Obama Ancam Iran Atas Program Nuklirnya
Rabu, 10/02/2010 09:59 WIB
Reuters
Washington -
Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengancam Iran terkait program nuklirnya. Obama mengatakan akan mengisolasi Iran dengan serangkaian sanksi signifikan jika Iran terus mengarah ke pengembangan senjata nuklir.
"Meski bersikap bahwa tenaga nuklir tersebut hanya untuk kepentingan sipil.... mereka nyatanya terus mengejar arah yang akan menuju pembuatan senjata, dan itu tidak bisa diterima oleh komunitas internasional," kata Obama seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (10/2/2010).
Dikatakan Obama, AS dan sekutu telah mulai mengambil langkah-langkah untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran.
"Itu berjalan sangat cepat," kata Obama mengenai negosiasi tentang apa yang akan dilakukan oleh enam negara besar: AS, Rusia, China, Prancis, Inggris dan Jerman.
"Yang akan kita kerjakan beberapa pekan mendatang adalah mengembangkan serangkaian sanksi signifikan yang akan menunjukkan pada mereka bagaimana terisolasinya mereka dari komunitas internasional secara keseluruhan," tegas Obama.
Pemerintah Iran pada Selasa, 9 Februari kemarin telah mengumumkan dimulainya proses pengayaan uranium hingga 20 persen. Menurut Teheran, uranium itu nantinya akan digunakan sebagai bahan bakar reaktor riset medis di Iran.
Keputusan Iran itu berarti penolakan atas tawaran Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk mengangkut cadangan uraniumnya ke luar negeri supaya bisa dilakukan pengayaan dan kemudian dikirimkan kembali ke Iran.
Menurut para pakar nuklir, setelah Iran melakukan pengayaan uranium hingga 20 persen, Iran bisa melanjutkannya hingga 93 persen guna memproduksi senjata nuklir, sebab teknologinya sama. Namun pemerintah Iran bersikeras bahwa pengayaan uranium tersebut semata-mata untuk kepentingan energi sipil.
Selama ini Rusia dan China gigih membela Iran terkait program nuklirnya. Namun kini pemerintah Rusia pun mulai meragukan tujuan program nuklir Iran dan setuju dengan adanya sanksi baru terhadap Iran. Sedangkan China masih tetap menolak adanya sanksi baru terhadap republik Islam itu.
(ita/iy)
"Meski bersikap bahwa tenaga nuklir tersebut hanya untuk kepentingan sipil.... mereka nyatanya terus mengejar arah yang akan menuju pembuatan senjata, dan itu tidak bisa diterima oleh komunitas internasional," kata Obama seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (10/2/2010).
Dikatakan Obama, AS dan sekutu telah mulai mengambil langkah-langkah untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran.
"Itu berjalan sangat cepat," kata Obama mengenai negosiasi tentang apa yang akan dilakukan oleh enam negara besar: AS, Rusia, China, Prancis, Inggris dan Jerman.
"Yang akan kita kerjakan beberapa pekan mendatang adalah mengembangkan serangkaian sanksi signifikan yang akan menunjukkan pada mereka bagaimana terisolasinya mereka dari komunitas internasional secara keseluruhan," tegas Obama.
Pemerintah Iran pada Selasa, 9 Februari kemarin telah mengumumkan dimulainya proses pengayaan uranium hingga 20 persen. Menurut Teheran, uranium itu nantinya akan digunakan sebagai bahan bakar reaktor riset medis di Iran.
Keputusan Iran itu berarti penolakan atas tawaran Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk mengangkut cadangan uraniumnya ke luar negeri supaya bisa dilakukan pengayaan dan kemudian dikirimkan kembali ke Iran.
Menurut para pakar nuklir, setelah Iran melakukan pengayaan uranium hingga 20 persen, Iran bisa melanjutkannya hingga 93 persen guna memproduksi senjata nuklir, sebab teknologinya sama. Namun pemerintah Iran bersikeras bahwa pengayaan uranium tersebut semata-mata untuk kepentingan energi sipil.
Selama ini Rusia dan China gigih membela Iran terkait program nuklirnya. Namun kini pemerintah Rusia pun mulai meragukan tujuan program nuklir Iran dan setuju dengan adanya sanksi baru terhadap Iran. Sedangkan China masih tetap menolak adanya sanksi baru terhadap republik Islam itu.
(ita/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 00:56 WIB
Cari Penyebab Kecelakaan, KNKT Terjun Langsung Ke Cisarua
-
Sabtu, 11/02/2012 00:52 WIB
Kecelakaan Maut di Puncak
Sopir Bus Bernama Lukman Iskandar, Nasibnya Belum Jelas
-
Sabtu, 11/02/2012 00:52 WIB
Laporan dari Den Haag
Wartawan Rakyat Merdeka Tutup Usia di Belanda
-
Sabtu, 11/02/2012 00:52 WIB
Kecelakaan Maut di Puncak
Jalur ke Arah Puncak dari Jakarta Ditutup untuk Kepentingan Evakuasi
-
Sabtu, 11/02/2012 00:15 WIB
Kecelakaan Maut di Puncak
Sopir Bus Karunia Bakti Misterius, Diduga Terjepit
-
Sabtu, 11/02/2012 00:15 WIB
Sopir Bus Karunia Bakti Misterius, Diduga Terjepit
-
Jumat, 10/02/2012 22:57 WIB
Kronologi Kecelakaan Bus Maut di Puncak Bogor
-
Jumat, 10/02/2012 21:30 WIB
Ini Dia Kendaraan yang Diseruduk Bus Karunia Bakti di Puncak
-
Jumat, 10/02/2012 23:13 WIB
Korban Tewas Kecelakaan Maut Bertambah Jadi 14 Orang
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

