Kebakaran Pabrik Swallow
Api Kini Mengecil, Tapi Berpotensi Membesar Lagi
Jumat, 12/03/2010 09:18 WIB
Terkait
Jakarta -
Api yang meluluhlantakkan pabrik sandal Swallow di Jl Kamal Muara, Jakarta Barat, telah mengecil. Tapi potensi api kembali membesar sangat tinggi karena banyaknya bahan kimia.
"Saat ini api telah mengecil. Tapi kalau padam total saya tak bisa memrediksi. Karena di lokasi terdapat barang kimia, karet mentah, serbuk dan bubuk bahan dasar sandal yang mudah memicu api," kata Kepala Sudin Damkar Jakbar, Sujadi, saat dihubungi detikcom, Jumat (13/3/2010) pukul 09.00 WIB.
Menurutnya, bisa saja api dipermukaan telah mengecil. Tapi bisa saja di tengahnya membesar kembali karena bangunan terdiri dari 3 lantai. Dan bahan kimia tersebut tersebar di lantai 1, lantai 2 dan lantai 3.
"Api yang telah mengecil kan yang berasal dari bahan kimia di lantai 3. Sedangkan bahan kimia di lantai 2 dan 1 kita tidak tahu. Apakah sudah benar-benar tak bisa menyala lagi," tambah Sujadi.
Selain itu, beton-beton bangunan yang menimpa bangunan di bawahnya juga mengakibatkan bahan- bahan kimia tertutup. Sehingga pemadam susah mencari dari mana titik sumber api berasal.
Api yang melalap pabrik seukuran lapangan bola tersebut sudah 18 jam menyala, tapi tak kunjung berhasil dimatikan secara total. Tak hanya itu, beberapa sanak kerabat juga masih berharap-harap cemas dengan keluarga yang bekerja di pabrik tersebut karena tak ada kabar sejak kemarin.
"Bagaimana dengan lantai dasar? Tak ada yang tahu, apakah masih berpotensi menimbulkan api atau tidak. Sehingga kami tak bisa memastikan kapan api benar-benar bisa berhenti," ujar Sujadi. (asp/nrl)
"Saat ini api telah mengecil. Tapi kalau padam total saya tak bisa memrediksi. Karena di lokasi terdapat barang kimia, karet mentah, serbuk dan bubuk bahan dasar sandal yang mudah memicu api," kata Kepala Sudin Damkar Jakbar, Sujadi, saat dihubungi detikcom, Jumat (13/3/2010) pukul 09.00 WIB.
Menurutnya, bisa saja api dipermukaan telah mengecil. Tapi bisa saja di tengahnya membesar kembali karena bangunan terdiri dari 3 lantai. Dan bahan kimia tersebut tersebar di lantai 1, lantai 2 dan lantai 3.
"Api yang telah mengecil kan yang berasal dari bahan kimia di lantai 3. Sedangkan bahan kimia di lantai 2 dan 1 kita tidak tahu. Apakah sudah benar-benar tak bisa menyala lagi," tambah Sujadi.
Selain itu, beton-beton bangunan yang menimpa bangunan di bawahnya juga mengakibatkan bahan- bahan kimia tertutup. Sehingga pemadam susah mencari dari mana titik sumber api berasal.
Api yang melalap pabrik seukuran lapangan bola tersebut sudah 18 jam menyala, tapi tak kunjung berhasil dimatikan secara total. Tak hanya itu, beberapa sanak kerabat juga masih berharap-harap cemas dengan keluarga yang bekerja di pabrik tersebut karena tak ada kabar sejak kemarin.
"Bagaimana dengan lantai dasar? Tak ada yang tahu, apakah masih berpotensi menimbulkan api atau tidak. Sehingga kami tak bisa memastikan kapan api benar-benar bisa berhenti," ujar Sujadi. (asp/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 21:25 WIB
Temui Ical, Mantan Panglima OPM Sampaikan Solusi Pembangunan Papua
-
Minggu, 12/02/2012 21:09 WIB
Bus TransJakarta Terbakar Akibat Korslet, Lalu-lintas Sarinah Padat
-
Minggu, 12/02/2012 20:33 WIB
Bus TransJakarta Terbakar di Depan Sarinah, Dua Penumpang Terluka
-
Minggu, 12/02/2012 20:25 WIB
Laporan dari Brussel
Tawaran Pendidikan dari K.U. Leuven, Belgia
-
Minggu, 12/02/2012 20:01 WIB
Tomy, Pembobol ATM di Kuta Sudah Bertransaksi 6 Kali
-
Minggu, 12/02/2012 19:04 WIB
Seorang 'Atapers' Tewas Terbentur Tiang Listrik di Stasiun Manggarai
-
Minggu, 12/02/2012 18:17 WIB
Usai Razia Kendaraan, Dua Polisi di Bogor Dibacok 7 Pria
-
Minggu, 12/02/2012 21:25 WIB
Temui Ical, Mantan Panglima OPM Sampaikan Solusi Pembangunan Papua
-
Minggu, 12/02/2012 20:01 WIB
Tomy, Pembobol ATM di Kuta Sudah Bertransaksi 6 Kali
-
590 Komentar
-
493 Komentar
-
382 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

