Teroris Ditembak Mati
Buyung: Tindakan Polisi Tak Sesuai dengan Hukum
Jumat, 12/03/2010 19:42 WIB
Jakarta -
Beberapa tersangka teroris seperti Noordin M Top, dan Dulmatin tewas ditembak mati oleh polisi. Advokat senior Adnan Buyung Nasution menilai tindakan tersebut menyalahi prosedur hukum terutama dalam falsafah doktrin polisi yang tidak memperbolehkan polisi untuk mengadili penjahat.
"Tindakan itu tidak sesuai dengan falsafah doktrin polisi. Polisi tidak berhak mengadili sendiri," ujar Buyung Nasution kepada wartawan di kantornya di Menara Global, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat(12/3/2010).
Dikatakan Buyung, sesuai dengan prosedur hukum, dalam keadaan normal tugas polisi hanya menangkap penjahat. Kalau tidak bisa ditangkap secara normal, bisa dilumpuhkan, tapi bukan berarti dimatikan.
"Bisa ditembak di kaki atau paha. Kalau dtembak mati berarti polisi mengadili," tuturnya.
Menurut Adnan, falsafah polisi yang sesuai hukum adalah menangkap yang bersalah lalu menyerahkannya ke pengadilan. Setelah itu biar pengadilan yang mengadili melalui persidangan.
Meskipun demikian, lanjut dia, berlaku pula keadaan berbeda saat terjadi baku tembak. Pada saat itu tentu saja polisi harus membela diri, menembak mati pun menjadi satu-satunya pilihan. Kalau jadi kebiasaan untuk menembak mati, kata dia, hal itu justru menjadikan si teroris sebagai idola dan pahlawan karena mati martir.
"Itu keadaan eksepsional, jangan jadi kebiasaan," tutup mantan anggota Wantimpres ini.
(nvc/Rez)
"Tindakan itu tidak sesuai dengan falsafah doktrin polisi. Polisi tidak berhak mengadili sendiri," ujar Buyung Nasution kepada wartawan di kantornya di Menara Global, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat(12/3/2010).
Dikatakan Buyung, sesuai dengan prosedur hukum, dalam keadaan normal tugas polisi hanya menangkap penjahat. Kalau tidak bisa ditangkap secara normal, bisa dilumpuhkan, tapi bukan berarti dimatikan.
"Bisa ditembak di kaki atau paha. Kalau dtembak mati berarti polisi mengadili," tuturnya.
Menurut Adnan, falsafah polisi yang sesuai hukum adalah menangkap yang bersalah lalu menyerahkannya ke pengadilan. Setelah itu biar pengadilan yang mengadili melalui persidangan.
Meskipun demikian, lanjut dia, berlaku pula keadaan berbeda saat terjadi baku tembak. Pada saat itu tentu saja polisi harus membela diri, menembak mati pun menjadi satu-satunya pilihan. Kalau jadi kebiasaan untuk menembak mati, kata dia, hal itu justru menjadikan si teroris sebagai idola dan pahlawan karena mati martir.
"Itu keadaan eksepsional, jangan jadi kebiasaan," tutup mantan anggota Wantimpres ini.
(nvc/Rez)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 08/02/2012 10:00 WIB
Nunun Akan Diperiksa KPK Lagi
-
Rabu, 08/02/2012 09:58 WIB
Urine Pilot & Kopilot Diperiksa, 1 Kopilot Terindikasi Narkoba
-
Rabu, 08/02/2012 09:55 WIB
Pemilihan Ketua MA Dimulai, Suara Mayoritas 54 Hakim Agung Menentukan
-
Rabu, 08/02/2012 09:52 WIB
Pimpinan DPR & BK Sepakat Minta KPK Usut Proyek Ruang Banggar Rp 20 M
-
Rabu, 08/02/2012 09:39 WIB
ABG Tewas di Rumahnya di Kebayoran Baru
-
Rabu, 08/02/2012 08:54 WIB
Wanita Tewas Terjatuh dari Apartemen Sudirman
-
Rabu, 08/02/2012 08:46 WIB
Pembatasan Minimarket Dicabut, Foke: Itu Kesepakatan Bersama
-
Rabu, 08/02/2012 09:12 WIB
Polisi Selidiki Penyebab Jatuhnya Wanita di Apartemen Sudirman
-
Rabu, 08/02/2012 08:39 WIB
Indonesia, Dari Sabuk Zamrud Sampai Superpower Regional
-
226 Komentar
-
195 Komentar
-
176 Komentar
-
165 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,418.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_2.gif)


Sending your message

---125x125.gif)
.gif)

