Lintas Melawai Kini

Menyulap Melawai Agar Kembali Ramai

M. Rizal Maslan - detikNews
Jumat, 05/02/2010 16:15 WIB
Foto: Rizal/Detikcom
Jakarta - "Hai... Mau kemana?" tanya perempuan seksi berbaju merah di Jalan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, malam itu. Senyum genitnya cukup menggoda pengendara mobil yang lalu membuka kaca jendelanya.

Pemandangan ini hampir setiap malam bisa dilihat di kawasan Melawai, dari perempatan Taman Adyoda, bekas Pasar Bunga Barito, sampai perempatan Blok M Mal itu. Kehadiran mereka mulai marak sejak tahun 1990 sampai sekarang. Namun, keberadaan Pekerja Seks Komersil (PSK) di Melawai sudah menurun. Apalagi jika dibandingkan di Jalan Hayam Wuruk atau Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, pada akhir era 1980-an mereka mulai muncul seiring banyaknya karyawati yang bekerja di sejumlah bar atau diskotik di kawasan Blok M, Bulungan dan Mahakam. Burespang atau bubaran restoran Jepang, begitu kalangan muda menyebut perempuan yang bisa digaet saat itu.

"Saat itu mulai muncul cewek-cewek yang bukan karyawan restoran Jepang atau diskotik yang ada saat itu. Mulai 1990-an ramainya mereka, enggak tahu dari mana," kata Edi, yang ketika mudanya sering nongkrong di Melawai, kepada detikcom, Kamis (4/2/2010) malam.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Dede, pedagang warung rokok di kawasan
Bulungan. "Dulu setiap magrib, cewek-cewek ini mulai muncul. Mereka mejeng di sepanjang Jl Bulungan, Jl Mahakam, Jl Barito dan Jl Melawai," ungkapnya.

Jumlah mereka membengkak saat kriris ekonomi 1997. Namun perlahan Satpol PP Jakarta Selatan menertibkan mereka sampai jumlahnya menyusut. PSK yang tersisa kini mangkal di Jl Mahakam atau Jl Melawai dekat Barito atau Taman Ayodya.

"Itu saja bisa dihitung dengan jari," jelasnya.

Sejak 2005, Pemkot Jakarta Selatan terus menertibkan pedagang kaki lima, PSK dan ruang hijau. Sejumlah pedagang makanan lesehan pun ikut tergusur juga di sepanjang jalan itu.

"Saya cari kesehan Yogya itu. Kok gelap dan sepi yang dagang," komentar Febrianto saat menemani detikcom berkeliling.

Padahal, sudah lama ada pusat jajanan di Melawai, khususnya di dekat SMPN 19, SPBU Melawai dan Panglima Polim. Sementara, belasan penjaja Gultik atau Gulai Tikungan di Bulungan masih tetap bertahan.

"Semua berubah setelah banyaknya pembangunan seperti Plaza Blok M, Blok M Mal, Blok M Square yang baru itu. Belum lagi banyaknya resto-resto baru di kawasan ini," ungkap Dede lagi.

Memang, citra negatif kawasan PSK di Melawai sekarang berubah. Pihak Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Selatan akan menjadikan kawasan ini sebagai tempat Wisata Kuliner selain Kemang. Kemang saat ini sudah beralih fungsi menjadi kawasan bisnis, hotel dan hiburan dengan kafe, bar, restoran dan diskotik.

Pembangunan Melawai lamban karena terjepit keberadaan Plaza Blok M dan Pasar Raya. Blok M Square menempati lahan bekas Aldiron dan Pasar Melawai. Dua pertokoan ini dahulu ngetop sejak tahun 1970-an. Blok M Square kini diproyeksikan menjadi kawasan wisata belanja di Jakarta Selatan. Para pedagang lesehan bekas Aldiron dan Pasar Melawai diberikan tempat di Blok M Square. Mereka adalah penjual kue subuh, lukisan, termasuk para pedagang buku kaki lima eks Kwitang, Jakarta Pusat.

Pemerintah Kota Jakarta Selatan sendiri nampknya ingin membangkitkan kejayaan Melawai di era 1970-1980-an itu. Taman Ayodya yang pernah menjadi tempat mangkal pedagang bunga Barito kini juga dibenahi.

Taman ini memang sungguh nyaman sebagai tempat rekreasi warga dengan fasilitas baru. Namun, setelah diresmikan beberapa bulan lalu, para 'Kupu Kupu Malam' muncul taman nan asri ini. Para PSK ini selalu didampingi tukang ojek Anjelo alias Antar Jemput Lonte. Inilah salah satu keluhan pemerintah yang sedang berupaya membersihkan kawasan tersebut.

(zal/fay)

Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda
     

Share:

Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Laporan KhususTerbaru Indeks Laporan Khusus »
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel