan tugasnya.
"Evaluasi itu penting dilakukan, karena tanpa adanya evaluasi semua tidak akan berjalan dengan benar dan sesuai tujuan," jelasnya.
Kedepan, satgas ini harus lebih intensif lagi bekerjasama dan berkoordinasi
dengan aparat penegak hukum lainnya. Dengan adanya koordinasi yang baik niscaya tujuan pemberantasan mafia hukum akan cepat teratasi.
"Saya percaya presiden SBY membentuk satgas ini dengan tujuan yang baik, yakni untuk memberantas mafia hukum atau makelar kasus yang selama ini di sudah melekat di institusi penegak hukum. Seluruh elemen masyarakat termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat harus tetap mengawasinya. Jangan biarkan uang rakyat terbuang sia-sia dengan dibentuknya satgas pemberantasan mafia hukum ini," pungkasnya.
(zal/rdf)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 13/02/2012 02:09 WIB
Insiden Tolak FPI di Palangkaraya Bentuk Kekecewaan Pada Pemerintah
-
Senin, 13/02/2012 01:37 WIB
Anggota Timwas Century: Rencana Beli Bank Mutiara Tidak Masuk Akal
-
Senin, 13/02/2012 00:58 WIB
Duh, Sopir Bus Yang Menewaskan 3 Orang di Majalengka Hanya Punya SIM C
-
Senin, 13/02/2012 00:44 WIB
Hujan Deras Selama 3 Jam, Sebagian Wilayah Jakarta Tergenang
-
Senin, 13/02/2012 00:25 WIB
Kemenkum HAM Siap Bantu Masa Pasca Rehabilitasi Pecandu Narkoba
-
Senin, 13/02/2012 02:09 WIB
Insiden Tolak FPI di Palangkaraya Bentuk Kekecewaan Pada Pemerintah
-
Senin, 13/02/2012 03:09 WIB
Kecelakaan Pesawat, Kepala Penasihat Kepresidenan Kongo Tewas
-
Sabtu, 11/02/2012 14:15 WIB
Warga Sweeping FPI, 2,5 Jam Bandara Palangkaraya Tak Beroperasi
-
Senin, 13/02/2012 01:37 WIB
Anggota Timwas Century: Rencana Beli Bank Mutiara Tidak Masuk Akal
-
594 Komentar
-
501 Komentar
-
384 Komentar
-
208 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

