Selasa, 09/02/2010 11:33 WIB
PD: Isu Kriminalisasi Sri Mulyani dan Boediono Jadi 'PR' Pansus Century
Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta -
Menjelang keputusan akhir, Pansus Century terus diterpa isu miring. Isu pengemplang pajak bermain di belakang pansus untuk mengkriminalisasi Sri Mulyani dan Boediono menjadi 'PR' bagi pansus untuk dijawab.
"Itu pekerjaan rumah (PR) buat pansus supaya membuktikan bahwa pansus tidak seperti yang diduga. Jangan cuma tambah galak, masyarakat makin tidak mengerti," kata Sekjen PD Amir Syamsuddin kepada detikcom, Selasa (9/2/2010).
Menurut Amir, pansus punya tanggungjawab moral untuk meyakinkan masyarakat dalam mengungkap skandal Century ini. Amir berharap dalam pansus tidak ada kepentingan politik tertentu. "Pansus Century harus menyingkirkan agenda politik tertentu, apalagi kalau sampai mengkriminalisasi Sri Mulyani dan Boediono," jelas Amir.
Amir mendukung penuh kerja pansus berkoordinasi dengan KPK. Namun mantan anggota Tim 8 ini mengharap pansus tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
"Saya tidak menutup peranan KPK untuk mengusut juga kalau memang ada indikasi penyimpangan. Kalau tidak ditemukan, jangan KPK yang dihujat, perlu kejujuran supaya mayarakat mengerti," pinta Amir.
Amir juga berharap Pansus tidak mengedepankan emosi dalam pemeriksaan saksi-saksi. "Supaya terbuka matanya, terbuka hatinya, sehingga perilaku destruktif karena kemarahan tidak terjadi," tutupnya.
(van/yid)
Tekan *123*121# untuk kenyamanan mudik Anda ke Jalur Jawa. cs:021-7941178
(khusus pelanggan Telkomsel)
Tetap update dgn berita DETIK ikuti sms berlangganannya, ktk REG DETIK kirim ke 3845 (Telkomsel, Indosat, Three)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).