Paloh 'Putera' Demokrat
Kamis, 04/02/2010 13:13 WIB
Jakarta -
Deklarasi Nasional Demokrat (ND) mengundang banyak tanya. Pertanyaan itu berputar seputar kehadiran sejumlah tokoh partai yang ‘tersingkir’. Selain, tentu, gara-gara bendera ND yang mirip Partai Demokrat. Adakah itu tanda Surya Paloh akan menggembosi dua partai itu? Atau inisiator ND yang juga mantan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar ini berniat ‘menyeberang’ ke partainya Susilo Bambang Yudhoyono?
Deklarasi ND yang digelar pekan kemarin di Senayan memang meriah. Sederet tokoh partai hadir. Dari PDIP tampak Megawati, Taufiq Kiemas, Maruarar Sirait dan Budiman Sudjatmiko, selain Mubarok dari Partai Demokrat, Wiranto dari Partai Hanura, Permadi dari Partai Gerindra, serta Akbar Tandjung, dan Jusuf Kalla dari Partai Golkar.
Banyaknya tokoh yang hadir menimbulkan multitafsir. Itu tidak terhindarkan. Apalagi di lingkaran deklarator dominasi politisi PG amat menonjol. Celakanya, Yuddy Chrisnandi, Ferry Mursidan Baldan, serta beberapa tokoh Partai Beringin minus Akbar Tandjung itu merupakan gerbong yang ditinggalkan lokomotif Aburizal Bakrie. Tidak terkecuali Sri Sultan Hamengkubuwono X yang mandegani.
Tafsir itu memang negatif. Itu tidak lepas dari ‘tragedi’ kekalahan Surya Paloh dalam Munas Golkar di Pekanbaru. Tidak berlebihan jika ND diasumsikan sebagai ekspresi kekecewaan Surya Palos. Bos Metro-TV ini menghimpun kekuatan, dan mewadahi tokoh yang tidak terakomodasi. Pendirian ND dituding langkah awal ‘menggembosi’ Golkar.
‘Syak-wasangka’ sama juga dirasakan Partai Demokrat (PD). Warna biru bendera ND dengan dua garis kuning terpampang kecil sepintas mirip bendera PD. Lambang dan simbol itu dipersepsikan sebagai sinyal ND hendak bergerak ‘mengoyak’ kebesaran Partai Demokrat.
Memang benar Surya Paloh berulangkali membantah. ND bukan embrio partai politik. Tapi siapa yang percaya itu. Apalagi setelah kekalahan Surya Paloh berebut kursi Ketua Umum Golkar tersebar sas-sus merancang pendirian partai politik ‘sejenis’ Golkar. Juga rumor susulan yang menyebut Surya Paloh berencana bersanding dengan Wiranto di Hanura. Itu alasan bantahan Surya Paloh tidak menggoyahkan keyakinan banyak pihak.
Namun benarkah ND embrio partai politik? Insting saya mengatakan ‘ya’. Itu kalau arus yang dibangun organisasi massa ini melahirkan simpati rakyat. Kalau program dan visinya memberi manfaat bagi publik. Tapi jika tidak, maka nasib ND tidak jauh dari umur jagung. Setelah ada, habis itu tiada!
Mengapa begitu? Itu tidak lepas dari sosok pelahir ND. Wartawan senior ini telah terbentuk sebagai wartawan. Semboyannya selalu ada yang baru, dan harus terus lahir yang baru. Dalam kacamata politik, ini inkonsistensi, yang menghancurkan basis dukungan, dan ‘anti-kesepahaman’. Itu yang membuat saya pribadi ragu survivenya ND, apalagi sampai reinkarnasi sebagai partai politik.
Benarkah begitu? ‘Satu lagi lahir anak Partai Demokrat’, kata Mubarok berkelakar. Apakah maksudnya gerangan?
*Djoko Suud Sukahar: pemerhati budaya, tinggal di Jakarta.
(iy/iy)
Deklarasi ND yang digelar pekan kemarin di Senayan memang meriah. Sederet tokoh partai hadir. Dari PDIP tampak Megawati, Taufiq Kiemas, Maruarar Sirait dan Budiman Sudjatmiko, selain Mubarok dari Partai Demokrat, Wiranto dari Partai Hanura, Permadi dari Partai Gerindra, serta Akbar Tandjung, dan Jusuf Kalla dari Partai Golkar.
Banyaknya tokoh yang hadir menimbulkan multitafsir. Itu tidak terhindarkan. Apalagi di lingkaran deklarator dominasi politisi PG amat menonjol. Celakanya, Yuddy Chrisnandi, Ferry Mursidan Baldan, serta beberapa tokoh Partai Beringin minus Akbar Tandjung itu merupakan gerbong yang ditinggalkan lokomotif Aburizal Bakrie. Tidak terkecuali Sri Sultan Hamengkubuwono X yang mandegani.
Tafsir itu memang negatif. Itu tidak lepas dari ‘tragedi’ kekalahan Surya Paloh dalam Munas Golkar di Pekanbaru. Tidak berlebihan jika ND diasumsikan sebagai ekspresi kekecewaan Surya Palos. Bos Metro-TV ini menghimpun kekuatan, dan mewadahi tokoh yang tidak terakomodasi. Pendirian ND dituding langkah awal ‘menggembosi’ Golkar.
‘Syak-wasangka’ sama juga dirasakan Partai Demokrat (PD). Warna biru bendera ND dengan dua garis kuning terpampang kecil sepintas mirip bendera PD. Lambang dan simbol itu dipersepsikan sebagai sinyal ND hendak bergerak ‘mengoyak’ kebesaran Partai Demokrat.
Memang benar Surya Paloh berulangkali membantah. ND bukan embrio partai politik. Tapi siapa yang percaya itu. Apalagi setelah kekalahan Surya Paloh berebut kursi Ketua Umum Golkar tersebar sas-sus merancang pendirian partai politik ‘sejenis’ Golkar. Juga rumor susulan yang menyebut Surya Paloh berencana bersanding dengan Wiranto di Hanura. Itu alasan bantahan Surya Paloh tidak menggoyahkan keyakinan banyak pihak.
Namun benarkah ND embrio partai politik? Insting saya mengatakan ‘ya’. Itu kalau arus yang dibangun organisasi massa ini melahirkan simpati rakyat. Kalau program dan visinya memberi manfaat bagi publik. Tapi jika tidak, maka nasib ND tidak jauh dari umur jagung. Setelah ada, habis itu tiada!
Mengapa begitu? Itu tidak lepas dari sosok pelahir ND. Wartawan senior ini telah terbentuk sebagai wartawan. Semboyannya selalu ada yang baru, dan harus terus lahir yang baru. Dalam kacamata politik, ini inkonsistensi, yang menghancurkan basis dukungan, dan ‘anti-kesepahaman’. Itu yang membuat saya pribadi ragu survivenya ND, apalagi sampai reinkarnasi sebagai partai politik.
Benarkah begitu? ‘Satu lagi lahir anak Partai Demokrat’, kata Mubarok berkelakar. Apakah maksudnya gerangan?
*Djoko Suud Sukahar: pemerhati budaya, tinggal di Jakarta.
(iy/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
KolomTerbaru
Indeks Kolom »
-
Jumat, 10/02/2012 13:27 WIB
Catatan Agus Pambagio
BRTI, Apa Kabar Pulsa Saya?
-
Senin, 06/02/2012 19:23 WIB
Kolom
Bangsa ini Saatnya Meneladani Kejujuran Nabi Muhammad SAW
-
Selasa, 31/01/2012 10:21 WIB
Kolom
Siapapun Ketuanya, Ibas Tetap Sekjen
-
Senin, 30/01/2012 09:42 WIB
Catatan Agus Pambagio
Politisasi Pencurian Pulsa
-
Senin, 30/01/2012 08:55 WIB
Amuk Massa di Bima Harus Dicegah Tidak Terulang
-
Minggu, 12/02/2012 15:16 WIB
Kecelakaan Angkot di KM 27 Jagorawi, 12 Orang Luka-luka
-
Minggu, 12/02/2012 15:32 WIB
DPRD Bali Desak KPK Usut RS Unud karena Diduga Terkait Nazaruddin
-
Minggu, 12/02/2012 13:54 WIB
Bentrok Ormas di Bali Dipicu Miras
-
Minggu, 12/02/2012 12:49 WIB
Polisi: Bentrokan di Bali Melibatkan Dua Ormas Besar
-
578 Komentar
-
459 Komentar
-
375 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

