Langkah Dialogis Jadi Prioritas Dalam Penertiban Rumah Dinas TNI
Kamis, 28/01/2010 01:14 WIB
Jakarta -
Berbagai upaya terus dilakukan Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk menertibkan proses pengosongan rumah dinas milik TNI. Langkah-langkah preventif terus ditempuh agar terjadi dialog yang baik antara keduanya.
"Langkah-langkah preventif dan dialogis tetap kita lakukan kepada penghuni rumah dinas, bagi kita para purnawirawan tersebut merupakan keluarga besar TNI yang tidak bisa dilupakan begitu saja jasanya, ini semua harus equal karena di satu sisi kebutuhan TNI atas rumah milik negara juga sangat besar," ujar Wakil Kemhan Letjen TNI Safrie Sjamsoeddin di Kementerian Pertahanan Jl Medan Merdeka Barat Jakarta, Rabu (27/01/2010).
Nuansa emosional dan bentrokan antara aparat dan warga sering mewarnai proses pengosongan rumah. Ini menyebabkan sulitnya proses negosiasi yang akhirnya berujung pada bentrok.
Safrie juga mengatakan, sebagian besar purnawirawan saat ini masih mendiami rumah dinas dengan alasan belum memiliki rumah tinggal pribadi. Pihak Kemhan dalam dialog yang dilakukan, juga mencoba berikan tenggang waktu pengosongan kepada pihak purnawirawan.
"Masalah tenggat waktu selalu kami sediakan, mulai dari tiga bulan, setengah tahun sampai satu tahun," ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Safrie juga berharap jiwa besar dari para purnawirawan TNI untuk mengembalikan aset tersebut agar bisa digunakan bagi prajurit yang masih aktif. "Diperlukan dedikasi prajurit atas aset negara yang dibeli dari uang rakyat," tutupnya.
(lia/mad)
"Langkah-langkah preventif dan dialogis tetap kita lakukan kepada penghuni rumah dinas, bagi kita para purnawirawan tersebut merupakan keluarga besar TNI yang tidak bisa dilupakan begitu saja jasanya, ini semua harus equal karena di satu sisi kebutuhan TNI atas rumah milik negara juga sangat besar," ujar Wakil Kemhan Letjen TNI Safrie Sjamsoeddin di Kementerian Pertahanan Jl Medan Merdeka Barat Jakarta, Rabu (27/01/2010).
Nuansa emosional dan bentrokan antara aparat dan warga sering mewarnai proses pengosongan rumah. Ini menyebabkan sulitnya proses negosiasi yang akhirnya berujung pada bentrok.
Safrie juga mengatakan, sebagian besar purnawirawan saat ini masih mendiami rumah dinas dengan alasan belum memiliki rumah tinggal pribadi. Pihak Kemhan dalam dialog yang dilakukan, juga mencoba berikan tenggang waktu pengosongan kepada pihak purnawirawan.
"Masalah tenggat waktu selalu kami sediakan, mulai dari tiga bulan, setengah tahun sampai satu tahun," ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Safrie juga berharap jiwa besar dari para purnawirawan TNI untuk mengembalikan aset tersebut agar bisa digunakan bagi prajurit yang masih aktif. "Diperlukan dedikasi prajurit atas aset negara yang dibeli dari uang rakyat," tutupnya.
(lia/mad)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 07/02/2012 12:43 WIB
Berulang Kali Diperdengarkan Rekaman, Bupati Seluma Tak Akui Suaranya
-
Selasa, 07/02/2012 12:41 WIB
Cegah Pilot Nyabu, Pendidikan Kru Pesawat Harus Dievaluasi
-
Selasa, 07/02/2012 12:27 WIB
Cuaca Buruk, Batavia Air Nyaris Celaka di Bandara Sentani
-
Selasa, 07/02/2012 12:19 WIB
Ruhut Berkali-kali Minta Anas Mundur, Saan: Itu Kelainan
-
Selasa, 07/02/2012 12:12 WIB
DPR Setujui 2 Komisioner Baru LPSK
-
Selasa, 07/02/2012 11:22 WIB
Ini Cara 12 Tahanan Polsek Cempaka Putih Kabur
-
Selasa, 07/02/2012 11:25 WIB
Rekening Dibobol Rp 7,9 Juta Lewat ATM, Agus Lapor Polisi
-
Selasa, 07/02/2012 07:48 WIB
Jadi Tersangka, Angie Curahkan Perasaannya di Blog Pribadinya
-
Selasa, 07/02/2012 11:15 WIB
Resign Sebelum Kontrak Habis, Pilot Lion Air Didenda US$ 49 Ribu
-
225 Komentar
-
202 Komentar
-
178 Komentar
-
165 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,418.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

