Kasus Plagiarisme
Sofian Effendi: Kalau Memang 'Dosa' Tak Berampun, Bisa Dipecat
Rabu, 10/02/2010 15:58 WIB
Foto: www.ugm.ac.id
Jakarta -
Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Sofian Effendi ikut berkomentar perihal pemecatan oleh kampus Universitas Parahyangan (Unpar) terhadap salah satu staf pengajarnya, Dr Anak Agung Banyu Perwita yang melakukan plagiarisme. Menurutnya, bisa saja pelaku plagiarisme kena sanksi pemecatan dari kampus, tapi hal ini jarang terjadi.
"Setahu saja jarang sih yang sampai kepada pemecatan. Lebih sering penurunan pangkat atau penundaan kenaikan pangkat. Yang terakhir kalau memang dosa tidak berampun, ya pemecatan," kata Sofian kepada detikcom, Rabu (10/2/2010).
Setiap kampus punya penyikapan yang berbeda soal plagiarisme. Sehingga kebijakannya pun berbeda-beda saat menyikapi plagiarisme.
"Mungkin pimpinan universitas punya pertimbangan sendiri, misalnya ingin jaga prestasi, image. Tapi pemecatan menurut saya sedikit lebih keras," ujarnya sambil sedikit tertawa.
Saat menjadi rektor UGM, Sofian mengaku ada kasus plagiarisme di kampus yang dia pimpin itu. Namun sanksinya cuma penurunan pangkat dan tidak mengarah ke sanksi pemecatan.
"Yang sudah kena sanksi bisa diproses (menjadi doktor atau guru besar) kembali. Tapi tidak ada standar bakunya, masing-masing universitas punya standar berbeda," imbuhnya.
Sofian sedikit kecewa dengan pemecatan terhadap Profesor Banyu. "Dia kan masih muda. Implikasi dari pemecatan itu akan banyak buntutnya," pungkas pakar administrasi publik ini menutup pembicaraan.
(anw/nrl)
"Setahu saja jarang sih yang sampai kepada pemecatan. Lebih sering penurunan pangkat atau penundaan kenaikan pangkat. Yang terakhir kalau memang dosa tidak berampun, ya pemecatan," kata Sofian kepada detikcom, Rabu (10/2/2010).
Setiap kampus punya penyikapan yang berbeda soal plagiarisme. Sehingga kebijakannya pun berbeda-beda saat menyikapi plagiarisme.
"Mungkin pimpinan universitas punya pertimbangan sendiri, misalnya ingin jaga prestasi, image. Tapi pemecatan menurut saya sedikit lebih keras," ujarnya sambil sedikit tertawa.
Saat menjadi rektor UGM, Sofian mengaku ada kasus plagiarisme di kampus yang dia pimpin itu. Namun sanksinya cuma penurunan pangkat dan tidak mengarah ke sanksi pemecatan.
"Yang sudah kena sanksi bisa diproses (menjadi doktor atau guru besar) kembali. Tapi tidak ada standar bakunya, masing-masing universitas punya standar berbeda," imbuhnya.
Sofian sedikit kecewa dengan pemecatan terhadap Profesor Banyu. "Dia kan masih muda. Implikasi dari pemecatan itu akan banyak buntutnya," pungkas pakar administrasi publik ini menutup pembicaraan.
(anw/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 09:02 WIB
Mutu Transportasi Umum Buruk, Masyarakat Terjebak Dalam Posisi Sulit
-
Minggu, 12/02/2012 08:50 WIB
Lokasi Kecelakaan Bus Maut Dipadati Warga, Lalin ke Puncak Tersendat
-
Minggu, 12/02/2012 08:35 WIB
Menteri Pertanian Suswono Sentil PPL PNS yang Pemalas
-
Minggu, 12/02/2012 08:05 WIB
YLKI: Santunan Rp 25 Juta Bagi Korban Bus Karunia Bakti Tak Cukup
-
Minggu, 12/02/2012 07:33 WIB
PO Karunia Bakti akan Dimintai Keterangan Terkait Kecelakaan di Cisarua
-
Minggu, 12/02/2012 08:05 WIB
YLKI: Santunan Rp 25 Juta Bagi Korban Bus Karunia Bakti Tak Cukup
-
Minggu, 12/02/2012 06:42 WIB
3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jagorawi
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
Sabtu, 11/02/2012 17:35 WIB
Korban: Sebelum Jatuh, Sopir Teriak Rem Blong
-
454 Komentar
-
408 Komentar
-
364 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

