Rumah Pengawal Dulmatin Diberi Garis Polisi

Didi Syafirdi - detikNews
Rabu, 10/03/2010 17:05 WIB
(Foto: didi syafirdi/detikcom)
Jakarta - Bukan hanya ruko Multiplus dan rumah Fauzi di Gang Asem saja yang diberi police line. Sebuah rumah di Jl Madrasah RT 3 RW 3 Pondok Benda, Pamulang, kini juga telah diberi garis polisi. Rumah ini diduga  rumah kontrakan pengawal Dulmatin yang tewas di Gang Asem.

Dari pantauan detikcom, rumah ini seperti layaknya rumah kontrakan yang berpetak-petak dan bercat  kuning. Police line pun telah dipasang sejak Rabu (10/3/2010) pagi.

"Yang tinggal di sini dua orang, satu laki dan satu perempuan bercadar. Kalau yang laki, itu memang sering pakai celana ngantung, jenggotan," tutur warga sekitar, Eka (40).

Menurut Eka, laki-laki yang mengontrak itu wajahnya sama dengan tersangka teroris yang tewas di Gang Asem. Yang laki-laki mengaku bernama Marko dan perempuan Tari.

"Pas saya liat tayangan TV saya mengenali motor, dan orang yang ditembak mati adalah yang ngontrak di sini. Saya mengenali wajahnya. Saya mengenali motornya karena sering bolak-balik di kontrakan," terang Eka.

Eka mengatakan dua orang itu keluar dari kontrakan sekitar pukul 13.00 WIB pada Selasa lemarin. Eka juga memastikan jika perempuan bercadar itu berjenis kelamin perempuan. "Dia sering interaksi dengan kita kok," ucap Eka.

Eka juga menuturkan jika kemarin sore polisi datang ke kontrakan. "Dari kontrakan, polisi membawa satu jerigen cairan yang katanya buat nyuci peluru," kata Eka.

Tiga tersangka teroris tewas dalam penggerebekan di Pamulang yaitu Yahya alias Dulmatin (tewas di Multiplus), Ridwan dan Hasan Nour (di Gang Asem).

(gun/nrl)

Share:

Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel