Islah PKB Akan Jadi Bahasan Muktamar NU
Rabu, 10/02/2010 19:34 WIB
Jakarta -
Desakan islah di tubuh PKB terus menguat. Adik kandung Gus Dur Lily Chadijah Wahid tak henti-hentinya mengumandangkan hal itu.
Menurut Lily, jika usulan islah diantara partai-partai yang berbasis NU tidak bisa dilakukan, ormas terbesar di Indonesia itu berencana membahas sikap politiknya dalam Muktamar NU di Makassar Maret depan. Sebab, usulan islah itu merupakan rekomendasi dalam pertemuan para kiai dan pengurus NU.
"Pertemuan ini menyepakati dan menyerahkan seluruh konflik PKB ke PBNU," ujar anggota dewan syuro, Lily Wahid kepada wartawan di Kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Al Akbar, Surabaya, Rabu (10/2/2010).
Anggota FPKB DPR ini menambahkan, rekomendasi pertemuan para kiai ini akan menjadi kajian serius di Muktamar NU 22 Meret mendatang. "Di situlah keputusan akan diambil, kalau nggak mau islah, ya sudah. Habis," tambah Lily.
Jika masing-masing pihak tidak mau menurunkan tensinya untuk berkonflik, maka hubungan NU dan PKB akan menjadi renggang. Jika hal itu sampai terjadi, baik NU maupun PKB akan sama-sama
merugi.
"PKB jelas akan rugi karena tidak ada dukungan lagi dari NU mengingat PKB lahir dari NU dan barisan pendukungnya juga berasal dari NU," papar Lily.
"NU juga rugi. Susah-susah dibuat malah lepas. Kalau buat lagi, kita sudah kalah waktu," tandas Lily.
(iwd/fiq)
Menurut Lily, jika usulan islah diantara partai-partai yang berbasis NU tidak bisa dilakukan, ormas terbesar di Indonesia itu berencana membahas sikap politiknya dalam Muktamar NU di Makassar Maret depan. Sebab, usulan islah itu merupakan rekomendasi dalam pertemuan para kiai dan pengurus NU.
"Pertemuan ini menyepakati dan menyerahkan seluruh konflik PKB ke PBNU," ujar anggota dewan syuro, Lily Wahid kepada wartawan di Kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Al Akbar, Surabaya, Rabu (10/2/2010).
Anggota FPKB DPR ini menambahkan, rekomendasi pertemuan para kiai ini akan menjadi kajian serius di Muktamar NU 22 Meret mendatang. "Di situlah keputusan akan diambil, kalau nggak mau islah, ya sudah. Habis," tambah Lily.
Jika masing-masing pihak tidak mau menurunkan tensinya untuk berkonflik, maka hubungan NU dan PKB akan menjadi renggang. Jika hal itu sampai terjadi, baik NU maupun PKB akan sama-sama
merugi.
"PKB jelas akan rugi karena tidak ada dukungan lagi dari NU mengingat PKB lahir dari NU dan barisan pendukungnya juga berasal dari NU," papar Lily.
"NU juga rugi. Susah-susah dibuat malah lepas. Kalau buat lagi, kita sudah kalah waktu," tandas Lily.
(iwd/fiq)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 08/02/2012 23:47 WIB
Polresta Samarinda Dituding Hilangkan Barang Bukti Sitaan Senilai Rp 10 Miliar
-
Rabu, 08/02/2012 23:28 WIB
Kembangkan Kasus Pencurian Brankas, Polda Bali Sambangi Polres Depok
-
Rabu, 08/02/2012 23:20 WIB
Bripda Erwin, Polisi Kasus Pembunuhan Disidangkan
-
Rabu, 08/02/2012 23:03 WIB
Amir Syamsuddin Sambut Baik Pendirian Forum Pendiri & Deklator PD
-
Rabu, 08/02/2012 22:48 WIB
Mobil Mercy Tertimpa Pohon di Belakang Kantor Walikota Jaksel
-
Rabu, 08/02/2012 21:56 WIB
Jenazah Mahasiswi ITB yang Hilang di Garut Akhirnya Ditemukan
-
Rabu, 08/02/2012 21:35 WIB
Direktur Lion Air Stres Pilotnya Ditangkap Nyabu
-
Rabu, 08/02/2012 22:40 WIB
Kabareskrim Beberkan Hasil Penyelidikan Kasus Runtuhnya Jembatan Kukar
-
Rabu, 08/02/2012 22:48 WIB
Mobil Mercy Tertimpa Pohon di Belakang Kantor Walikota Jaksel
-
229 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
166 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,419.000
- Rp 862.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_2.gif)


Sending your message

---125x125.gif)
.gif)

