
TODAY NEWS
'Patuhi Ketentuan Keamanan dan Keselamatan Penerbangan'
Senin, 18/01/2010 16:40 WIB
Jakarta -
Adalah wajar seusai bersusah payah menunaikan ibadah haji, para jamaah pulang ke Tanah Air dengan membawa barang oleh-oleh untuk sanak saudara, handai taulan, kerabat dan sahabat yang dicintainya. Oleh-oleh itu dihadiahkan sebagai ungkapan berbagi kebahagiaan. Namun, perasaan itu tiba-tiba sirna karena barang oleh-oleh itu merupakan kelebihan berat barang bawaan yang tak bisa dibawa pulang.
Itulah peristiwa yang selalu mengusik perasaan segenap anggota Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Peristiwa ini terjadi di tengah kegembiraan menjelang penerbangan pulang ke Tanah Air seusai jamaah melaksanakan ibadah haji. Inilah peristiwa yang kerap menimbulkan konflik antara jamaah dengan aparat di bandara, baik PPIH maupun petugas maskapai penerbangan.
"Sungguh kami sedih melihat keadaan ini, padahal jauh hari kami sudah mengingatkan agar jamaah tidak membawa barang berlebihan saat kembali pulang ke tanah air," ujar Kadaker Madinah Cepi Supriatna.
Persoalan kelebihan berat barang bawaan kerap menimbulkan konflik, karena maskapai penerbangan, baik Garuda Indonesia maupun Saudi Arabia Airlines, membatasi barang bawaan jamaah. Setiap orang hanya dibolehkan membawa barang di bagasi dalam satu kopor yang bisa diisi maksimal 32 kg, dan satu tas tentengan yang maksimal beratnya 7 kg untuk dibawa ke dalam kabin pesawat.
“Ketika para jamaah pulang barang bawaan mereka pasti bertambah banyak karena hampir setiap jamaah membawa oleh-oleh. Konsekuensinya, hal ini berpotensi mengancam keselamatan penerbangan,” tutur Cepi. “Tidak sedikit jamaah haji yang belum paham betul tentang hal ini. Karena itu tidaklah heran kalau sampai ada jamaah terpaksa harus meninggalkan barang bawaannya di areal penampungan kelebihan barang bawaan,” tambahnya.
Menurut ketentuan penerbangan internasional yang dianut Garuda, jamaah hanya diperbolehkan membawa satu tas tentengan (pembagian dari Garuda) dan tas kalung untuk dokumen yang bisa dibawa ke kabin, serta satu koper dengan berat maksimal 32 kg. Meski PPIH sudah melakukan sosialisasi mengenai barang bawaan, ternyata masih ditemukan jamaah yang melanggar dengan membawa barang melebihi ketentuan. Menurut data Garuda, pada musim haji tahun 2009 lalu, tercatat 3,7 ton barang bawaan terkena ‘sweeping’.
“Memang Depag sudah melakukan sosialisasi, tetapi informasinya kurang jelas berapa berat barang yang boleh dimasukkan ke dalam tas tentengan,” ujar Hajjah Pertiwi dari Surabaya. “Sementara itu, koper yang dibagikan ke jamaah hanya bisa menampung barang dengan berat cuma 26 kg,” tambahnya.
“Depag sebaiknya menyediakan koper lebih besar lagi, kan sayang barang seberat 6 kg yang mestinya bisa dibawa terpaksa harus ditinggal,” keluh Haji Salam dari Jakarta Utara penuh harap. Lebih lanjut Haji Salam mengeluhkan soal berat tas tentengan 10 kg tapi kenyataannya hanya muat 7 kg, kan lumayan selisih 3 kg.
“Karena tas tentengan terlalu kecil, maka jamaah menyertakan lagi tas atau bungkusan. Nah barang-barang seperti inilah yang akhirnya terkena sweeping, selain tas tentengan kedua, ketiga atau seterusnya,” tutur Haji Muzamil dari Solo.
Para jamaah yang harus meninggalkan sebagian barang bawaannya itu jelas saja mengalami kerugian. Menurut mereka kerugian itu bukan semata-mata disebabkan kealpaan mereka terhadap ketentuan penerbangan, melainkan juga akibat kekurang-jelasan informasi dari pihak Garuda atau PPIH. Apapun yang terjadi, menurut Kadaker Madinah Cepi Supriatna, pada kenyataannya memang ada di antara jamaah yang membawa barang kelebihan berat.
"Terus terang saya sedih bila barang bawaan jamaah sampai terpaksa harus ditinggal," ungkap Cepi. Menurut Cepi, penahanan barang-barang bawaan tersebut semata-mata demi keamanan dan keselamatan penerbangan. "Jamaah haji yang membawa bagasi melebihi ketentuan agar mengirimkannya melalui perusahaan kargo dengan biaya sendiri," papar Cepi.
Itulah peristiwa yang selalu mengusik perasaan segenap anggota Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Peristiwa ini terjadi di tengah kegembiraan menjelang penerbangan pulang ke Tanah Air seusai jamaah melaksanakan ibadah haji. Inilah peristiwa yang kerap menimbulkan konflik antara jamaah dengan aparat di bandara, baik PPIH maupun petugas maskapai penerbangan.
"Sungguh kami sedih melihat keadaan ini, padahal jauh hari kami sudah mengingatkan agar jamaah tidak membawa barang berlebihan saat kembali pulang ke tanah air," ujar Kadaker Madinah Cepi Supriatna.
Persoalan kelebihan berat barang bawaan kerap menimbulkan konflik, karena maskapai penerbangan, baik Garuda Indonesia maupun Saudi Arabia Airlines, membatasi barang bawaan jamaah. Setiap orang hanya dibolehkan membawa barang di bagasi dalam satu kopor yang bisa diisi maksimal 32 kg, dan satu tas tentengan yang maksimal beratnya 7 kg untuk dibawa ke dalam kabin pesawat.
“Ketika para jamaah pulang barang bawaan mereka pasti bertambah banyak karena hampir setiap jamaah membawa oleh-oleh. Konsekuensinya, hal ini berpotensi mengancam keselamatan penerbangan,” tutur Cepi. “Tidak sedikit jamaah haji yang belum paham betul tentang hal ini. Karena itu tidaklah heran kalau sampai ada jamaah terpaksa harus meninggalkan barang bawaannya di areal penampungan kelebihan barang bawaan,” tambahnya.
Menurut ketentuan penerbangan internasional yang dianut Garuda, jamaah hanya diperbolehkan membawa satu tas tentengan (pembagian dari Garuda) dan tas kalung untuk dokumen yang bisa dibawa ke kabin, serta satu koper dengan berat maksimal 32 kg. Meski PPIH sudah melakukan sosialisasi mengenai barang bawaan, ternyata masih ditemukan jamaah yang melanggar dengan membawa barang melebihi ketentuan. Menurut data Garuda, pada musim haji tahun 2009 lalu, tercatat 3,7 ton barang bawaan terkena ‘sweeping’.
“Memang Depag sudah melakukan sosialisasi, tetapi informasinya kurang jelas berapa berat barang yang boleh dimasukkan ke dalam tas tentengan,” ujar Hajjah Pertiwi dari Surabaya. “Sementara itu, koper yang dibagikan ke jamaah hanya bisa menampung barang dengan berat cuma 26 kg,” tambahnya.
“Depag sebaiknya menyediakan koper lebih besar lagi, kan sayang barang seberat 6 kg yang mestinya bisa dibawa terpaksa harus ditinggal,” keluh Haji Salam dari Jakarta Utara penuh harap. Lebih lanjut Haji Salam mengeluhkan soal berat tas tentengan 10 kg tapi kenyataannya hanya muat 7 kg, kan lumayan selisih 3 kg.
“Karena tas tentengan terlalu kecil, maka jamaah menyertakan lagi tas atau bungkusan. Nah barang-barang seperti inilah yang akhirnya terkena sweeping, selain tas tentengan kedua, ketiga atau seterusnya,” tutur Haji Muzamil dari Solo.
Para jamaah yang harus meninggalkan sebagian barang bawaannya itu jelas saja mengalami kerugian. Menurut mereka kerugian itu bukan semata-mata disebabkan kealpaan mereka terhadap ketentuan penerbangan, melainkan juga akibat kekurang-jelasan informasi dari pihak Garuda atau PPIH. Apapun yang terjadi, menurut Kadaker Madinah Cepi Supriatna, pada kenyataannya memang ada di antara jamaah yang membawa barang kelebihan berat.
"Terus terang saya sedih bila barang bawaan jamaah sampai terpaksa harus ditinggal," ungkap Cepi. Menurut Cepi, penahanan barang-barang bawaan tersebut semata-mata demi keamanan dan keselamatan penerbangan. "Jamaah haji yang membawa bagasi melebihi ketentuan agar mengirimkannya melalui perusahaan kargo dengan biaya sendiri," papar Cepi.
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 19/05/2011 14:06 WIB
Lampu LED, Teknologi Lampu untuk Rumah Masa Kini
-
Rabu, 12/01/2011 18:54 WIB
Trust by Danone
Komitmen Danone Aqua dalam perlindungan sumber daya air dan konservasi lingkungan.
-
Kamis, 30/12/2010 11:01 WIB
PUSKAPOL FISIP UI
Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Terhadap Keterpilihan Perempuan
-
Rabu, 29/12/2010 12:33 WIB
PUSKAPOL FISIP UI
Pentingnya Afirmasi Internal Partai Politik untuk Perempuan
-
Selasa, 28/12/2010 10:45 WIB
PUSKAPOL FISIP UI
Nomor Urut Tetap Menentukan Keterpilihan Perempuan
-
Senin, 13/02/2012 21:43 WIB
SBY: FPI Harus Bertanya Kenapa Bisa Ditolak di Kalteng?
-
Senin, 13/02/2012 17:42 WIB
Ditolak di Palangkaraya, FPI Polisikan Gubernur & Kapolda
-
Senin, 13/02/2012 16:54 WIB
Dikecam Soal Deportasi Penghina Nabi Muhammad, Malaysia Membela Diri
-
Senin, 13/02/2012 20:26 WIB
Nazaruddin Dipecat Setelah SBY Marah
-
595 Komentar
-
499 Komentar
-
450 Komentar
-
386 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 13/02/2012 13:30 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Demokrat di Ambang Kiamat
-
Senin, 13/02/2012 13:24 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Angie Membuka Pintu, Siapa Bakal Masuk
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 598.000
- Rp 1,404.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message

---125x125.gif)
.gif)

