Persamaan Nasib Politik Dalam Negeri Pertemukan Obama dan SBY
Kamis, 11/03/2010 13:42 WIB
Jakarta -
Persamaan nasib politik dalam negeri mempertemukan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Baik Obama dan SBY tengah memperoleh krisis politik domestik.
Bagi Obama, kekalahan Partai Demokrat di pemilihan senator Massachusetts dan poling kepercayaan yang terus menurun menjadi catatan penting. Sementara SBY baru saja kalah dari oposisi saat angket Cetury dimenangkan kubu koalisi.
"Jadi keduanya sedang butuh panggung di luar negeri. Ada masalah domestik. Demokrat kalah di Massachusetts oleh seorang bekas model telanjang yang kebetulan menjadi pengacara," kata Budiarto Shambazy dalam diskusi 'Hubungan Bilateral Indonesia-Amerika' di Gedung LIPI, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (11/3/2010).
Selain itu, Obama tengah menanti UU Jaminan Kesehatan disetujui. UU itu menjadi penentu penting popularitas Obama karena memperoleh perlawanan kuat dari kubu Republikan dan kaum konservativ.
"Negara-negara besar yang belum mempunyai jaminan kesehatan ya Amerika. Kalau bisa menggolkan, Obama akan dicatat dengan tinta emas. Kalau disetujui, Obama hebat," tegasnya.
Keduanya pun dinilai tengah mencari perhatian luar negeri untuk pencitraan dalam negeri. Seperti dilontarkan pembicara lain, Ikrar Nusa Bakti, Obama ingin menunjukan sebagai presiden yang bisa diterima dinegara berpenduduk muslim sekalipun.
"Bagian politik pencitraan 2 presiden. Obama ingin menunjukan bisa diterima dinegara manapun, SBY juga," ucap Ikra Nusa Bakti dalam kesempatan sama.
(Ari/ken)
Bagi Obama, kekalahan Partai Demokrat di pemilihan senator Massachusetts dan poling kepercayaan yang terus menurun menjadi catatan penting. Sementara SBY baru saja kalah dari oposisi saat angket Cetury dimenangkan kubu koalisi.
"Jadi keduanya sedang butuh panggung di luar negeri. Ada masalah domestik. Demokrat kalah di Massachusetts oleh seorang bekas model telanjang yang kebetulan menjadi pengacara," kata Budiarto Shambazy dalam diskusi 'Hubungan Bilateral Indonesia-Amerika' di Gedung LIPI, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (11/3/2010).
Selain itu, Obama tengah menanti UU Jaminan Kesehatan disetujui. UU itu menjadi penentu penting popularitas Obama karena memperoleh perlawanan kuat dari kubu Republikan dan kaum konservativ.
"Negara-negara besar yang belum mempunyai jaminan kesehatan ya Amerika. Kalau bisa menggolkan, Obama akan dicatat dengan tinta emas. Kalau disetujui, Obama hebat," tegasnya.
Keduanya pun dinilai tengah mencari perhatian luar negeri untuk pencitraan dalam negeri. Seperti dilontarkan pembicara lain, Ikrar Nusa Bakti, Obama ingin menunjukan sebagai presiden yang bisa diterima dinegara berpenduduk muslim sekalipun.
"Bagian politik pencitraan 2 presiden. Obama ingin menunjukan bisa diterima dinegara manapun, SBY juga," ucap Ikra Nusa Bakti dalam kesempatan sama.
(Ari/ken)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 04:13 WIB
Asosiasi PTS Tolak Jurnal Ilmiah Jadi Syarat Lulus S1
-
Minggu, 12/02/2012 03:12 WIB
10 Korban Tragedi Bus Karunia Bakti Luka Berat, Mayoritas Patah Tulang
-
Minggu, 12/02/2012 02:19 WIB
Polisi Libatkan Saksi Ahli dalam Pengukuran Kecepatan Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 01:19 WIB
Banjir Rendam Komplek Dosen IKIP Jatibening Bekasi
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Minggu, 12/02/2012 04:13 WIB
Asosiasi PTS Tolak Jurnal Ilmiah Jadi Syarat Lulus S1
-
440 Komentar
-
383 Komentar
-
352 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

