Dulmatin, Umar Patek & Heru Kuncoro Masuk Indonesia 2 Bulan Lalu
Rabu, 10/03/2010 13:40 WIB
Jakarta -
Tidak hanya buronan teroris Dulmatin saja yang masuk dari Filipina ke Indonesia. Tapi sekondannya, Umar Patek dan Heru Kuncoro, juga ikut masuk. Mereka bertiga memang dikenal dikenal dekat.
"Mereka disebut sebagai 3 serangkai," ujar sumber detikcom yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di sebuah tempat di Jakarta, Rabu (10/3/2010).
Sekitar akhir Desember 2009 atau awal 2010, mereka masuk secara terpisah melalui jalur laut.
"Meski dikenal dekat, mereka tidak akan bersamaan. Itu strategi mereka," ungkapnya.
Umar Patek adalah sahabat Dulmatin. Sedangkan Heru Kuncoro adalah adik ipar Dulmatin. Ketiganya sama-sama bermukim di Filipina.
"Mereka memiliki keahlian sebagai perakit bom dan keahlian di bidang senjata," kata sumber itu.
Selama di Indonesia, ketiganya tidak menetap berdekatan. Kontak dilakukan melalui internet atau kurir.
"Mereka sudah mengerti soal IT," ujarnya.
Tugas mereka di Indonesia juga sama. Selain mengumpulkan uang infak senilai Rp 200 juga yang akan dipergunakan untuk melanjutkan aksi mereka di Filipina, juga untuk melatih orang-orang di Indonesia.
"Salah satu proyeknya di Aceh. Dulmatin sangat ahli dalam perakitan bom dan penggunaan senjata," tutupnya.
Dulmatin merupakan buronan 4 negara yaitu Indonesia, Filipina, AS, dan Australia. Dia dituduh mengotaki bom Bali yang juga menewaskan puluhan warga AS dan Australia.
(ndr/nrl)
"Mereka disebut sebagai 3 serangkai," ujar sumber detikcom yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di sebuah tempat di Jakarta, Rabu (10/3/2010).
Sekitar akhir Desember 2009 atau awal 2010, mereka masuk secara terpisah melalui jalur laut.
"Meski dikenal dekat, mereka tidak akan bersamaan. Itu strategi mereka," ungkapnya.
Umar Patek adalah sahabat Dulmatin. Sedangkan Heru Kuncoro adalah adik ipar Dulmatin. Ketiganya sama-sama bermukim di Filipina.
"Mereka memiliki keahlian sebagai perakit bom dan keahlian di bidang senjata," kata sumber itu.
Selama di Indonesia, ketiganya tidak menetap berdekatan. Kontak dilakukan melalui internet atau kurir.
"Mereka sudah mengerti soal IT," ujarnya.
Tugas mereka di Indonesia juga sama. Selain mengumpulkan uang infak senilai Rp 200 juga yang akan dipergunakan untuk melanjutkan aksi mereka di Filipina, juga untuk melatih orang-orang di Indonesia.
"Salah satu proyeknya di Aceh. Dulmatin sangat ahli dalam perakitan bom dan penggunaan senjata," tutupnya.
Dulmatin merupakan buronan 4 negara yaitu Indonesia, Filipina, AS, dan Australia. Dia dituduh mengotaki bom Bali yang juga menewaskan puluhan warga AS dan Australia.
(ndr/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 09/02/2012 11:49 WIB
Wamen Denny Pergoki Nazaruddin, Nashir, dan Pengacara Rosa di Cipinang
-
Kamis, 09/02/2012 11:41 WIB
Khawatir Digusur, Warga Puri Intan Tangerang Ajak FBR Berjaga
-
Kamis, 09/02/2012 11:36 WIB
Pramono: Kalau Anggota DPR Nikah Siri, Bertanggungjawablah!
-
Kamis, 09/02/2012 11:31 WIB
22 Buku Karya Wartawan Diluncurkan pada Peringatan Hari Pers
-
Kamis, 09/02/2012 11:29 WIB
Astaga! MA Bebaskan Terdakwa Korupsi Kuburan Lebak Bulus Rp 27 M
-
Kamis, 09/02/2012 11:23 WIB
Politisi PD Sulut Siap Kembalikan Rp 100 Juta & BB ke Anas
-
Kamis, 09/02/2012 10:45 WIB
Ditegur BK DPR, Ruhut: Rumah Tangga Gue Itu Paling Bahagia
-
Kamis, 09/02/2012 06:42 WIB
Iran akan Serbu Fasilitas AS di Seluruh Dunia Jika Diserang
-
Kamis, 09/02/2012 10:50 WIB
Hosni Mubarak Mengancam Bunuh Diri
-
229 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
166 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 605.000
- Rp 862.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_2.gif)


Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

