AS & Prancis Desak Adanya Sanksi Baru PBB Terhadap Iran
Selasa, 09/02/2010 09:55 WIB
Mahmoud Ahmadinejad (AFP)
Paris -
Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Prancis akan mendesak dikeluarkannya sanksi-sanksi baru PBB yang lebih keras terhadap Iran. Hal ini dilakukan setelah Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad memerintahkan badan energi atom Iran untuk memulai proses pengayaan uranium.
Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Menteri Pertahanan AS Robert Gates dalam pembicaraan mereka setuju bahwa sanksi-sanksi baru yang lebih keras harus diberikan terhadap Iran. Demikian disampaikan pejabat kepresidenan Prancis seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (9/2/2010).
"Mr Sarkozy dan Mr Gates setuju bahwa telah tiba waktunya bagi adopsi sanksi keras, dengan harapan dialog akan dilanjutkan," kata pejabat kepresidenan Prancis seusai pertemuan antara Sarkozy dan Gates.
Menurut Gates, jika Iran sampai mengembangkan senjata nuklir, hal itu akan menjadi bahaya besar.
"Kita harus menghadapi kenyataan bahwa jika Iran meneruskan dan mengembangkan senjata nuklir, itu hampir pasti akan memicu proliferasi nuklir di Timur Tengah. Ini bahaya besar," tegas Gates.
Presiden Ahmadinejad telah mengumumkan akan memulai proses pengayaan uranium pada Selasa, 9 Februari waktu setempat. Padahal selama ini AS dan Eropa terus mendesak Iran untuk tidak melakukan proses tersebut.
Negara-negara Barat mengkhawatirkan Iran diam-diam berupaya mengembangkan senjata nuklir lewat program nuklir yang dijalankannya. Namun Iran bersikeras bahwa program nuklirnya untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi.
(ita/iy)
Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Menteri Pertahanan AS Robert Gates dalam pembicaraan mereka setuju bahwa sanksi-sanksi baru yang lebih keras harus diberikan terhadap Iran. Demikian disampaikan pejabat kepresidenan Prancis seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (9/2/2010).
"Mr Sarkozy dan Mr Gates setuju bahwa telah tiba waktunya bagi adopsi sanksi keras, dengan harapan dialog akan dilanjutkan," kata pejabat kepresidenan Prancis seusai pertemuan antara Sarkozy dan Gates.
Menurut Gates, jika Iran sampai mengembangkan senjata nuklir, hal itu akan menjadi bahaya besar.
"Kita harus menghadapi kenyataan bahwa jika Iran meneruskan dan mengembangkan senjata nuklir, itu hampir pasti akan memicu proliferasi nuklir di Timur Tengah. Ini bahaya besar," tegas Gates.
Presiden Ahmadinejad telah mengumumkan akan memulai proses pengayaan uranium pada Selasa, 9 Februari waktu setempat. Padahal selama ini AS dan Eropa terus mendesak Iran untuk tidak melakukan proses tersebut.
Negara-negara Barat mengkhawatirkan Iran diam-diam berupaya mengembangkan senjata nuklir lewat program nuklir yang dijalankannya. Namun Iran bersikeras bahwa program nuklirnya untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi.
(ita/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 13/02/2012 07:12 WIB
Dalang Bom Buku Jalani Sidang Tuntutan di PN Jakarta Barat
-
Senin, 13/02/2012 07:02 WIB
Korban Tewas & Luka Kecelakaan Bus Dibawa ke RSUD Dr Soeroto Ngawi
-
Senin, 13/02/2012 06:54 WIB
Ribuan Warga Mengungsi Pasca Bentrok di Maluku Tengah
-
Senin, 13/02/2012 06:16 WIB
Umar Patek Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Jakarta Barat
-
Senin, 13/02/2012 06:01 WIB
Dua Kecelakaan di Tol Dalam Kota, Waspada Macet
-
Senin, 13/02/2012 02:09 WIB
Insiden Tolak FPI di Palangkaraya Bentuk Kekecewaan Pada Pemerintah
-
Senin, 13/02/2012 05:50 WIB
Kecelakaan Bus di Jalur Ngawi-Madiun, 4 Tewas & Puluhan Luka
-
Senin, 13/02/2012 06:01 WIB
Dua Kecelakaan di Tol Dalam Kota, Waspada Macet
-
Senin, 13/02/2012 00:58 WIB
Duh, Sopir Bus Yang Menewaskan 3 Orang di Majalengka Hanya Punya SIM C
-
597 Komentar
-
508 Komentar
-
384 Komentar
-
210 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

