Gempa Haiti
Bill Clinton Minta Maaf Atas Keterlambatan Bantuan
Sabtu, 06/02/2010 12:15 WIB
AFP
Port-au-Prince -
Rakyat Haiti memprotes lambannya bantuan untuk mereka sejak gempa dahsyat bulan Januari lalu. Atas hal ini, mantan presiden AS Bill Clinton berjanji akan berupaya menyalurkan bantuan secepat mungkin untuk para korban gempa di Haiti. Mantan pemimpin negara adikuasa itu minta maaf atas lambannya upaya bantuan.
"Saya minta maaf ini butuh waktu selama ini," kata Clinton kepada wartawan saat mengunjungi sebuah klinik di Port-au-Prince, ibukota Haiti seperti dilansir AFP, Sabtu (6/2/2010).
Dikatakan Clinton, dirinya sedang mencoba mencari tahu mengapa lebih dari tiga minggu setelah gempa 12 Januari lalu, barang-barang bantuan belum juga sampai ke tangan warga Haiti yang sangat membutuhkan.
Menurut Clinton, dirinya dan para pekerja kemanusiaan lainnya sedang bekerja keras untuk meringankan penderitaan korban gempa Haiti.
Clinton ditunjuk oleh Sekjen PBB Ban Ki-moon sebagai koordinator bantuan internasional untuk negara miskin Karibia itu.
Clinton juga berkunjung ke kantor pusat sementara pemerintah Haiti di sebuah gedung kepolisian. Di sana sekitar 200 orang berdemonstrasi memprotes kurangnya tempat penampungan.
"Anak-anak kami terbakar kena sinar matahari. Kami punya hak untuk tenda-tenda. Kami punya hak untuk tempat berlindung," seru Mentor Natacha, seorang ibu dua anak.
Ratusan warga Haiti lainnya juga berdemo di depan kedutaan AS. Massa memprotes bantuan yang tak kunjung diterima mereka.
(ita/ita)
"Saya minta maaf ini butuh waktu selama ini," kata Clinton kepada wartawan saat mengunjungi sebuah klinik di Port-au-Prince, ibukota Haiti seperti dilansir AFP, Sabtu (6/2/2010).
Dikatakan Clinton, dirinya sedang mencoba mencari tahu mengapa lebih dari tiga minggu setelah gempa 12 Januari lalu, barang-barang bantuan belum juga sampai ke tangan warga Haiti yang sangat membutuhkan.
Menurut Clinton, dirinya dan para pekerja kemanusiaan lainnya sedang bekerja keras untuk meringankan penderitaan korban gempa Haiti.
Clinton ditunjuk oleh Sekjen PBB Ban Ki-moon sebagai koordinator bantuan internasional untuk negara miskin Karibia itu.
Clinton juga berkunjung ke kantor pusat sementara pemerintah Haiti di sebuah gedung kepolisian. Di sana sekitar 200 orang berdemonstrasi memprotes kurangnya tempat penampungan.
"Anak-anak kami terbakar kena sinar matahari. Kami punya hak untuk tenda-tenda. Kami punya hak untuk tempat berlindung," seru Mentor Natacha, seorang ibu dua anak.
Ratusan warga Haiti lainnya juga berdemo di depan kedutaan AS. Massa memprotes bantuan yang tak kunjung diterima mereka.
(ita/ita)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 13/02/2012 02:09 WIB
Insiden Tolak FPI di Palangkaraya Bentuk Kekecewaan Pada Pemerintah
-
Senin, 13/02/2012 01:37 WIB
Anggota Timwas Century: Rencana Beli Bank Mutiara Tidak Masuk Akal
-
Senin, 13/02/2012 00:58 WIB
Duh, Sopir Bus Yang Menewaskan 3 Orang di Majalengka Hanya Punya SIM C
-
Senin, 13/02/2012 00:44 WIB
Hujan Deras Selama 3 Jam, Sebagian Wilayah Jakarta Tergenang
-
Senin, 13/02/2012 00:25 WIB
Kemenkum HAM Siap Bantu Masa Pasca Rehabilitasi Pecandu Narkoba
-
Senin, 13/02/2012 02:09 WIB
Insiden Tolak FPI di Palangkaraya Bentuk Kekecewaan Pada Pemerintah
-
Senin, 13/02/2012 03:09 WIB
Kecelakaan Pesawat, Kepala Penasihat Kepresidenan Kongo Tewas
-
Sabtu, 11/02/2012 14:15 WIB
Warga Sweeping FPI, 2,5 Jam Bandara Palangkaraya Tak Beroperasi
-
Senin, 13/02/2012 01:37 WIB
Anggota Timwas Century: Rencana Beli Bank Mutiara Tidak Masuk Akal
-
594 Komentar
-
501 Komentar
-
384 Komentar
-
208 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

