Ladang Ganja Jadi Sumber Dana Teroris di Aceh
Sabtu, 13/03/2010 13:29 WIB
Jakarta -
Kelompok teroris membutuhkan dana yang besar untuk melakukan operasi maupun kegiatan pelatihannya. Bagi kelompok teroris di Aceh, ladang ganja disinyalir menjadi sumber biaya bagi mereka.
"Untuk menghidupi sebuah operasi militer, mereka membutuhkan dana yang besar. Saya sangat percaya mereka menggunakan ladang-ladang ganja yang ada di Aceh dimana mereka bisa jual untuk menghidupi dan membiayai operasi militer," ujar pemerhati masalah teroris Mardigu dalam diskusi "Polemik: Masih Ada Teroris" di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (13/3/2010).
Mardigu kemudian mencontohkan, seorang gembong mafia di Polandia, Pablo Escobar, yang seringkali mendanai kegiatan terorisme melalui bisnis perdagangan narkoba miliknya dan para teroris di Afghanistan yang membiayai operasi mereka dari ladang opium yang dimiliki.
Dikatakan dia, dalam penjualan ganja tersebut, para teroris bekerja sama dengan warga lokal. "Pasti ada unsur lokal," cetusnya.
Menurut Mardigu, para teroris menggunakan ladang ganja disebabkan karena pilihan mereka sangat sulit untuk mendapat dana. "Sumber dana tidak datang dari asing, karena simpatisan mereka sudah tidak bisa bergerak lagi," jelasnya.
"Maka lahan ganja di sana menjadi sebuah potensi yang sangat memungkinkan untuk pembiayaan," imbuhnya.
Terhadap hal ini, anggota Komisi I DPR Dapil Aceh, Azwar Abubakar, membantahnya. Menurut dia, belum tentu ganja dijual untuk sumber biaya.
"Di Aceh, ganja mudah didapat tapi nilainya lebih tinggi kalau dibawa keluar Aceh. Saya kira menggunakan ganja untuk berdagang, belum," ujarnya.
(nvc/gah)
"Untuk menghidupi sebuah operasi militer, mereka membutuhkan dana yang besar. Saya sangat percaya mereka menggunakan ladang-ladang ganja yang ada di Aceh dimana mereka bisa jual untuk menghidupi dan membiayai operasi militer," ujar pemerhati masalah teroris Mardigu dalam diskusi "Polemik: Masih Ada Teroris" di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (13/3/2010).
Mardigu kemudian mencontohkan, seorang gembong mafia di Polandia, Pablo Escobar, yang seringkali mendanai kegiatan terorisme melalui bisnis perdagangan narkoba miliknya dan para teroris di Afghanistan yang membiayai operasi mereka dari ladang opium yang dimiliki.
Dikatakan dia, dalam penjualan ganja tersebut, para teroris bekerja sama dengan warga lokal. "Pasti ada unsur lokal," cetusnya.
Menurut Mardigu, para teroris menggunakan ladang ganja disebabkan karena pilihan mereka sangat sulit untuk mendapat dana. "Sumber dana tidak datang dari asing, karena simpatisan mereka sudah tidak bisa bergerak lagi," jelasnya.
"Maka lahan ganja di sana menjadi sebuah potensi yang sangat memungkinkan untuk pembiayaan," imbuhnya.
Terhadap hal ini, anggota Komisi I DPR Dapil Aceh, Azwar Abubakar, membantahnya. Menurut dia, belum tentu ganja dijual untuk sumber biaya.
"Di Aceh, ganja mudah didapat tapi nilainya lebih tinggi kalau dibawa keluar Aceh. Saya kira menggunakan ganja untuk berdagang, belum," ujarnya.
(nvc/gah)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 13/02/2012 02:09 WIB
Insiden Tolak FPI di Palangkaraya Bentuk Kekecewaan Pada Pemerintah
-
Senin, 13/02/2012 01:37 WIB
Anggota Timwas Century: Rencana Beli Bank Mutiara Tidak Masuk Akal
-
Senin, 13/02/2012 00:58 WIB
Duh, Sopir Bus Yang Menewaskan 3 Orang di Majalengka Hanya Punya SIM C
-
Senin, 13/02/2012 00:25 WIB
Kemenkum HAM Siap Bantu Masa Pasca Rehabilitasi Pecandu Narkoba
-
Minggu, 12/02/2012 23:39 WIB
DPP Siap Laksanakan Rekomendasi DK Soal Kader PD yang Layak Dipecat
-
Senin, 13/02/2012 02:09 WIB
Insiden Tolak FPI di Palangkaraya Bentuk Kekecewaan Pada Pemerintah
-
Senin, 13/02/2012 00:44 WIB
Hujan Deras Selama 3 Jam, Sebagian Wilayah Jakarta Tergenang
-
Sabtu, 11/02/2012 14:15 WIB
Warga Sweeping FPI, 2,5 Jam Bandara Palangkaraya Tak Beroperasi
-
Senin, 13/02/2012 01:37 WIB
Anggota Timwas Century: Rencana Beli Bank Mutiara Tidak Masuk Akal
-
594 Komentar
-
501 Komentar
-
384 Komentar
-
208 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

