Tak Lakukan Boikot, PKS Minta Sri Mulyani Mengalah
Jumat, 12/03/2010 13:22 WIB
Jakarta -
DPR makin getol menggulirkan wacana pemboikotan kehadiran Menkeu Sri Mulyani dalam sidang-sidang DPR. Sri Mulyani diminta mengalah dan mengirim wakilnya saja saat ada keperluan di DPR.
"Walaupun itu kendala psikologis, bisa saja sementara diwakilkan sekjennya atau pejabat lain sepanjang DPR tidak keberatan," pinta anggota Komisi I DPR dari FPKS Mahfudz Siddik.
Hal ini disampaikan Mahfudz dalam dialog interaktif DPD RI bertajuk "Hubungan Pemerintah dengan Parlemen Pasca Hak Angket Century," di Gedung DPDRI, Senayan, Jakarta, Jumat (12/3/2010).
Mahfudz berharap Sri Mulyani memahami kepentingan yang lebih besar. Mahfudz melihat masih banyak peran Depkeu dalam hubungan mitra kerja dengan beberapa Komisi di DPR kaitan dengan kerja legislasi DPR.
"Jangan sampai hubungan DPR dengan pemerintah terganggu. Kalau itu hanya memunculkan ketegangan, lebih baik Ibu Sri Mulyani mengalah," jelas Mahfudz.
Sedangkan PKS sendiri, menurut Mahfudz, tidak melihat perlunya memboikot Sri Mulyani. PKS akan melihat bagaimana realisasi wacana tersebut sebelum mengambil sikap.
"PKS melihat tidak ada potensi memboikot Menkeu. Hubungan Menkeu dengan DPR itu hubungan konstitusional," papar Mahfudz.
"Kita lihat saja kalau reses sudah berakhir apakah benar ada boikot," tutup Mahfudz
sambil tertawa.
(van/yid)
"Walaupun itu kendala psikologis, bisa saja sementara diwakilkan sekjennya atau pejabat lain sepanjang DPR tidak keberatan," pinta anggota Komisi I DPR dari FPKS Mahfudz Siddik.
Hal ini disampaikan Mahfudz dalam dialog interaktif DPD RI bertajuk "Hubungan Pemerintah dengan Parlemen Pasca Hak Angket Century," di Gedung DPDRI, Senayan, Jakarta, Jumat (12/3/2010).
Mahfudz berharap Sri Mulyani memahami kepentingan yang lebih besar. Mahfudz melihat masih banyak peran Depkeu dalam hubungan mitra kerja dengan beberapa Komisi di DPR kaitan dengan kerja legislasi DPR.
"Jangan sampai hubungan DPR dengan pemerintah terganggu. Kalau itu hanya memunculkan ketegangan, lebih baik Ibu Sri Mulyani mengalah," jelas Mahfudz.
Sedangkan PKS sendiri, menurut Mahfudz, tidak melihat perlunya memboikot Sri Mulyani. PKS akan melihat bagaimana realisasi wacana tersebut sebelum mengambil sikap.
"PKS melihat tidak ada potensi memboikot Menkeu. Hubungan Menkeu dengan DPR itu hubungan konstitusional," papar Mahfudz.
"Kita lihat saja kalau reses sudah berakhir apakah benar ada boikot," tutup Mahfudz
sambil tertawa.
(van/yid)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 01:19 WIB
Banjir Rendam Komplek Dosen IKIP Jatibening Bekasi
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Minggu, 12/02/2012 00:05 WIB
Masih Saksi, Kernet Bus Karunia Bakti Diamankan di Polres Bogor
-
Sabtu, 11/02/2012 23:07 WIB
Banjir Rendam 750 Rumah dan Lahan Tambak di Bangkalan
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
419 Komentar
-
368 Komentar
-
344 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

