Reformasi Birokrasi
Pegawai yang Tak Layani Publik akan Kena Sanksi
Rabu, 10/03/2010 17:44 WIB
Apel PNS
Jakarta -
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi EE Mangindaan tengah menyusun grand design reformasi birokrasi. Salah satu aturan yang ingin ditetapkan adalah sanksi bagi aparatur pemerintah yang tidak mau melayani publik.
"Saya ditugaskan untuk menyusun bagaimana grand design-nya, bagaimana road map-nya, dan bagaimana aturan-aturan yang mengikat, sehingga, maaf saja, siapa berani tidak melayani publik bisa kena," kata Mangindaan.
Hal itu disampaikan dia usai mengikuti rapat tentang reformasi birokrasi yang dipimpin oleh Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Rabu (10/3/2010).
Menurut Mangindaan, ketidakdisiplinan aparatur negara merupakan salah satu bentuk tindakan korupsi waktu. Korupsi tidak hanya berupa tindakan untuk memperkaya diri sendiri dan merugikan keuangan negara.
"Korupsi jangan hanya uang saja, ya. Korupsi waktu, tidak disiplin, tidak masuk kantor, dan sebagainya," jelasnya.
Terkait hasil Political and Economic Risk Consultancy (PERC), yang menempatkan Indonesia sebagai negara terkorup di Asia Pasifik, Mangindaan mengakui memang harus ada yang dibenahi. Sampai saat ini, kondisi atau peluang untuk melakukan korupsi di Indonesia masih terbuka lebar.
"Kalau reformasi berhasil dengan baik, penyimpangan, kurang dan sebagainya, atau kemungkinan penyimpangan tidak ada celah lagi. Saya kira akan baik indeks korupsi di Indonesia," tutupnya.
(irw/nrl)
"Saya ditugaskan untuk menyusun bagaimana grand design-nya, bagaimana road map-nya, dan bagaimana aturan-aturan yang mengikat, sehingga, maaf saja, siapa berani tidak melayani publik bisa kena," kata Mangindaan.
Hal itu disampaikan dia usai mengikuti rapat tentang reformasi birokrasi yang dipimpin oleh Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Rabu (10/3/2010).
Menurut Mangindaan, ketidakdisiplinan aparatur negara merupakan salah satu bentuk tindakan korupsi waktu. Korupsi tidak hanya berupa tindakan untuk memperkaya diri sendiri dan merugikan keuangan negara.
"Korupsi jangan hanya uang saja, ya. Korupsi waktu, tidak disiplin, tidak masuk kantor, dan sebagainya," jelasnya.
Terkait hasil Political and Economic Risk Consultancy (PERC), yang menempatkan Indonesia sebagai negara terkorup di Asia Pasifik, Mangindaan mengakui memang harus ada yang dibenahi. Sampai saat ini, kondisi atau peluang untuk melakukan korupsi di Indonesia masih terbuka lebar.
"Kalau reformasi berhasil dengan baik, penyimpangan, kurang dan sebagainya, atau kemungkinan penyimpangan tidak ada celah lagi. Saya kira akan baik indeks korupsi di Indonesia," tutupnya.
(irw/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita ยป
-
Minggu, 12/02/2012 21:25 WIB
Temui Ical, Mantan Panglima OPM Sampaikan Solusi Pembangunan Papua
-
Minggu, 12/02/2012 21:09 WIB
Bus TransJakarta Terbakar Akibat Korslet, Lalu-lintas Sarinah Padat
-
Minggu, 12/02/2012 20:33 WIB
Bus TransJakarta Terbakar di Depan Sarinah, Dua Penumpang Terluka
-
Minggu, 12/02/2012 20:25 WIB
Laporan dari Brussel
Tawaran Pendidikan dari K.U. Leuven, Belgia
-
Minggu, 12/02/2012 20:01 WIB
Tomy, Pembobol ATM di Kuta Sudah Bertransaksi 6 Kali
-
Minggu, 12/02/2012 19:04 WIB
Seorang 'Atapers' Tewas Terbentur Tiang Listrik di Stasiun Manggarai
-
Minggu, 12/02/2012 18:17 WIB
Usai Razia Kendaraan, Dua Polisi di Bogor Dibacok 7 Pria
-
Minggu, 12/02/2012 20:01 WIB
Tomy, Pembobol ATM di Kuta Sudah Bertransaksi 6 Kali
-
Minggu, 12/02/2012 21:09 WIB
Bus TransJakarta Terbakar Akibat Korslet, Lalu-lintas Sarinah Padat
-
590 Komentar
-
490 Komentar
-
382 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index ยป
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

