Laporan dari AS

Menengok Patung Liberty Menjelang Musim Semi foto

Nograhany Widhi K - detikNews
Jumat, 12/03/2010 09:26 WIB
Jakarta - Hari Minggu (7/3/2010) itu Kota New York tampak cerah. Matahari menjelang musim semi membuat penduduk kota beraktivitas di luar rumah setelah sepekan sebelumnya salju masih menghiasi jalan-jalan kota.

Hari itu reporter detikcom Nograhany Widhi Koesumawardani atas undangan World Health Organization (WHO)  dan Kementerian Kesehatan RI berkesempatan mengunjungi Patung Liberty di sela-sela kursus Crisis and Emergency Risk Communication (CERC).

Jam menunjukkan sekitar pukul 10.00 waktu setempat, saat kami (saya dan 3 perwakilan dari Kemenkes, 1 orang dari WHO dan 3 rekan wartawan lainnya) menuju Patung Liberty dari tempat kami menginap di West 39 Street, kawasan Times Squares.

Dengan 2 taksi kami menuju dermaga di dekat Battery Park untuk menyeberang ke Pulau Liberty, tempat Patung Liberty berdiri. Saat melewati West Street, sopir taksi yang membawa kami menunjukkan tempat menara kembar World Trade Center (WTC) berdiri sebelum hancur diserang teroris pada 9 September 2001.

"Itu tempat WTC berdiri. Sekarang sedang diperbaiki. Nantinya, bangunan itu akan dibuat lebih lebar, bukan meninggi seperti dulu," kata dia sambil menunjukkan tangan ke arah kiri.

Memang tampak alat-alat berat yang bekerja di situs WTC itu. Bangunan itu nantinya akan dibuat National September 11 Memorial and Museum.

Sampailah kami di Battery Park. Untuk menuju Patung Liberty yang terletak di Pulau Liberty, kami harus memasuki Castle Clinton, benteng yang namanya diambil dari gubernur dan walikota New York pada tahun 1817, DeWitt Clinton.

Benteng yang dibangun untuk bertahan dari serangan Inggris pada 1812 ini sudah beberapa kali mengalami perubahan fungsi. Menjadi teater, tempat berkumpulnya para imigran, akuarium dan kini menjadi gerbang masuk ke Pelabuhan New York untuk menuju ke Pulau Liberty dan Pulau Ellis.

Di Castle Clinton, masih tampak sisa salju musim dingin yang dikumpulkan di beberapa titik. Di benteng inilah tiket untuk menuju kedua pulau yang terletak di Sungai Hudson dijual, untuk dewasa mulai US$ 12, anak-anak US$ 5 dan manula US$ 10 . Jika ingin sampai naik ke area atas patung atau bahkan mahkota patung, dikenai charge tambahan US$ 3.

Atau jika ingin mengambil paket audio tour, dikenai biaya US$ 20 untuk dewasa, US$ 17 untuk manula dan US$ 12,25. Audio tour tersedia dalam 9 bahasa, mulai Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Mandarin, Rusia dan Spanyol.

Dari tempat pembelian tiket kemudian orang mengantre untuk masuk ke wilayah pemeriksaan pelabuhan. Sama dengan di bandara di Amerika Serikat (AS), screening di pelabuhan ini juga lumayan ketat. Masing-masing pengunjung diberi bak plastik satu-satu.

Semua bawaan pengunjung diletakkan di bak itu. Jika membawa laptop, maka harus dilepas baterainya untuk dilihat bahwa tidak mengandung 'sesuatu' pada laptop itu. Sebelumnya dilarang menyalakan kamera dan HP di wilayah pemeriksaan pelabuhan ini.

Setelah itu barulah bisa menaiki ferry atau taksi air menuju ke Pulau Liberty. Di atas taksi air yang terdiri dari 3 lantai inilah kami mempunyai banyak waktu untuk berfoto ria. Banyak turis yang memenuhi dek teratas kapal ini, apalagi kalau bukan untuk berfoto.

Dek teratas yang kami naiki membuat kami bisa melihat profil gedung-gedung pencakar langit di New York. Latar pemandangan bagus yang membuat turis tak henti-hentinya berfoto kendati ferry sudah menyeberangi separuh jarak ke Pulau Liberty.

Mendekati Pulau Liberty, obyek foto berpindah. Patung pemberian Prancis pada tahun 1886 ini terlihat berdiri tegap membawa obor berwarna kuning, membuat kamera turis bekerja tak henti-hentinya.  Sekitar 20 menit penyeberangan akhirnya sampailah kami di Pulau Liberty.

Oh ya, selain dari Battery Park, New York, akses menuju ke Pulau Liberty ini juga bisa dicapai via Liberty Park, New Jersey. Patung ini dikelola negara bagian New York, kendati lebih dekat dengan New Jersey.

Statue of Liberty Enlightening The World, nama panjang patung ini, bertinggi 46 meter dari dasar kaki ke obornya. Alas patung Liberty sendiri mempunyai tinggi 47 meter, jadi total tinggi patung itu adalah 93 meter. Patung ini merupakan pemberian tanda persahabatan dari rakyat Prancis yang diresmikan tanggal 28 Oktober 1886, 100 tahun setelah kemerdekaan AS 4 Juli 1776.

Ide pembuatan patung berasal dari Edouard de Laboulaye pada 1865, yang mengagumi demokrasi di AS. Kemudian Frederic Augusthe Bartholdi bertugas untuk mendesain bentuk patung. Pada 1874, Bartholdi berlayar ke AS untuk mencari tempat yang tepat untuk patung itu. Sebuah pulau di dekat Pelabuhan New York pun ditetapkan.

Bartholdi pun merekrut Alexandre Gustave Eiffel (perancang Menara Eiffel) untuk merancang struktur patung perunggu itu. Patung itu diselesaikan di Prancis pada Juli 1884, dan dikapalkan ke AS hingga sampai pada Juni 1885, sebelum akhirnya diresmikan pada 28 Oktober 1886.

Kami memang memilih tak sampai masuk ke dalam dan hanya berjalan keliling pulau. Banyak turis berfoto di sekeliling patung. Setelah sekitar 45 menit mengelilingi Pulau Liberty yang luasnya 59 ribu meter persegi ini, kami kembali ke dermaga untuk kembali ke New York.

Tapi sebelumnya ferry mampir dulu ke Pulau Ellis. Pulau Ellis merupakan gerbang masuk imigran yang hendak ke negara Paman Sam dari 1892 hingga 1954. Kami memutuskan tidak turun dan berkeliling pulau plus gedung yang menjadi museum bawaan para imigran ini, maklum, kami harus mengejar pesawat ke Atlanta yang akan berangkat beberapa jam lagi.

Tapi setidaknya kami senang bisa melihat Patung Liberty, salah satu ikon dunia itu, menjelang musim semi.
(nwk/nrl)
Baca Juga

Share:

Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index ยป
    Cari Penawaran Terbaik di Sini