Mantan Sekutu Arroyo & 196 Orang Dituntut Atas Pembantaian di Filipina
Selasa, 09/02/2010 16:26 WIB
Manila -
Mantan sekutu dekat Presiden Filipina Gloria Arroyo dan 196 orang lainnya dituntut atas dakwaan pembunuhan terkait pembantaian di Provinsi Maguindanao tahun lalu.
Andal Ampatuan Senior, mantan gubernur Provinsi Maguindanao, tempat terjadinya pembantaian 57 orang tahun lalu, termasuk di antara mereka yang dituntut atas pembunuhan tersebut.
Secara total, 197 orang dituntut atas dakwaan tersebut pada persidangan hari ini. Termasuk mereka yang diduga sebagai pria-pria bersenjata yang menculik dan menembak korban.
Demikian disampaikan jaksa Leo Dacera dalam dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman Filipina seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (9/2/2010).
Sebelumnya putra Ampatuan Senior telah diadili atas kasus yang sama. Dia dituduh mendalangi pembantaian tersebut.
Menurut jaksa penuntut, Ampatuan Junior beserta 100-an pria bersenjata telah menculik dan membunuh para korban untuk mencegah rivalnya, Esmael Mangudadatu mencalonkan diri untuk memperebutkan posisi gubernur Maguindanao dalam pemilihan Mei lalu.
Istri Mangudadatu serta sekitar 30 jurnalis yang sedang bersama mereka termasuk di antara 57 orang yang dibunuh. Saat itu Mangudadatu mengutus keluarganya ke kantor pemilihan untuk mendaftarkan pencalonan dirinya.
Ampatuan Senior telah menjadi gubernur Maguindanao selama satu dekade terakhir dan tadinya merupakan sekutu dekat Arroyo. Ampatuan Senior dan Junior telah menjadi anggota koalisi berkuasa pimpinan Arroyo. Namun mereka diusir dari koalisi setelah pembantaian itu.
(ita/iy)
Andal Ampatuan Senior, mantan gubernur Provinsi Maguindanao, tempat terjadinya pembantaian 57 orang tahun lalu, termasuk di antara mereka yang dituntut atas pembunuhan tersebut.
Secara total, 197 orang dituntut atas dakwaan tersebut pada persidangan hari ini. Termasuk mereka yang diduga sebagai pria-pria bersenjata yang menculik dan menembak korban.
Demikian disampaikan jaksa Leo Dacera dalam dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman Filipina seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (9/2/2010).
Sebelumnya putra Ampatuan Senior telah diadili atas kasus yang sama. Dia dituduh mendalangi pembantaian tersebut.
Menurut jaksa penuntut, Ampatuan Junior beserta 100-an pria bersenjata telah menculik dan membunuh para korban untuk mencegah rivalnya, Esmael Mangudadatu mencalonkan diri untuk memperebutkan posisi gubernur Maguindanao dalam pemilihan Mei lalu.
Istri Mangudadatu serta sekitar 30 jurnalis yang sedang bersama mereka termasuk di antara 57 orang yang dibunuh. Saat itu Mangudadatu mengutus keluarganya ke kantor pemilihan untuk mendaftarkan pencalonan dirinya.
Ampatuan Senior telah menjadi gubernur Maguindanao selama satu dekade terakhir dan tadinya merupakan sekutu dekat Arroyo. Ampatuan Senior dan Junior telah menjadi anggota koalisi berkuasa pimpinan Arroyo. Namun mereka diusir dari koalisi setelah pembantaian itu.
(ita/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 09/02/2012 15:46 WIB
Ical Tebar Pujian untuk Mahfud MD
-
Kamis, 09/02/2012 15:43 WIB
Taufiq Kiemas Kumpulkan Alumni Kelompok Cipayung
-
Kamis, 09/02/2012 15:42 WIB
Pesawat Kepresidenan RI Siap Pakai Agustus 2013
-
Kamis, 09/02/2012 15:41 WIB
Malaysia Tertarik Patenkan Alat Pengubah Air Jadi Bahan Bakar
-
Kamis, 09/02/2012 15:40 WIB
Duh! Jakarta Dibanjiri Sampah 6.500 Ton Per Hari
-
Kamis, 09/02/2012 15:05 WIB
Albertina Ho, Hakim yang Bebaskan Terdakwa Korupsi Kuburan Rp 27 M
-
Kamis, 09/02/2012 12:59 WIB
Nasir Kaget Ketahuan Denny Bertemu Nazaruddin di Rutan Cipinang
-
Kamis, 09/02/2012 14:48 WIB
ABG yang Tewas di Kebayoran Baru Dibunuh Kakak karena Suka Mengumpat
-
Kamis, 09/02/2012 13:54 WIB
Masuk ke Hutan UI, Densus 88 Keluar Bawa 1 Tas Ransel
-
229 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
166 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 857.000
- Rp 1,408.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_2.gif)


Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

