Kisruh Mosi Tidak Percaya di BK Karena Rebutan Ruang Kerja
Rabu, 10/03/2010 15:03 WIB
Jakarta -
Tingkah laku anggota DPR makin menggelikan saja. Kisruh soal mosi tidak dipercaya di Badan Kehormatan (BK) DPR ternyata hanya karena rebutan ruang pimpinan.
"Pak Chaeruman kekanak-kanakan. Dia ingin memasukkan meja dengan dua wakil lainnya ke ruang kerja Ketua. Alasannya karena kepemimpinan BK kolektif kolegial," jelas Ketua BK Gayus Lumbuun.
Hal ini disampaikan Gayus dalam konferensi pers di ruang kerjanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (10/3/2010).
Gayus menjelaskan ruangannya terlalu kecil sehingga tidak muat untuk tiga meja pimpinan BK. Apalagi, menurut Gayus, dari zaman ke zaman posisi meja wakil ketua selalu terpisah dengan Ketua BK.
"Dia memaksakan OB membawa masuk dua meja, TV kemudian dikeluarkan. Saya kemudian mengeluarkan meja tersebut, itulah puncaknya," beber Gayus menggebu-gebu.
Masalah kedua, menurut Gayus, adalah rencana BK memeriksa anggota Pansus yang berbicara kasar. Gayus menghentikan kasus karena yang bersangkutan sudah meminta maaf.
"Saya berkata anggota tersebut telah mencabut ucapannya dan saling meminta maaf, sudah selesai di pleno terbuka BK," jelas Gayus.
Masalah yang ketiga juga tidak jauh-jauh dari urusan pribadi Gayus dengan Chaeruman. Gayus pernah mengusir Chaeruman dari rapat Pansus Century gara-gara tidak menunjukkan surat resmi untuk mengganti anggota Pansus dari FPG lainnya.
"Dia pernah tidak diikutkan dalam rapat Pansus Century karena harus jalas siapa yang masuk. Saya tanya mana pergantian anggota, selama surat belum ada dilarang ikut rapat," kenang Gayus.
"Akhirnya dia menunjukkan tapi hanya surat dari pimpinan fraksi, saya izinkan tapi bersyarat," tutupnya.
Ancam Proses Chairuman dan Nudirman Munir
Dalam kesempatan ini, Gayus balik mengancam akan memproses dua politisi Golkar yang ada di BK DPR. Dua politisi ini yang menuding Gayus diktator.
"Saya akan proses kalau sampai ada aduan. Dua anggota BK dan pimpinan maju dan teriak-teriak di rapat Paripurna DPR," ancam Gayus.
Sementara itu Chairuman saat dimintai konfirmasi memilih aman. "Tudingan Pak Gayus tidak beralasan. Saya sangat menyayangkan, karena ini kesepakatan kami di BK," kilahnya.
(van/yid)
"Pak Chaeruman kekanak-kanakan. Dia ingin memasukkan meja dengan dua wakil lainnya ke ruang kerja Ketua. Alasannya karena kepemimpinan BK kolektif kolegial," jelas Ketua BK Gayus Lumbuun.
Hal ini disampaikan Gayus dalam konferensi pers di ruang kerjanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (10/3/2010).
Gayus menjelaskan ruangannya terlalu kecil sehingga tidak muat untuk tiga meja pimpinan BK. Apalagi, menurut Gayus, dari zaman ke zaman posisi meja wakil ketua selalu terpisah dengan Ketua BK.
"Dia memaksakan OB membawa masuk dua meja, TV kemudian dikeluarkan. Saya kemudian mengeluarkan meja tersebut, itulah puncaknya," beber Gayus menggebu-gebu.
Masalah kedua, menurut Gayus, adalah rencana BK memeriksa anggota Pansus yang berbicara kasar. Gayus menghentikan kasus karena yang bersangkutan sudah meminta maaf.
"Saya berkata anggota tersebut telah mencabut ucapannya dan saling meminta maaf, sudah selesai di pleno terbuka BK," jelas Gayus.
Masalah yang ketiga juga tidak jauh-jauh dari urusan pribadi Gayus dengan Chaeruman. Gayus pernah mengusir Chaeruman dari rapat Pansus Century gara-gara tidak menunjukkan surat resmi untuk mengganti anggota Pansus dari FPG lainnya.
"Dia pernah tidak diikutkan dalam rapat Pansus Century karena harus jalas siapa yang masuk. Saya tanya mana pergantian anggota, selama surat belum ada dilarang ikut rapat," kenang Gayus.
"Akhirnya dia menunjukkan tapi hanya surat dari pimpinan fraksi, saya izinkan tapi bersyarat," tutupnya.
Ancam Proses Chairuman dan Nudirman Munir
Dalam kesempatan ini, Gayus balik mengancam akan memproses dua politisi Golkar yang ada di BK DPR. Dua politisi ini yang menuding Gayus diktator.
"Saya akan proses kalau sampai ada aduan. Dua anggota BK dan pimpinan maju dan teriak-teriak di rapat Paripurna DPR," ancam Gayus.
Sementara itu Chairuman saat dimintai konfirmasi memilih aman. "Tudingan Pak Gayus tidak beralasan. Saya sangat menyayangkan, karena ini kesepakatan kami di BK," kilahnya.
(van/yid)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 17:42 WIB
Hari Raya Kuningan, Pura-Pura Besar di Bali Dipadati Warga
-
Sabtu, 11/02/2012 17:35 WIB
Korban: Sebelum Jatuh, Sopir Teriak Rem Blong
-
Sabtu, 11/02/2012 17:32 WIB
Lika-liku Pengejaran 12 Tahanan Polsek Cempaka Putih
-
Sabtu, 11/02/2012 17:24 WIB
Alasan SBY Tunjuk TB Silalahi Jadi Dewan Kehormatan Demokrat
-
Sabtu, 11/02/2012 17:21 WIB
Dewan Kehormatan PD Surati DPP Soal Kader-kadernya yang Layak Dipecat
-
Sabtu, 11/02/2012 14:15 WIB
Warga Sweeping FPI, 2,5 Jam Bandara Palangkaraya Tak Beroperasi
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 10:29 WIB
Miliki Payudara Alami Ukuran 30L, Wanita Inggris Merana
-
Sabtu, 11/02/2012 17:35 WIB
Korban: Sebelum Jatuh, Sopir Teriak Rem Blong
-
286 Komentar
-
229 Komentar
-
191 Komentar
-
177 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

