Kasus Century
PKS Berani Sebut Nama, PDIP Tetap Salahkan Institusi
Selasa, 09/02/2010 12:33 WIB
Jakarta -
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berani menyebut mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani bersalah dalam kasus Century. Porsi kesalahan Boediono 80 % sedangkan Sri Mulyani 20%. Bagaimana dengan PDIP?
"Memang secara langsung kami tidak menyebutkan nama-nama yang bersalah dan bertanggung jawab terhadap bailout Century. Tapi kemarin PDIP secara gamblang telah mengatakan ada kesalahan secara gamblang dalam bailout Century ini," kata Sekjen PDIP Pramono Anung, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/2/2010).
Menurut Pram, begitu ia biasa disapa, dalam kasus Century tidak perlu ditunjukkan langsung orang yang bersalah dan merinci apa saja kesalahannya. Namun, ia melihat, Gubernur BI dan dewan Direksi BI memang ikut bersalah.
"Dan itu bisa saja, mengarah pada mereka yang harus bertanggung jawab, meski kita tidak menyebutkan namanya," jelasnya.
Saat ditanya apakah PDIP mau meniru langkah PKS yang berani menyebut nama, Pram enggan berkomentar lebih jauh. Menurut dia, apa pun yang dilakukan PKS adalah hak masing-masing fraksi.
"Sebab PDIP berpegang pada substansinya untuk melihat masalah ini. Artinya kita lebih pada hal-hal yang menyangkut tindak pidana korupsi, di mana jika itu ditemukan memang ada kami meminta KPK untuk proaktif," tegasnya.
Apakah di pandangan akhir nanti sikap PDIP akan berbeda?
"Saya yakin tidak akan berbeda. Termasuk juga dari fraksi yang lain. Karena jika itu terjadi maka di Pemilu 2014 parpol-parpol tidak akan dipilih oleh rakyat," tutupnya.
(mad/iy)
"Memang secara langsung kami tidak menyebutkan nama-nama yang bersalah dan bertanggung jawab terhadap bailout Century. Tapi kemarin PDIP secara gamblang telah mengatakan ada kesalahan secara gamblang dalam bailout Century ini," kata Sekjen PDIP Pramono Anung, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/2/2010).
Menurut Pram, begitu ia biasa disapa, dalam kasus Century tidak perlu ditunjukkan langsung orang yang bersalah dan merinci apa saja kesalahannya. Namun, ia melihat, Gubernur BI dan dewan Direksi BI memang ikut bersalah.
"Dan itu bisa saja, mengarah pada mereka yang harus bertanggung jawab, meski kita tidak menyebutkan namanya," jelasnya.
Saat ditanya apakah PDIP mau meniru langkah PKS yang berani menyebut nama, Pram enggan berkomentar lebih jauh. Menurut dia, apa pun yang dilakukan PKS adalah hak masing-masing fraksi.
"Sebab PDIP berpegang pada substansinya untuk melihat masalah ini. Artinya kita lebih pada hal-hal yang menyangkut tindak pidana korupsi, di mana jika itu ditemukan memang ada kami meminta KPK untuk proaktif," tegasnya.
Apakah di pandangan akhir nanti sikap PDIP akan berbeda?
"Saya yakin tidak akan berbeda. Termasuk juga dari fraksi yang lain. Karena jika itu terjadi maka di Pemilu 2014 parpol-parpol tidak akan dipilih oleh rakyat," tutupnya.
(mad/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 13/02/2012 06:54 WIB
Ribuan Warga Mengungsi Pasca Bentrok di Maluku Tengah
-
Senin, 13/02/2012 06:01 WIB
Dua Kecelakaan di Tol Dalam Kota, Waspada Macet
-
Senin, 13/02/2012 05:50 WIB
Kecelakaan Bus di Jalur Ngawi-Madiun, 4 Tewas & Puluhan Luka
-
Senin, 13/02/2012 04:26 WIB
2 Kecelakaan Terjadi di Ruas Tol Dalam Kota Jakarta
-
Senin, 13/02/2012 04:22 WIB
Pabrik Plastik di Jakarta Barat Terbakar
-
Senin, 13/02/2012 02:09 WIB
Insiden Tolak FPI di Palangkaraya Bentuk Kekecewaan Pada Pemerintah
-
Senin, 13/02/2012 05:50 WIB
Kecelakaan Bus di Jalur Ngawi-Madiun, 4 Tewas & Puluhan Luka
-
Senin, 13/02/2012 06:01 WIB
Dua Kecelakaan di Tol Dalam Kota, Waspada Macet
-
Senin, 13/02/2012 00:58 WIB
Duh, Sopir Bus Yang Menewaskan 3 Orang di Majalengka Hanya Punya SIM C
-
597 Komentar
-
508 Komentar
-
384 Komentar
-
210 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

